Portal Berita Ekonomi Sabtu, 31 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,95% pada level 24.107.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 2,56% pada level 2.267.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 1,52% pada level 22.977.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 1,47% pada level 3.224.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,99% pada level 2.426.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,22% pada level 5.569.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,32% terhadap Yuan pada level 6,6933 CNY/USD.

Teleskop Hubble Tangkap Sisa Bintang Mati Berbentuk Pita Oranye

Teleskop Hubble Tangkap Sisa Bintang Mati Berbentuk Pita Oranye

Teleskop Hubble kembali mengungkap foto yang menakjubkan. Hubble menangkap pita oranye yang merupakan sisa-sisa bintang mati yang meledak dalam supernova sekitar 10.000 hingga 20.000 tahun lalu.

Dari sudut pandang kita di Bumi ini, bintang yang meledak itu pernah berada di konstelasi utara Cygnus, alias The Swan. Foto itu menangkap sepotong gelombang ledakan seperti pita yang terletak sekitar 2.400 tahun cahaya.

Baca Juga: Keren, Kecerdasan Buatan Temukan 50 Planet Baru

Dilansir di Mashable, posting NASA mengenai hal ini mencatat bahwa gelombang penuh telah menutupi area 36 kali lebih besar dari bulan purnama. Untuk konteksnya, Bumi sekitar empat kali lebih besar dari bulan. Jadi, itu gelombang ledakan yang cukup besar.

Bintang yang meledak jauh lebih besar dari matahari kita, sekitar 20 kali ukurannya. Itulah salah satu cara terjadinya supernova. Ketika sebuah bintang masif mati, artinya setidaknya lima kali lebih besar dari Matahari kita. Hal itu memicu ledakan yang mengirimkan materi bintang meluncur ke luar.

Dalam ribuan tahun sejak bintang khusus ini mengucapkan selamat tinggal, gelombang ledakan yang dipancarkannya telah meluas hingga 60 tahun cahaya. Penampilan seperti pita adalah hasil dari interaksi materi yang dikeluarkan dan materi antarbintang dengan kepadatan rendah yang tersapu oleh gelombang kejut.

Dalam istilah yang lebih sederhana: benda-benda yang dilepaskan oleh bintang yang meledak bercampur dengan gas dan debu yang melayang di angkasa memberi kita pita luar angkasa yang sangat besar dan indah.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Luar Angkasa

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Greg Rakozy

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10