Portal Berita Ekonomi Kamis, 01 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,79% pada level 23.459.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,86% pada level 2.327.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 1,50% pada level 23.185.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,20% pada level 3.218.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,06% pada level 2.470.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,03% pada level 5.889.
  • 16:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Yen pada level 6,8131 CNY/USD.
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,10% terhadap Dollar AS pada level 14.880 IDR/USD.

Awas, India Bakal Hadapi Kekuatan Masif China Jika Terjadi...

Awas, India Bakal Hadapi Kekuatan Masif China Jika Terjadi...
WE Online, Beijing -

Pasukan India mengaku menggagalkan upaya pasukan China untuk menduduki bukit di perbatasan sengketa raksasa Asia di Himalaya barat, Senin (31/8/2020). Namun, China menyatakan punya kemampuan membalas India hingga membuat kerugian militer yang parah.

Surat kabar yang didukung China Global Times menyatakan, China mampu membuat India menderita kerugian militer yang lebih parah dibandingkan saat masa lalu. Kondisi itu bisa terjadi kalau India terus melakukan persaingan di perbatasan.

Baca Juga: India Mau Sebar Sistem Roket Pinaka di Perbatasan China

Juru bicara militer China juga menuntut India menarik pasukan, yang menurut Beijing telah melintasi perbatasan  secara ilegal. Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, pasukan perbatasan China belum melewati garis perbatasan yang sebenarnya.

"India ... mengatakan itu mendahului aktivitas militer China," kata Global Times dalam sebuah editorial.

Kata 'mendahului' yang digunakan surat kabar itu menunjukkan bahwa pasukan India yang pertama kali melakukan tindakan destruktif. Menurut laporan itu,  pasukan India memulai kebuntuan kali ini.

Dikutip dari Al Arabiya, India dinilai akan menghadapi kekuatan besar milik China. New Delhi pun dinilai tidak perlu berharap akan mendapatkan dukungan dari Washington atas masalah tersebut.

“Tapi jika India ingin terlibat dalam persaingan, China memiliki lebih banyak alat dan kemampuan daripada India. Jika India menginginkan pertarungan militer, PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) pasti akan membuat tentara India menderita kerugian yang jauh lebih parah daripada yang terjadi pada 1962," kata surat kabar yang diterbitkan oleh People’s Daily, surat kabar resmi dari Partai Komunis yang berkuasa di China.

Ketegangan antara tentara China dan India di gurun salju yang membekukan di wilayah Ladakh telah meningkat selama berbulan-bulan. Pada Juni, 20 tentara India tewas dalam pertempuran tangan kosong dengan pasukan Cina di dekat lembah Galwan. Bentrokan militer ini adalah paling serius di negara tetangga itu dalam lebih dari setengah abad.

Kedua belah pihak setuju untuk mundur setelah bentrokan. Namun, Angkatan Darat India menuduh pasukan China telah melanggar kesepakatan ituakhir pekan lalu.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: India, Militer India, China (Tiongkok), Militer China, Militer, Konflik Perbatasan Negara

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Getty Images/Kevin Frayer

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.28 3,957.29
British Pound GBP 1.00 19,295.46 19,099.02
China Yuan CNY 1.00 2,201.26 2,179.11
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,992.59 14,843.41
Dolar Australia AUD 1.00 10,706.21 10,598.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.53 1,915.25
Dolar Singapura SGD 1.00 10,965.91 10,852.83
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,617.79 17,436.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,610.93 3,569.84
Yen Jepang JPY 100.00 14,185.44 14,042.96
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4870.039 -9.059 707
2 Agriculture 1137.468 15.051 24
3 Mining 1332.023 -7.940 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.511 12.932 80
5 Miscellanous Industry 820.297 -14.152 53
6 Consumer Goods 1828.954 6.824 60
7 Cons., Property & Real Estate 340.617 -1.491 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 785.945 -10.244 79
9 Finance 1039.763 -9.684 94
10 Trade & Service 631.209 8.173 175
No Code Prev Close Change %
1 WOWS 66 89 23 34.85
2 RONY 121 163 42 34.71
3 OKAS 81 109 28 34.57
4 POLU 680 850 170 25.00
5 LION 224 280 56 25.00
6 WAPO 72 89 17 23.61
7 ALMI 165 199 34 20.61
8 FIRE 236 282 46 19.49
9 DEAL 192 226 34 17.71
10 DADA 51 59 8 15.69
No Code Prev Close Change %
1 PCAR 400 372 -28 -7.00
2 TPMA 344 320 -24 -6.98
3 EPAC 404 376 -28 -6.93
4 JAST 116 108 -8 -6.90
5 AIMS 160 149 -11 -6.88
6 HEXA 3,350 3,120 -230 -6.87
7 PYFA 875 815 -60 -6.86
8 SBAT 234 218 -16 -6.84
9 SOHO 9,525 8,875 -650 -6.82
10 JMAS 162 151 -11 -6.79
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,630 2,560 -70 -2.66
2 BRPT 685 790 105 15.33
3 BBRI 3,040 3,040 0 0.00
4 BMTR 208 224 16 7.69
5 BBCA 27,525 27,100 -425 -1.54
6 BMRI 5,075 4,960 -115 -2.27
7 JAST 116 108 -8 -6.90
8 WOWS 66 89 23 34.85
9 PURA 131 133 2 1.53
10 DEAL 192 226 34 17.71