Portal Berita Ekonomi Sabtu, 26 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kisah Perusahaan Raksasa: Samsung Si Taipan Elektronik Korsel

Kisah Perusahaan Raksasa: Samsung Si Taipan Elektronik Korsel
WE Online, Jakarta -

Saat ini, seluruh dunia memasuki era digital. Kurun waktu ini bagi banyak orang diartikan sebagai masa ketika informasi relatif mudah dan cepat diperoleh. Dengan alasan itu, banyak orang dengan mudah menyebarluaskan informasi tersebut tentunya menggunakan teknologi digital. 

Teknologi digital sendiri merupakan perangkat yang sudah dikomputerisasi. Perangkat tersebut umumnya terkoneksi dengan jaringan internet. 

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: CSCE, Konglomerat Konstruksi dari China

1024px-Samsung_IFA_Berlin_2008.jpg

Seiring perkembangannya, manusia memiliki gaya hidup baru yaitu lifestyle yang tak lepas dari perangkat elektronik. Ada dua perangkat elektronik yang umum dan sering digunakan banyak orang, seperti telepon pintar (smartphone) dan komputer atau laptop. Semua teknologi itu pada dasarnya digunakan manusia untuk mempermudah melakukan sejumlah pekerjaan atau tugas. 

Penjelasan tersebut diambil dari perspektif positif. Sementara jika diambil dari perspektif yang berlawanan, muncul istilah baru yakni perang teknologi. Contoh nyata bisa dilihat dari memanasnya perang teknologi Amerika Serikat dan China. Seperti dalam laporan Reuters disebutkan, sejumlah perusahaan lokal China berencana mengganti perangkat teknologi Intel, Microsoft, Oracle dan IBM, yang semua itu bermarkas di AS. 

Hal itu dianggap wajar karena China adalah negara dengan pengguna ponsel pintar terbanyak di dunia, diperkirakan sebanyak 574 juta jiwa. Sementara AS membuntuti di posisi kedua. Meski begitu, AS rupanya harus berhadapan dengan raksasa dari Asia lainnya, yakni Korea Selatan dengan Samsungnya. 

Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu sudah tak asing di telinga banyak orang. Untuk urusan ponsel pintar, Samsung adalah saingan kuat dari Apple. Di sisi lain, produk elektronik keluaran Samsung juga cukup bersaing di pasar global.

Pada 2020 saja, Samsung Electronics membukukan pendapatan tahunannya sebesar 197 juta dolar AS. Sayangnya, pendapatan perusahaan ini ternyata minus 10,8 persen. Untuk perolehan laba bersih perusahaan tercatat mencapai 18,4 juta dolar AS di tahun yang sama. Namun lagi-lagi, angka tersebut dihasilkan dari laba minus 53,7 persen. 

Alhasil, Samsung harus turun empat peringkat, ke urutan 19 daftar Global 500 versi Fortune pada 2020. Kejadian itu disebabkan berbagai soal, di antaranya penurunan dalam industri chip memori, persaingan dengan Huawei, serta yang terbaru kasus sang bos, Lee Sang-hoon dan Lee Jae-yong. 

Di balik kesuksesan besar Samsung tentunya ada cerita panjang yang menarik untuk diulas. Lantas pada kali ini, Selasa (2/9/2020), Warta Ekonomi berkesempatan menguraikan kisah perusahaan raksasa asal Korsel ini menjadi artikel sebagai berikut. 

Jangan kaget, Samsung mengawali bisnisnya sebagai perusahaan pengekspor bahan kebutuhan sehari hari, seperti mie, sayur, hingga ikan kering. Adalah Lee Byung-chull, pendiri perusahaan pengekspor itu pada 1938 dan berlokasi di Taegu, Korsel. Hal lainnya adalah, raksasa Korsel itu memulainya hanya bermodal 30.000 won Korsel (sekitar 27 dolar AS), dan dijalankan dengan 40 karyawan. 

Lee menamai perusahaanya "samsung" yang berarti "tiga bintang" dalam bahasa Korea. Perusahaan itu kemudian tumbuh dan berkembang ke ibu kota, Seoul pada 1947. Sayang, Perang Korea pecah pada 1950 sampai 1953. Dalam kondisi itu, bisnis Lee terancam karena terjadi penjarahan, sehingga membuat bisnisnya tekor. 

Perang Korea usai pada 1953. Lee segera menjalankan bisnisnya lagi dengan memulai penyulingan gula di Busan dengan uang tabungan salah satu manajernya, sekitar 1953. Tindakan Lee sempat dikritik karena gula pada saat itu dapat dengan mudah diperoleh dari bantuan AS. Namun dia beralasan bahwa itu adalah pabrik pertama yang dibangun di Korsel. Di periode yang sama, Lee juga membuka jalan ke bisnis tekstil dan membangun pabrik wol terbesar di negara itu

51156611ecad040e68000000?width=600&format=jpeg&auto=webp

Perluasan ragam bisnis Lee menjadi awal strategi tumbuh dan berkembang Samsung. Dia sangat fokus pada industrialisasi. Tujuannya, membantu membangun dan memperbaiki negaranya usai perang saudara itu. Selama periode ini, bisnisnya diuntungkan oleh kebijakan perlindungan yang baru diadopsi pemerintah Korea. Isinya adalah melindungi konglomerat domestik besar (Chaebol) dalam persaingan sekaligus memberikan pembiayaan mudah. 

Dengan berbagai keuntungan yang diterima, Lee merasa kurang puas dengan bisnisnya saat itu. Pada gilirannya, pengusaha itu mulai menjajal bisnis elektronik pada 1960-an. 

Baca Juga

Tag: Samsung Electronics Co Ltd, Perusahaan Raksasa

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Yves Herman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68