Portal Berita Ekonomi Senin, 21 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 23.950.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,95% pada level 2.389.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,63% pada level 3.316.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,59% pada level 2.483.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 3,08% pada level 5.822.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 6,77 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.700 IDR/USD.

Genting, Pentagon Bilang Militer China Sasar Indonesia untuk...

Genting, Pentagon Bilang Militer China Sasar Indonesia untuk...
WE Online, Washington -

Konflik di Laut China Selatan (LCS) harus dianggap genting oleh Indonesia. Karena laporan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pentagon menyebut jika Indonesia masuk sebagai target militer China demi memuluskan langkah Beijing menguasai ASEAN.

Dan laporan Pentagon memang harus dicermati benar-benar pasalnya China tengah berusaha menggandakan jumlah hulu ledak nuklir di gudang persenjataan dalam satu dekade ke depan.

Baca Juga: Tentara China Ungguli Militer AS dari Banyak Aspek.

Bahkan kekuatan personil militernya pun telah menyamai atau bahkan melampaui AS, menurut laporan Pentagon Selasa (1/9/2020).

Pentagon menyebut Beijing merencanakan langkah besar di berbagai bidang seperti pembangunan kapal perang, pengembangan rudal balistik serta sistem pertahanan udara terintegrasi.

Dilansir CNN Selasa 1 September 2020, laporan yang merinci kemampuan militer China tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing atas berbagai masalah, termasuk aktivitas militer China di LCS dan dukungan AS ke Taiwan.

Ini juga diterbitkan menjelang pemilu 2020 ketika Presiden Donald Trump ingin menjadikan sikapnya yang semakin agresif terhadap Beijing sebagai bahan kampanye utama.

"Selama dekade berikutnya, persediaan hulu ledak nuklir China yang saat ini diperkirakan berada di bawah 200-an buah diproyeksi jumlahnya bertambah dua kali lipat karena China memperluas dan memodernisasi kekuatan nuklirnya," kata laporan itu, menambahkan bahwa jumlah hulu ledak di Rudal Balistik Antarbenua China berbasis darat "yang mampu mengancam Amerika Serikat diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar 200 dalam lima tahun mendatang."

"Pasukan nuklir China akan berevolusi secara signifikan selama dekade berikutnya karena memodernisasi, mendiversifikasi, dan meningkatkan jumlah platform pengiriman nuklir berbasis darat, laut, dan udara," kata laporan itu, menambahkan bahwa "China sedang mengejar 'triad nuklir' dengan pengembangan rudal balistik peluncuran udara berkemampuan nuklir dan meningkatkan kemampuan nuklir darat dan lautnya."

Pemerintahan Trump telah lama berusaha untuk memasukkan China dalam agenda pembicaraan untuk mengontrol senjata nuklirnya dengan Rusia.

Ini telah ditolak oleh Beijing. Seiring itu jumlah hulu ledak nuklir China berkembang pesat.

Perjanjian START baru membatasi Rusia dan AS pada sekitar 1.550 hulu ledak nuklir untuk Rudal Balistik Antarbenua, rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam, dan pembom berat yang dilengkapi untuk persenjataan nuklir.

Laporan itu juga mengatakan bahwa "China telah mencapai kesetaraan dengan atau bahkan melampaui Amerika Serikat dalam beberapa bidang modernisasi militer," termasuk pembuatan kapal, rudal balistik dan jelajah konvensional berbasis darat, serta sistem pertahanan udara terintegrasi.

Partner Sindikasi Konten: Pikiran Rakyat

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), Pentagon, China (Tiongkok), Militer, Asia Pasifik

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Damir Sagolj

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,944.92 3,905.57
British Pound GBP 1.00 19,170.50 18,978.28
China Yuan CNY 1.00 2,188.59 2,166.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,796.62 14,649.39
Dolar Australia AUD 1.00 10,825.21 10,716.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.27 1,890.20
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.77 10,800.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,553.23 17,374.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,600.15 3,560.00
Yen Jepang JPY 100.00 14,181.16 14,036.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15