Portal Berita Ekonomi Jum'at, 25 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,82% pada level 23.311.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 2,59% pada level 2.272.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,11% pada level 23.087.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,72% pada level 3.223.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,99% pada level 2.456.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,77% pada level 5.853.
  • 16:11 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,23% terhadap Yuan pada level 6,82 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,51% terhadap Dollar AS pada level 14.890 IDR/USD.

Charlie Hebdo Berulah Lagi, Ancaman Bagi Perdamaian?

Charlie Hebdo Berulah Lagi, Ancaman Bagi Perdamaian?
WE Online, Jakarta -

Charlie Hebdo kembali berulah. Dengan dalih kebebasan berekspresi menampilkan kartun-kartun Nabi Muhammad SAW. Mengapa kejahatan teror terhadap Rasulullah SAW terjadi? 

Secara historis pelbagai bentuk teror kepada Nabi SAW akan berlangsung sepanjang zaman. Menurut Alquran, teror paling dahsyat, kasar, dan biadab datang bertubi-tubi dari kalangan Yahudi, baik ketika Nabi SAW saat hidup atau sesudah wafatnya.

Baca Juga: Geger Karikatur Rasul di Paris, Macron: Itu Kebebasan Pers

Di era modern teror datang dari orang-orang yang mengaku Islam dan orang-orang luar Islam. Di kalangan umat Islam, mereka meneror Nabi SAW sebagai nabi palsu seperti dilakukan Rashad Khalifa (1835-1908) dari Mesir, Lia Eden dan Ahmad Moshadeq dari Indonesia, serta lainnya.

Demikian pula Mirza Ghulam Ahmad, pendiri agama Ahmadiyah dari India; Mirza Husein Ali, pendiri agama Baha’i dari Iran, dan lainnya. 

Sementara orang-orang luar Islam meneror Nabi SAW dengan cara menghina, mencaci-maki, melecehkan, dan menfitnahnya. Hal ini lazim dilakukan para sarjana ketimuran (para orientalis) dan jurnalis satire yang benci, dengki, dan marah atas keluhuran Nabi SAW. Mereka, antara lain, Fr Buhll, Henri Lammens, GW Bromfield, dan Richard Bell.

Demikian pula SM Zwemer, HG Reissner, Isaiah Goldfeld, Norman Calder, dan Khalil `Athamina BirZeit, dan Pendeta John of Damascus, Pastor Bede, dan novelis Salman Rusdie dari Inggris, serta lainnya.  

Selain menyerang kepribadian dan karakter Nabi, mereka juga mendistorsi risalah kenabiannya. John of Damascus dan Pastor Bede dari Inggris yang hidup pada 673-735 M, misalnya, berpendapat bahwa Nabi SAW adalah seorang manusia padang pasir yang liar (a wild man of desert).

Bahkan, Bede menggambarkan Nabi SAW sebagai seorang yang kasar, cinta perang dan biadab, buta huruf, status sosialnya rendah, bodoh tentang dogma Kristen, dan tamak kuasa. 

Pada zaman pertengahan Barat, penghinaan Nabi SAW dilakukan dengan menggunakan istilah satire peyoratif. Mereka menggelari Nabi SAW dengan sebutan Mahound, Mahoun, Mahon, Mahomet, dan Machmet. Pelbagai istilah itu sinonim dengan setan dan berhala di dalam bahasa Prancis dan Jerman. 

Pada era Renaissance Barat dan zaman Reformasi Barat, citra buruk terus berlanjut. Marlowes Tamburlaine menuduh Alquran sebagai karya setan, sebagaimana dilakukan Salman Rushdie. Lebih parah lagi, Martin Luther menganggap Nabi SAW sebagai orang jahat dan mengutuknya sebagai anak setan.  

Tak dapat diragukan lagi, teror kepada Nabi SAW tentu menimbulkan protes keras kaum Muslimin sebagai bentuk pembelaan dan kecintaan umatnya kepada nabinya. Jangankan mengina Nabi Muhammad SAW, menghina nabi-nabi yang lain pun akan memicu kritik keras dan kontroversi.

Hal ini dapat dipahami karena secara teologis dalam Islam ditegaskan, penghinaan kepada utusan Allah manapun adalah dosa besar. Mengingkari satu nabi sama dengan mengingkari yang lain.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Prancis, Alquran, Penistaan Agama

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Yoan Valat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,005.48 3,965.52
British Pound GBP 1.00 19,107.21 18,915.60
China Yuan CNY 1.00 2,203.70 2,181.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,023.75 14,874.26
Dolar Australia AUD 1.00 10,603.76 10,496.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.55 1,919.19
Dolar Singapura SGD 1.00 10,941.48 10,831.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,522.20 17,343.39
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,604.55 3,564.40
Yen Jepang JPY 100.00 14,249.98 14,106.85
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4842.756 -75.199 707
2 Agriculture 1114.498 -32.542 24
3 Mining 1309.152 -26.578 47
4 Basic Industry and Chemicals 692.079 -9.599 80
5 Miscellanous Industry 834.567 -6.410 53
6 Consumer Goods 1806.077 -30.409 60
7 Cons., Property & Real Estate 338.423 -1.783 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 798.938 -15.341 79
9 Finance 1040.721 -17.068 94
10 Trade & Service 618.909 -8.141 175
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 74 92 18 24.32
2 FIRE 162 200 38 23.46
3 LRNA 127 149 22 17.32
4 BOSS 81 92 11 13.58
5 DFAM 326 370 44 13.50
6 DEAL 141 160 19 13.48
7 DAYA 520 590 70 13.46
8 CENT 130 143 13 10.00
9 PLIN 2,500 2,740 240 9.60
10 GGRP 302 330 28 9.27
No Code Prev Close Change %
1 NFCX 1,945 1,810 -135 -6.94
2 AMIN 260 242 -18 -6.92
3 SKBM 318 296 -22 -6.92
4 SOHO 12,650 11,775 -875 -6.92
5 ENZO 87 81 -6 -6.90
6 DMMX 175 163 -12 -6.86
7 TINS 730 680 -50 -6.85
8 MTPS 438 408 -30 -6.85
9 AKSI 380 354 -26 -6.84
10 DOID 234 218 -16 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,080 3,030 -50 -1.62
2 FIRE 162 200 38 23.46
3 BBCA 27,525 27,225 -300 -1.09
4 DEAL 141 160 19 13.48
5 BBNI 4,420 4,330 -90 -2.04
6 PURA 136 138 2 1.47
7 BMRI 5,200 5,075 -125 -2.40
8 TLKM 2,800 2,730 -70 -2.50
9 PGAS 1,005 960 -45 -4.48
10 BRIS 750 725 -25 -3.33