Portal Berita Ekonomi Minggu, 27 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kisah Perusahaan Raksasa: Daimler, Otomotif Mewah dari Jerman

Kisah Perusahaan Raksasa: Daimler, Otomotif Mewah dari Jerman
WE Online, Jakarta -

Pandemi virus corona atau Covid-19 yang terus menjamur di seluruh dunia bukan hanya membawa krisis kesehatan besar-besaran. Tapi, hal itu juga dengan cepat memukul perekonomian global. 

Di masa-masa sulit ini, banyak pemimpin gagal mengambil keputusan yang tepat dan cepat, sehingga peluang potensial lenyap begitu saja. Pemerintah mesti menghadapi ketidakpastian tanpa arah, dan pasar terjerembab dalam kekacauan. Ujungnya, resesi ekonomi global mengintai tiap negara. 

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Samsung Si Taipan Elektronik Korsel

Pusat bisnis dan ekonomi banyak yang tutup. Pembatasan dan penguncian wilayah untuk mencegah penularan virus corona adalah penyebabnya. Pada gilirannya, salah satu industri yang masih berjuang adalah bisnis perakitan kendaraan atau otomotif.

Perusahaan otomotif secara umum bergejolak di tengah pandemi Covid-19. Seperti banyak industri lain di seluruh dunia, sektor otomotif nampaknya mengalami penurunan tajam dalam permintaan kendaraan. Beberapa alasan memperkuat hal ini antara lain gangguan rantai pasokan suku cadang dari China, Eropa dan Amerika Serikat, serta keterlambatan jadwal produksi dan ketidakpastian pasar. 

Dalam laporan CounterPoint Research pada Selasa (1/9/2020), penjualan kendaraan penumpang (passenger vehicle) di dunia turun hampir 7 persen dari tahun ke tahun (year on year) pada Juli 2020. Secara keseluruhan, penjualan kendaraan penumpang di dunia dari Januari hingga Juli tercatat turun 25 persen yoy. 

Meski sebagian besar negara sudah menampakkan tanda-tanda pemulihan ekonomi, itu bukan jaminan kepastian situasi pasar. Akibatnya, CounterPoint memperkirakan penurunan penjualan di angka 20 persen akan bertahan di 2020.

Selaras dengan itu, salah satu raksasa otomotif dunia, Daimler AG, mengalami kontraksi signifikan. Raksasa asal Jerman mencatatkan penurunan sekitar 2 persen untuk pendapatan tahunan mereka dari 197,5 juta pada 2019 menjadi 193,3 juta dolar AS pada tahun ini. Namun yang terparah adalah adanya minus 68,9 persen pada laba bersih, sehingga tahun ini perusahaan hanya membukukan keuntungan 2,6 juta dolar AS. 

Jika dilihat dari pendapatannya, Daimler kini menduduki peringkat ke-20 daftar perusahaan raksasa versi Global 500, Fortune. Di sisi lain, aset perusahaan dan harga pasar terlihat aman masing-masing di angka 339,5 juta dan 47 juta dolar AS. 

Masalah tak hanya terjadi karena penjualan lemah, Daimler juga menghadapi serangkaian tantangan mulai dari kerusakan airbag hingga tuduhan terhadap perusahaan atas emisi gas beracun dari beberapa kendaraan dieselnya. Namun, perusahaan dilaporkan menyangkal melakukan kesalahan. 

Sang CEO Ola Kallenius menyampaikan bahwa perusahaan berfokus pada pemotongan biaya dan peningkatan bisnis di China. Daimler juga ingin merealisasikan agenda besar pengembangan kendaraan listrik pada akhir tahun ini.

Lantas bagaimana perjuangan Daimler untuk mencapai posisi tersebut? Pada Kamis (3/9/2020) hari ini, Warta Ekonomi siap mengulas kisah perjalanan perusahaan raksasa asal Jerman itu. Dikutip dan diolah dari berbagai sumber, kami sajikan uraian tersebut menjadi artikel sebagai berikut.

Asal-usul Daimler AG dimulai pada 1886 ketika Carl Benz dan Gottlieb Daimler masing-masing menciptakan kendaraan penumpang secara independen. Benz sukses merakit mobil yang ia beri nama Patent-Motorwagen di Mannheim, sedangkan Daimler di Stuttgart menciptakan Daimler Motorized Carriage. 

classic_historie_geschichte_1884_gottliebdaimler_3400x1440.jpeg

Benz dan Daimler kemudian mendirikan perusahaannya masing-masing Benz & Cie. pada 1886 dan Daimler Motoren-Gesellschaft (DMG) pada 1896. 

Mesin berbahan bakar bensin pertama yang dikembangkan oleh Carl Benz adalah unit satu silinder dua langkah yang dijalankan pertama kali pada Malam Tahun Baru 1879. Benz memiliki begitu banyak kesuksesan dengan mesin ini sehingga dia dapat mencurahkan lebih banyak waktu untuk mimpinya menciptakan mobil ringan yang didukung oleh mesin bensin dengan sasis dan mesin membentuk satu kesatuan.

Benz menyelesaikan kendaraan dua tempat duduk bermesin empat langkah silinder tunggal pada 1885. Mesin itu berkecepatan tinggi dan dipasang secara horizontal di bagian belakang, rangka baja tubular, roda diferensial, dan tiga roda dengan ujung kawat. 

Antara 1886 itu, Benz duduk mengendarai kendaraannya untuk mengitari jalan setapak di samping pabrik kecilnya. Sementara istri dan para pekerjanya berdiri menyaksikan di dekatnya. Mobil itu memiliki tiga roda dengan kecepatan kira-kira 10 mil per jam. 

Peristiwa itu kemudian membuat mobil ciptaan Benz dengan cepat dikenal. Selain itu berkat kualitas bahan dan konstruksinya, banyak orang menyukai roda empatnya. 

classic_historie_geschichte_1886_motorwagen_2560x2560.jpeg

Pada 29 Januari 1886, Benz mengajukan paten untuk kendaraan bertenaga mesin miliknya. Paten dapat dianggap sebagai akta kelahiran mobil. Pada Juli 1886, surat kabar memberitakan tentang peluncuran pertama mobil Benz Patent Motor Car roda tiga, model no. 1.

Benz menjalankan perusahaannya dibantu oleh 50 karyawan pada 1888. Dua tahun kemudian dia mulai merakit kendaraan roda empat. 

Baca Juga

Tag: Daimler AG, Perusahaan Raksasa

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Regis Duvignau

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68