Portal Berita Ekonomi Kamis, 01 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup tertahan pada level 23.185.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,10% pada level 2.493.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,50% pada level 5.895.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yuan pada level 6,7910 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,30% terhadap Dollar AS pada level 14.835 IDR/USD.

Pembatalan Rencana Israel Caplok Tepi Barat Masih Buram Gegara...

Pembatalan Rencana Israel Caplok Tepi Barat Masih Buram Gegara...
WE Online, Abu Dhabi -

Kesiapan Israel membatalkan rencana pencaplokan Tepi Barat menyusul tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) masih buram. Palestina dengan cermat menemukan ketidakpastian hal tersebut melalui keterangan pers trilateral yang dirilis Israel, UEA, dan Amerika Serikat (AS) pada Senin (31/8/2020) lalu.

Delegasi Israel dan AS telah mengunjungi UEA untuk menuntaskan kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik. Pasca-pertemuan, ketiga negara merilis keterangan pers dalam dua bahasa, yakni Arab dan Inggris. Dalam siaran pers berbahasa Inggris disebutkan bahwa kesepakatan UEA-Israel telah "menyebabkan penangguhan rencana Israel untuk memperpanjang kedaulatannya".

Baca Juga: Analis Sebut AS Terindikasi Coba Cegah Israel Caplok Tepi Barat

Namun, versi berbahasa Arab yang dipublikasikan Emirates News Agency, dikatakan bahwa "kesepakatan (dengan UEA) telah menyebabkan rencana Israel mencaplokan tanah Palestina dihentikan". Perbedaan diksi "penangguhan" dan "penghentian" yang tercantum dalam dua keterangan pers berbeda bahasa itu pun disoroti warga Palestina.

"Bandingkan diri Anda dengan dua versi; penangguhan perpanjangan kedaulatan, bukan penghentian aneksasi tanah Palestina," kata Sekretariat Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat pada Selasa (1/9/2020) lalu.

Kepala perencanaan kebijakan dan kerja sama internasional di Kementerian Luar Negeri UEA Jamal Al-Musharakh mengatakan perbedaan kata-kata itu hanyalah masalah terjemahan.

"Jika ada yang bisa memikirkan sinonim yang lebih baik daripada 'Eeqaf' (berhenti) untuk 'menangguhkan', tolong beri tahu saya. Salah satu prasyarat dimulainya hubungan bilateral adalah penghentian aneksasi," ujar Musharakh.

Anggota Komite Eksekutif PLO Hanan Ashrawi berpendapat perbedaan diksi dalam keterangan pers trilateral itu merupakan upaya "lidah bercabang" untuk mempengaruhi opini publik di dunia Arab.

"Saya tidak berpikir ini adalah masalah penerjemahan, saya pikir ini adalah cara yang tidak jujur untuk mencoba memanipulasi wacana," katanya.

Ashrawi menilai terjemahan berbahasa Arab adalah cara menyesatkan opini publik Arab dengan mengatakan bahwa rencana pencaplokan telah dihentikan. "Padahal sebenarnya mereka menangguhkannya," ucapnya.

Gedung Putih menolak mengomentari komunike trilateral tersebut. Namun, sumber AS yang mengetahui masalah tersebut mengatakan Gedung Putih tidak bertanggung jawab atas terjemahan berbahasa Arab. Saat Israel dan UEA mencapai kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik pada 13 Agustus lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan "aneksasi sudah tak mungkin dilakukan".

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Israel, Aneksasi Israel, Palestina, Timur Tengah

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Mohamad Torokman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,985.92 3,946.15
British Pound GBP 1.00 19,342.80 19,147.38
China Yuan CNY 1.00 2,201.89 2,179.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,950.38 14,801.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,729.89 10,621.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.13 1,909.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,963.10 10,853.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,550.25 17,369.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,608.59 3,568.38
Yen Jepang JPY 100.00 14,170.98 14,028.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4970.094 100.055 707
2 Agriculture 1167.701 30.233 24
3 Mining 1351.537 19.514 47
4 Basic Industry and Chemicals 725.653 16.142 80
5 Miscellanous Industry 843.234 22.937 53
6 Consumer Goods 1841.415 12.461 60
7 Cons., Property & Real Estate 343.048 2.431 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.016 39.071 79
9 Finance 1067.435 27.672 94
10 Trade & Service 631.891 0.682 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 163 220 57 34.97
2 OKAS 109 147 38 34.86
3 DPUM 56 75 19 33.93
4 KPAS 57 76 19 33.33
5 TRUK 137 175 38 27.74
6 ESIP 143 178 35 24.48
7 ARGO 1,650 2,000 350 21.21
8 HOMI 790 955 165 20.89
9 SKBM 264 318 54 20.45
10 MTPS 308 370 62 20.13
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 100 93 -7 -7.00
2 BALI 1,000 930 -70 -7.00
3 PCAR 372 346 -26 -6.99
4 TIRA 264 246 -18 -6.82
5 SOHO 8,875 8,275 -600 -6.76
6 WOWS 89 83 -6 -6.74
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 DART 238 222 -16 -6.72
9 INTA 238 222 -16 -6.72
10 AIMS 149 139 -10 -6.71
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,560 2,750 190 7.42
2 TOWR 1,035 1,060 25 2.42
3 BBRI 3,040 3,160 120 3.95
4 KBAG 94 88 -6 -6.38
5 FIRE 282 312 30 10.64
6 DEAL 226 234 8 3.54
7 KAEF 2,890 3,180 290 10.03
8 BRPT 790 830 40 5.06
9 KLBF 1,550 1,610 60 3.87
10 BRIS 750 795 45 6.00