Portal Berita Ekonomi Minggu, 27 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Pendapatan Merosot 90%, Garuda Tertolong Penerbangan Domestik

Pendapatan Merosot 90%, Garuda Tertolong Penerbangan Domestik
WE Online, Jakarta -

Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Ade R Susardi, menyampaikan bahwa maskapai Garuda Indonesia masih tertolong penerbangan domestik pada masa pandemi meskipun pendapatan sempat merosot hingga 90%.

"Masing untung, kita punya pasar domestik yang cukup kuat dan besar. Walaupun di internasional banyak kendala, di domestik kita sudah mulai bangkit kembali," ujar Ade dalam diskusi daring, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga: Masih Pandemi, Garuda Optimis Balik Pendapatan 40% Akhir 2020

Ade menjelaskan, untuk penerbangan internasional terdapat sejumlah pembatasan perjalanan (travel restrictions) di beberapa negara yang menyebabkan penghentian sementara operasional. Meskipun saat ini Garuda masih terbang ke sejumlah rute internasional, seperti Belanda, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Australia, frekuensi penerbangan dipangkas yang semula Jakarta-Amsterdam enam kali seminggu, saat ini satu kali seminggu.

"Untuk penerbangan ke Sidney, Australia penumpang dibatasi hanya 50 orang yang boleh masuk ke negara tersebut karena aturan setempat," ujar Ade.

Ade mengungkapkan, berdasarakan survei yang dilakukan Garuda, sebanyak 73% masyarakat menyatakan minatnya untuk kembali terbang saat ini hingga enam bulan ke depan, 65% menyatakan perlu terbang sampai Desember 2020.

"Tapi yang benar-benar beli tiket hanya 12%. Hal ini juga yang kita lihat sebagai satu kendala, ingin, tapi enggak yakin karena situasinya ragu; takut dokumen kurang atau perlu persiapan PCR, rapid test, di mana tempat melakukannya tes cepat; PCR, apakah di tempat tujuan harus dilakukan juga, ini complicated," ucap Ade.

Selain itu, masih banyak masyarakat memilih jalur darat untuk bepergian di Pulau Jawa karena didukung infrastruktur jalan tol yang memadai.

"Untuk traveling di Pulau Jawa bisa dilakukan darat, masih ada yang lebih memilih ke Jateng atau Jatim dengan darat karena jalan tol bagus dan enggak susah dengan dokumen perjalanan. Ini yang perlu edukasi, travel di udara sebenarnya aman, tapi harus sesuai dengan protokol kesehatan," ujar Ade.

Garuda Indonesia mencatat pada Mei lalu sempat terjatuh ke jurang terdalam, yakni hanya mengoperasikan 30 penerbangan dalam sehari yang separuhnya adalah penerbangan kargo. Namun, kondisi berangsur membaik yang pada pekan lalu saat libur panjang sempat mengoperasikan 170 penerbangan dengan jumlah 9.000 penumpang per hari.

"Sekarang rata-rata 7.000 sampai 8.000 per hari. Kita harapkan semua menjadi lebih baik, jumlah penumpang lebih banyak, hal itu yang bisa menyelamatkan Garuda ke depan," ujar Ade.

Baca Juga

Tag: indonesia air transport, Maskapai Penerbangan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: F. Lancelot

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68