Portal Berita Ekonomi Sabtu, 31 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,95% pada level 24.107.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 2,56% pada level 2.267.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 1,52% pada level 22.977.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 1,47% pada level 3.224.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,99% pada level 2.426.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,22% pada level 5.569.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,32% terhadap Yuan pada level 6,6933 CNY/USD.

1,4 Juta Hektare Lahan Disiapkan untuk Lumbung Pangan

1,4 Juta Hektare Lahan Disiapkan untuk Lumbung Pangan
WE Online, Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menemui Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin untuk menyampaikan progres pembangunan lumbung pangan (food estate) di Kediaman Dinas Wapres, pada Kamis (3/9/2020).

Prabowo mengatakan, masalah ketahanan pangan menjadi kekhawatiran setiap negara di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Menurut dia, setiap negara saat ini berupaya mencari pengetahuan bagaimana mengatasi apabila terjadi krisis pangan, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Stok Pangan Aman & Harga Stabil, Kemendag Klaim Cepat Tanggap

Terlebih, saat ini masyarakat Indonesia sangat bergantung pada beras sehingga perlu solusi bagaimana hal ini harus dihentikan dan diversifikasi.

"Satu koma empat (1,4) juta hektare lahan di berbagai daerah di Indonesia telah siap untuk dijadikan lumbung pangan. Sebagian untuk beras dan sebagian nonberas, mulai dari singkong, sagu, sorgum, jagung, dan lain-lain. Saya perkirakan pada awal tahun 2021 sudah dapat mulai dilakukan penanaman," kata Ketua Umum Gerindra itu.

Prabowo melanjutkan bahwa investasi pangan ini akan berangkat dari dana negara. Setelah dipancing dengan dana negara, berikutnya akan dilanjutkan dengan dana-dana dari investasi. Menurutnya, ada beberapa negara yang telah tertarik dengan konsep ini, seperti Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Tiongkok.

"Mereka tertarik untuk berinvestasi di sektor pangan ini karena ke depan diprediksi negara-negara akan saling berebut pangan sehingga dimungkinkan Indonesia bisa kolaborasi," ucapnya.

Adapun beberapa daerah yang siap untuk dijadikan lumbung pangan di antaranya Kalimantan Tengah, Merauke, Bangka Belitung, dan Jambi.

Baca Juga

Tag: Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Maruf Amin, Pangan

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Aji Styawan

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10