Portal Berita Ekonomi Sabtu, 26 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Muncul Isu Video Mesum hingga Kasus Korupsi di Pilkada Lamongan

Muncul Isu Video Mesum hingga Kasus Korupsi di Pilkada Lamongan
WE Online, Jakarta -

Tensi politik di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur makin panas jelang perhelatan Pilkada Serentak pada 9 Desember mendatang. Selain orkestrasi politik para kandidat, beragam isu juga mencuat. Mulai dari skandal asmara hingga kasus dugaan korupsi.

Perilaku dan rekan jejak para kandidat menjadi perbincangan hangat warganet Lamongan, Jumat (4/9/2020). Seperti postingan dar.woto.108 di akun Facebook. Dia mengunggah tulisan berjudul “Saling Lapor Antar Calon”. Dalam  unggahannya dia menuliskan aksi saling menjatuhkan para kandidat. Isu yang diusung masalah video asusila dan kasus dugaan korupsi.

Baca Juga: Pilkada Surabaya adalah Bukti Bisikan Risma Lebih Didengar Mega

“Ada kubu yang berstatement dan melaporkan bahwa kandidat lain telah melakukan tindak asusila dan perbuatan tercela. Satunya lagi melaporkan karena adanya dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Kas Bank Daerah dan kredit fiktif oleh Bank Daerah Lamongan”.

Pilkada Lamongan pada 9 Desember mendatang diprediksi bakal diikuti tiga pasangan. Yaitu, Yuhronur Effendi - KH. Abdul Rouf, Kartika Hidayati - Saim, dan Suhandoyo - Muhammad Suudin. Hingga kini belum ada satu pun yang resmi mendaftar ke KPUD Lamongan. 

Dua kandidat pertama berangkat dari jalur partai, sementara pasangan terakhir dari jalur independen. Mulai masuknya tahapan pendaftaran membuat perbincangan tentang Pilkada semakin intens.

Tak heran unggahan dar.woto.108 di atas langsung disambut antusias warganet. Adu argumen pun saling bersahutan di kolom komentar dan dibagikan hingga ratusan kali. 

Warganet lainnya, mashuri.jailan juga menuliskan unggahan serupa. 

Dia bertanya tentang kabar yang santer beredar tentang adanya salah satu kandidat yang tersandung masalah asusila. Begitu pula tentang dugaan korupsi kandidat lainnya. 

“Jangan sampai ada calon pemimpin yang rusak moralnya. Calon semacam itu jangan dipilih, karena bisa merusak sebuah tatanan yang ada,” tulisnya.

Sementara netizen dengan akun yono.berkah.121 tak mau ketinggalan. Dia mempertanyakan kasak-kusuk tentang para kandidat di jagat maya.

“Apa benar ada salah satu kandidat di Pilkada Lamongan yang dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Bank Daerah Lamongan (BDL)? Apa benar ada salah satu kandidat yang diduga berperilaku tercela dan melakukan perbuatan asusila?. Mari kita jaga kualitas dan martabat Pilkada Lamongan. Masyarakat tentu berharap dan benar-benar nantinya memilih pemimpin yang berkualitas, tepat, dan tegas beserta berbasis kerakyatan. Bukan yang cacat moral!!”

Para kandidat masih berebut rekomendasi partai sebelum daftar ke KPUD Lamongan. Dari total 50 kursi di DPRD Lamongan, PKB memiliki 10 kursi, disusul Partai Demokrat 9 kursi, PDI-P8 kursi, PAN 7 kursi, Golkar 6 kursi, Gerindra 4 kursi, PPP 3 kursi, kemudian NasDem, Perindo dan Hanura masing-masing 1 kursi. Masing-masing partai atau gabungan partai baru bisa mengusung kandidat dengan syarat mengantongi 10 kursi.

Baca Juga

Tag: Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Pornografi, video, Lamongan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Facebook

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68