Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,82% pada level 23.311.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 2,59% pada level 2.272.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,11% pada level 23.087.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,72% pada level 3.223.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,99% pada level 2.456.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,77% pada level 5.853.
  • 16:11 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,23% terhadap Yuan pada level 6,82 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,51% terhadap Dollar AS pada level 14.890 IDR/USD.

Polemik Puan Maharani di Sumbar, Ahli: Bakal Panjang Urusannya

Polemik Puan Maharani di Sumbar, Ahli: Bakal Panjang Urusannya
WE Online, Jakarta -

Kontroversi ucapan "semoga Sumbar menjadi provinsi yang mendukung Pancasila" dari Puan Maharani masih berlanjut. Untuk mengatasi itu, PDIP kini mengggaungkan kampanye "Puan Berdarah Minang".

Hingga kemarin, Puan belum angkat bicara soal ucapannya yang menuai polemik ini. Namun, sejumlah kader Banteng rame-rame angkat suara membela putri Megawati Soekarno Putri tersebut.

Salah satunya, Arteria Dahlan. Anggota DPR dari Fraksi PDIP ini yakin, Puan tidak bermaksud menghina orang Sumbar. "Harusnya orang Minang, menjaga Puan. Beliau aset, sekaligus kebanggaan orang Minang. Harus kita jaga. Kan harusnya orang Minang bangga, khususnya perempuan Minang, punya Ketua DPR pertama kalinya yang perempuan, dan perempuan Minang pula," kata Arteria dalam keterangan resminya, kemarin.

Baca Juga: Duh, Bareskrim Tolak Laporan Terkait Puan Maharani Gegara...

Baca Juga: Nasib Kontestasi Politik di Pilkada Sumatera Barat Gegara Puan

Dari mana darah Minang itu mengalir? Arteria menjelaskan, bapaknya Puan, yakni Taufiq Kiemas memiliki gelar Datuk Basa Batuah dari Kabupaten Tanahdatar, Sumbar. Begitu juga ibunya, Megawati. Putri Bung Karno ini juga dianugerahi gelar adat, Puti Reno Nilam.

Arteria lantas mengenang Kiemas. Katanya, eks Ketua MPR 2009-2014 itu selalu bangga menyandang status Minang. Pernyataan ini pun sering diucapkan Kiemas dalam berbagai kesempatan. Saking berpihaknya, Kiemas dan Megawati Soekarnoputri banyak memasukkan orang Minang di posisi partai, ekskutif, dan legislatif.

Dia pun mengungkapkan, banyak tokoh asal Minang yang saat ini menjabat di TNI dan Polri berkat bantuan Kiemas. "Bisa ditanyakan ke Pak Doni Monardo Kepala BNPB, dan Pak Boy Rafly Kepala BNPT, para menteri maupun kepala lembaga, dan lainnya," kata pria yang juga Wakil Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Karena itu, Arteria mengaku sedih, bila kemudian Puan dihujat. Anggota Komisi III DPR ini meminta warga Minang menahan diri, tidak terpecah akibat pernyataan Puan. "Kita harus belajar, bagaimana suku-suku lain mencoba menjaga anggota sukunya satu sama lain, saling melindungi, saling menjaga, dan mengedepankan persatuan untuk kemajuan bersama," imbuhnya.

Pembelaan juga datang dari Ketua DPD PDIP Sumbar, Alex Indra Lukman. Menurutnya, Puan tidak bermaksud menyakiti orang Minang. Pernyataan itu tak lebih dari instruksi kepada kader banteng agar memperjuangkan nilai-nilai Pancasila. Terlebih, pernyataan itu sebenarnya muncul saat rapat internal.

Salah satu agenda rapat virtual saat itu adalah mengumumkan pasangan kepala daerah yang akan diusung PDIP pada Pilkada 2020 di Indonesia termasuk di dua kota, 11 kabupaten dan tingkat provinsi di Sumbar. Yakni calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar beserta calon kepala daerah di Kabupaten Solok, Tanahdatar, dan Pesisir Selatan beserta sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

“Mbak Puan sebenarnya tengah menugaskan kami, jajaran pengurus PDI Perjungan di Sumatera Barat, untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila, terutama soal musyawarah dan mufakat yang berasal dari kearifan lokal masyarakat Minang," ungkap Alex.

Dia mengatakan, rumusan Pancasila dari Bung Karno merupakan keanekaragaman ajaran agama, budaya, dan adat istiadat Nusantara, termasuk dari Ranah Minang. Salah satu butir Pancasila yang berasal dari nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Minangkabau, terangkum dalam Sila ke-4 yang berbicara tentang musyawarah dan mufakat.

Alex pun meminta masyarakat Sumbar memahami suasana kebatinan rapat internal partai yang digelar secara terbuka itu. “Ranah Minang adalah bumi Pancasila. Tidak mungkin memisahkan Pancasila dan Minangkabau beserta tokoh-tokohnya terhadap perjalanan bangsa ini,” cetusnya.

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, sikap PDIP seperti itu justru akan membuat persoalan ini akan berlarut-larut. "Ini bisa berkepanjangan polemiknya. Kan pilkada-nya aja Desember. Pasti digoreng terus sampai pilkada," ulasnya, saat dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Menurut Hendri, keliru jika mengkampanyekan Puan memiliki darah Minang bisa menyelesaikan ini. Seharusnya, jika menganggap dirinya negarawan, Puan lebih baik minta maaf langsung ke orang Minang. Terlebih warga Sumbar terkenal keramahtamahannya.

Pendiri lembaga survei Kedai Kopi ini menganggap penting persoalan Puan dan Sumbar. Mengingat, jabatan Ketua DPR yang saat ini melekat. Bahkan lebih penting lagi, bahwa persoalan ini salah satu ujian Puan sebagai suksesor Megawati sebagai Ketua Umum PDIP.

"Ini kan juga mengangkut siapa yang akan menggantikan Megawati nantinya. Kalo Puan gak cepat selesaikan, bisa saja PDIP justru ke Prananda Prabowo. Kalo masalah beginian saja gak bisa diselesaikan sama Puan. Sudah minta maaf. Orang Ketua DPR, datanglah ke sana, Sumbar," pungkasnya.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani, Partai Politik

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,005.48 3,965.52
British Pound GBP 1.00 19,107.21 18,915.60
China Yuan CNY 1.00 2,203.70 2,181.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,023.75 14,874.26
Dolar Australia AUD 1.00 10,603.76 10,496.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.55 1,919.19
Dolar Singapura SGD 1.00 10,941.48 10,831.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,522.20 17,343.39
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,604.55 3,564.40
Yen Jepang JPY 100.00 14,249.98 14,106.85
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4842.756 -75.199 707
2 Agriculture 1114.498 -32.542 24
3 Mining 1309.152 -26.578 47
4 Basic Industry and Chemicals 692.079 -9.599 80
5 Miscellanous Industry 834.567 -6.410 53
6 Consumer Goods 1806.077 -30.409 60
7 Cons., Property & Real Estate 338.423 -1.783 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 798.938 -15.341 79
9 Finance 1040.721 -17.068 94
10 Trade & Service 618.909 -8.141 175
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 74 92 18 24.32
2 FIRE 162 200 38 23.46
3 LRNA 127 149 22 17.32
4 BOSS 81 92 11 13.58
5 DFAM 326 370 44 13.50
6 DEAL 141 160 19 13.48
7 DAYA 520 590 70 13.46
8 CENT 130 143 13 10.00
9 PLIN 2,500 2,740 240 9.60
10 GGRP 302 330 28 9.27
No Code Prev Close Change %
1 NFCX 1,945 1,810 -135 -6.94
2 AMIN 260 242 -18 -6.92
3 SKBM 318 296 -22 -6.92
4 SOHO 12,650 11,775 -875 -6.92
5 ENZO 87 81 -6 -6.90
6 DMMX 175 163 -12 -6.86
7 TINS 730 680 -50 -6.85
8 MTPS 438 408 -30 -6.85
9 AKSI 380 354 -26 -6.84
10 DOID 234 218 -16 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,080 3,030 -50 -1.62
2 FIRE 162 200 38 23.46
3 BBCA 27,525 27,225 -300 -1.09
4 DEAL 141 160 19 13.48
5 BBNI 4,420 4,330 -90 -2.04
6 PURA 136 138 2 1.47
7 BMRI 5,200 5,075 -125 -2.40
8 TLKM 2,800 2,730 -70 -2.50
9 PGAS 1,005 960 -45 -4.48
10 BRIS 750 725 -25 -3.33