Portal Berita Ekonomi Senin, 21 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kisah Perusahaan Raksasa: AT&T, Telkom Terkaya dari AS

Kisah Perusahaan Raksasa: AT&T, Telkom Terkaya dari AS
WE Online, Jakarta -

Industri telekomunikasi tengah memanen durian runtuh di tengah pandemi Covid-19. Bagaimana tidak, sektor bisnis tersebut mendapat berkah sejak maraknya aktivitas belajar dari rumah, bekerja dari rumah (work from home), dan beribadah dari rumah.

Tren ini terjadi ketika pemerintah menerapkan pembatasan sosial dan menganjurkan masyarakat banyak melakukan aktivitas dari rumah. Dengan demikian, pandemi Covid-19 telah memaksa terminologi normal baru bagi masyarakat di Indonesia, yang menciptakan paradigma baru dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari pekerjaan dan kegiatan rekreasi, hingga aktivitas pembelajaran.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Ping An, Asuransi Kebanggaan China

Di dalam negeri, pandemi Covid-19 pada gilirannya meningkatkan aktivitas penggunaan internet oleh masyarakat. Kegiatan yang ramai-ramai dilakukan itu nyatanya berdampak pada lonjakan trafik data internet sebesar 10 sampai 30 persen. Peningkatan lalu lintas internet paling besar untuk aplikasi belajar daring (online) dan aplikasi layanan video-conference untuk melakukan rapat daring. 

Lonjakan lalu lintas data secara tiba-tiba membuat pemain industri telekomunikasi sendiri perlu memastikan pemantauan lalu lintas yang efisien. Optimalisasi kinerja jaringan telekomunikasi menjadi fokus utama bisnis telekomunikasi, sedangkan analisis, prediksi, serta pengaturan terkait pola pengiriman data yang dikirimkan melalui jaringan menjadi semakin penting.

Kekebalan bisnis teknologi informasi dan komunikasi ini diamini oleh ekonom Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat, dikutip Warta Ekonomi dari Antara. Acuviarta Kartabi mengatakan sektor telekomunikasi tumbuh sebesar 9,81 persen. 

Hal itu sejalan dengan kinerja positif PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero). BUMN tersebut sukses mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional dengan membukukan laba bersih Rp18,66 triliun pada 2019. Rinciannya, pendapatan bisnis seluler dan pendapatan IndiHome menanjak naik masing-masing 23,1 persen dan 28,1 persen. 

Sementara itu di mancanegara, International Finance Corporation (IFC) melaporkan banyak operator seluler hingga pusat data (data center) di global mencatatkan lonjakan pada lalu lintas datanya, hingga pertengahan 2020. Alhasil, sektor telekomunikasi berkinerja baik dibanding sektor lainnya. 

https%3A%2F%2Fwww.history.com%2F.image%2FMTU3ODc3NjU2MjA1MDc1Nzg1%2Fthis-day-in-history-03071876---alexander-graham-bell-patents-the-telephone.jpg

Meski begitu, bisnis sektor telekomunikasi masih tak dapat dipisahkan dari gangguan-gangguan jangka pendek dan menengah. Elemen itu meliputi dampak ekonomi makro umum dan pembatasan distribusi waktu siar. 

Sebagai contoh, raksasa telekomunikasi dunia asal Amerika Serikat (AS), AT&T Inc., terpantau memiliki kinerja relatif stabil. Pendapatan perusahaan multinasional AS itu meningkat 6,1 persen sebesar 181,2 juta dolar AS, tetapi laba bersihnya turun 28 persen yaitu 13,9 juta dolar AS, pada 2020. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai situasi di antaranya biaya merger, biaya peniun karyawan, dan perubahan nilai beberapa aset.

AT&T memang tidak mencatatkan kinerja sempurna di saat kondisi dunia dilanda pandemi virus corona. Tapi, dengan hasil tersebut, posisi perusahaan raksasa itu rupanya masih naik tiga peringkat dari nomor 25 ke urutan 22 pada 2020. 

Dengan gambaran di atas, menarik kiranya jika Warta Ekonomi kali ini, Senin (7/9/2020), mengulas perjalanan AT&T sebagai raksasa telekomunikasi dunia. Dikutip dan diolah dari berbagai sumber, kami sajikan uraian tersebut menjadi artikel sebagai berikut. 

Rekam jejak raksasa telekomunikasi dunia, American Telephon and Telegraph Company atau pendeknya AT&T, bisa dilacak ketika telepon pertama kali ditemukan oleh Alexander Graham Bell pada 1876. Bell kemudian mendirikan Bell Telephone Company bersama Gardiner C. Hubbard dan Thomas Sanders setelah Bell mendapatkan paten pada perangkat ciptaannya sejak 1877. 

0119_Circa_JekyllIslandMuseum_courtesy-1.jpg

Tahun berikutnya, perusahaan Bell terlibat dalam persaingan dengan perusahaan telegraf terkemuka, Western Union Company, untuk mengembangkan layanan telepon di AS. Manajer umum di perusahaan Bell, Theodore N. Vail mewakili perusahaannya untuk memimpin pertarungan hak paten dengan rivalnya itu. 

Dewi Fortuna memihak Bell. Western Union yang saat itu terlibat dalam sengketa kendali dengan Vanderbilt dan Jay Gould, akhirnya setuju menyerahkan semua paten dan klaim untuk telepon dan fasilitasnya kepada Bell dan rekannya. Gugatan paten itu diselesaikan di luar pengadilan pada 1879. Western Union meninggalkan bisnis telepon dan menjual sistem 56.000 telepon di 55 kota ke Bell.

Baca Juga

Tag: Perusahaan Raksasa, AT&T Inc

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Rick Wilking

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59