Portal Berita Ekonomi Senin, 21 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 23.950.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,95% pada level 2.389.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,63% pada level 3.316.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,59% pada level 2.483.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 3,08% pada level 5.822.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 6,77 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.700 IDR/USD.

Ya Tuhan, Jumlah Pasien Covid-19 di Gaza Melonjak

Ya Tuhan, Jumlah Pasien Covid-19 di Gaza Melonjak
WE Online, Gaza -

Wabah Covid-19 di Jalur Gaza semakin meluas. Wilayah yang diblokade itu melaporkan 162 kasus baru virus Corona pada Minggu (6/9/2020).

Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan, saat ini wilayah tersebut memiliki 969 kasus terkonfirmasi, termasuk tujuh kematian, dan 89 pasien pulih. "Jumlah kasus aktif di Gaza naik menjadi 873," katanya, dikutip laman Middle East Monitor.

Baca Juga: Israel Kerahkan Tank-Tank Tempur ke Jalur Gaza

Kementerian Kesehatan Gaza menyerukan warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab hanya dengan menerapkan hal tersebut penyebaran kasus dapat dibendung.

Situasi di Gaza memanas belum lama ini akibat pertempuran Israel dengan Hamas. Hal itu dipicu oleh balon api yang diterbangkan dari Gaza ke wilayah Israel.

Balon-balon tersebut telah menyebabkan lebih dari 400 kebakaran di wilayah Israel selatan. Tak hanya menyerang situs-situs Hamas, Israel pun memperketat blokade terhadap Gaza, termasuk menyetop pengiriman bahan bakar minyak.

Akibatnya satu-satunya pembangkit listrik di Gaza berhenti beroperasi. Situasi tersebut disorot oleh PBB karena aliran listrik sangat dibutuhkan, terutama untuk pelayanan kesehatan.

Koordinator Khusus PBB untuk Perdamaian Timur Tengah Nikolay Mladenov menyambut keputusan Hamas dan Israel yang akhirnya bersedia menyepakati gencatan senjata.

"Saya menyambut kesepakatan untuk meredakan ketegangan di dan sekitar Gaza. Mengakhiri peluncuran perangkat pembakar dan proyektil, memulihkan listrik akan memungkinkan PBB untuk fokus menangani krisis Covid-19," kata Mladenov melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa (2/9/2020) pekan lalu, dikutip laman UN News.

Pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia (HAM) di Palestina Michael Lynk telah memperingatkan tentang bahaya penyebaran Covid-19 di Gaza.

"Sementara komunitas internasional telah menyediakan pasokan medis untuk menangani pandemi, Gaza kekurangan infrastruktur perawatan kesehatan, terutama mengenai kapasitas rumah sakit dan jumlah tenaga kesehatan, alat penguji dan peralatan pernapasan - untuk menangani wabah yang meluas,” katanya.

Warga Palestina di Gaza telah hidup di bawah blokade Israel selama 13 tahun. Hal itu menjadi penyebab terjadinya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Sebagian besar warga hidup dalam kemiskinan, tingkat pengangguran tinggi, dan akses terhadap layanan kesehatan terbatas.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Covid-19, Virus Corona, Gaza, Palestina

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/REUTERS/Mohammed Salem

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,944.92 3,905.57
British Pound GBP 1.00 19,170.50 18,978.28
China Yuan CNY 1.00 2,188.59 2,166.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,796.62 14,649.39
Dolar Australia AUD 1.00 10,825.21 10,716.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.27 1,890.20
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.77 10,800.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,553.23 17,374.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,600.15 3,560.00
Yen Jepang JPY 100.00 14,181.16 14,036.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15