Portal Berita Ekonomi Kamis, 01 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup tertahan pada level 23.185.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,10% pada level 2.493.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,50% pada level 5.895.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yuan pada level 6,7910 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,30% terhadap Dollar AS pada level 14.835 IDR/USD.

Revisi UU BI, DPR: Problem Kita di Sektor Fiskal Bukan Moneter

Revisi UU BI, DPR: Problem Kita di Sektor Fiskal Bukan Moneter
WE Online, Jakarta -

Badan Legislasi (Baleg) DPR mengebut proses revisi Undang Undang (UU) No 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI). Meski demikian, hal itu justru direspons negatif oleh pelaku pasar dan sejumlah kalangan.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, MH Said Abdullah, menegaskan, secara umum konstruksi draf revisi UU BI yang muncul ke publik masih dangkal lantaran belum menjawab tantangan ekonomi, terutama sektor keuangan nasional di masa yang akan datang. Dengan begitu, sangat wajar jika revisi UU BI ini direspons negatif dari para pelaku pasar dengan sentimen negatif terhadap nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Sri Mulyani Buka Suara: RUU Bank Indonesia Inisiatif DPR

"Bila kita cermati problema kita memang ada di sektor fiskal, rasio pajak stagnan malah turun. Kita mengalami deindustrialisasi, defisit perdagangan, membesarnya impor, terutama pangan dan energi, serta tingginya angka Incremental Capital Output Rasio (ICOR) bila dibandingkan dengan negara tetangga. Hal hal ini yang justru memberikan tekanan pada sektor moneter," ujar Said Abdullah di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Said menilai, momentum revisi UU BI ini tidak pas. Pasalnya, kondisi ekonomi nasional terancam resesi. Bahkan, resesi ini diperkirakan akan berjalan hingga tahun 2020 bila melihat pertumbuhan Covid-19 yang masih tinggi hingga positive rate menyentuh 18% per 1 September 2020 kemarin.

"Karena itu, saya berharap seluruh sumber daya kita dikerahkan untuk memulihkan ekonomi nasional yang bakal mengalami resesi," tegasnya.

Politisi Senior PDIP ini juga menilai beberapa pasal pengaturan di draf revisi UU BI ini malah berpotensi menimbulkan masalah baru. Misalnya, tentang keberadaan Dewan Moneter. Padahal, UU No 9 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK), Indonesia telah memiliki Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Bahkan, komposisi KSSK ini telah merepresentasikan kelembagaan sebagaimana yang dimaksud oleh Dewan Moneter dimana Menteri Keuangan adalah Koordinator KSSK.

"Jangkauan kewenangan KSSK malah tidak saja sektor moneter, tapi keseluruhan sektor keuangan yang berpotensi menimbulkan krisis sistem keuangan," terangnya.

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,985.92 3,946.15
British Pound GBP 1.00 19,342.80 19,147.38
China Yuan CNY 1.00 2,201.89 2,179.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,950.38 14,801.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,729.89 10,621.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.13 1,909.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,963.10 10,853.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,550.25 17,369.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,608.59 3,568.38
Yen Jepang JPY 100.00 14,170.98 14,028.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4970.094 100.055 707
2 Agriculture 1167.701 30.233 24
3 Mining 1351.537 19.514 47
4 Basic Industry and Chemicals 725.653 16.142 80
5 Miscellanous Industry 843.234 22.937 53
6 Consumer Goods 1841.415 12.461 60
7 Cons., Property & Real Estate 343.048 2.431 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.016 39.071 79
9 Finance 1067.435 27.672 94
10 Trade & Service 631.891 0.682 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 163 220 57 34.97
2 OKAS 109 147 38 34.86
3 DPUM 56 75 19 33.93
4 KPAS 57 76 19 33.33
5 TRUK 137 175 38 27.74
6 ESIP 143 178 35 24.48
7 ARGO 1,650 2,000 350 21.21
8 HOMI 790 955 165 20.89
9 SKBM 264 318 54 20.45
10 MTPS 308 370 62 20.13
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 100 93 -7 -7.00
2 BALI 1,000 930 -70 -7.00
3 PCAR 372 346 -26 -6.99
4 TIRA 264 246 -18 -6.82
5 SOHO 8,875 8,275 -600 -6.76
6 WOWS 89 83 -6 -6.74
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 DART 238 222 -16 -6.72
9 INTA 238 222 -16 -6.72
10 AIMS 149 139 -10 -6.71
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,560 2,750 190 7.42
2 TOWR 1,035 1,060 25 2.42
3 BBRI 3,040 3,160 120 3.95
4 KBAG 94 88 -6 -6.38
5 FIRE 282 312 30 10.64
6 DEAL 226 234 8 3.54
7 KAEF 2,890 3,180 290 10.03
8 BRPT 790 830 40 5.06
9 KLBF 1,550 1,610 60 3.87
10 BRIS 750 795 45 6.00