Portal Berita Ekonomi Jum'at, 02 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup tertahan pada level 23.185.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,10% pada level 2.493.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,50% pada level 5.895.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yuan pada level 6,7910 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,30% terhadap Dollar AS pada level 14.835 IDR/USD.

Turki Endus Kejanggalan Bantuan Militer Prancis buat Yunani

Turki Endus Kejanggalan Bantuan Militer Prancis buat Yunani
WE Online, Washington -

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, jadi salah satu pemimpin negara Eropa yang paling lantang menyuarakan perlawanan terhadap Turki. Tak segan, Macron mengerahkan kekuatan militer Prancis untuk mendukung Yunani yang tengah terlibat konflik wilayah dengan Turki.

Seperti yang dijelaskan dalam sejumlah berita sebelumnya, Prancis adalah negara pertama yang mengirim armada tempurnya ke Laut Mediterania Timur. Pengerahan pasukan dan kendaraan perang ke wilayah itu tak lain adalah untuk mendukung Turki untuk melawan Turki.

Baca Juga: Cemas Perang Pecah, Yunani Disokong Jet Dassault Rafale Prancis

Menurut laporan yang dikutip dari KNEWS, tepat pada Selasa (1/9/2020) lalu, Prancis resmi mengonfirmasi pengerahan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle. Dengan status siap tempur, kapal induk Charles de Gaulle membawa sejumlah pasukan termasuk jet-jet tempur canggih Dassault Rafale.

Di sisi lain, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sama sekali tak menunjukkan kekhawatiran. Meskipun, Yunani mendapat dukungan penuh dari Prancis dan sejumlah negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE). Dengan tegas, Erdogan menyatakan bahwa Turki takkan mundur sejengkal pun untuk mempertahankan wilayah kedaulatannya.

Sikap Erdogan ternyata tak salah. Pasalnya, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mencium adanya sebuah niat Prancis di balik dukungannya terhadap Yunani dalam konflik wilayah di Laut Mediterania Timur. Dugaan Cavusoglu ini ternyata tak lepas dari keterlibatan Turki dalam Perang Saudara Libya, yang sudah berlangsung sejak 2011.

Menurut laporan lain yang dikutip dari Libya Observer, Prancis di bawah komando Macron ternyata punya keinginan agar kelompok pemberontak, Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah pimpinan Marsekal Khalifa Haftar, bisa menumbangkan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) yang berbasis di Tripoli.

Seperti yang diketahui, Turki adalah negara yang terlibat dalam konflik di negara kawasan Maghrib Afrika Utara itu, dengan dukungannya terhadap GNA. Cavusoglu menduga bahwa perdamaian Turki dengan Rusia, akan membuat GNA semakin kuat dan Haftar semakin terpojok.

Oleh sebab itu, dengan dukungannya terhadap Yunani, Macron berharap Turki hanya akan memfokuskan perhatian di satu front saja. Dengan demikian, Haftar akan mampu merebut Tripoli dan mengakhiri pemerintahan GNA.

"Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menjadi histeris atas perkembangan dalam konflik Libya dan Suriah, serta perselisihan di perbatasan di Laut Mediterania Timur," ucap Cavusoglu.

Senada dengan Cavusoglu, Wakil Presiden Turki, Fuad Oktay, juga memandang Macron dan Prancis memiliki niat terselubung di balik dukungannya terhadap Yunani. Oktay dengan berani mengatakan Macron telah menghancurkan negaranya sendiri, dengan menunjukkan bahwa ia mendukung Singa LNA dan Haftar.

"Dia merusak negaranya dengan mencoba membuktikan dirinya, untuk mendukung Khalifa Haftar," ujar Oktay.

Untuk menyelesaikan perseteruan di Laut Mediterania Timur, Erdogan mengatakan siap menempuh jalur manapun. Baik dengan diplomasi, maupun perang sekalipun. Erdogan sangat yakin dengan kekuatan yang dimiliki di semua sektor, baik secara politik maupun militer.

"Mereka akan memahami bahasa politik dan diplomasi, atau di lapangan dengan konsekuensi yang menyakitkan. Turki memiliki kekuatan ekonomi, politik, dan militer untuk merobek peta dan dokumen tidak bermoral yang diberlakukan," ujar Erdogan dikutip dari Al Arabiya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Yunani, Turki, Mediterania, Prancis

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Bernadett Szabo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,985.92 3,946.15
British Pound GBP 1.00 19,342.80 19,147.38
China Yuan CNY 1.00 2,201.89 2,179.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,950.38 14,801.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,729.89 10,621.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.13 1,909.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,963.10 10,853.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,550.25 17,369.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,608.59 3,568.38
Yen Jepang JPY 100.00 14,170.98 14,028.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4970.094 100.055 707
2 Agriculture 1167.701 30.233 24
3 Mining 1351.537 19.514 47
4 Basic Industry and Chemicals 725.653 16.142 80
5 Miscellanous Industry 843.234 22.937 53
6 Consumer Goods 1841.415 12.461 60
7 Cons., Property & Real Estate 343.048 2.431 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.016 39.071 79
9 Finance 1067.435 27.672 94
10 Trade & Service 631.891 0.682 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 163 220 57 34.97
2 OKAS 109 147 38 34.86
3 DPUM 56 75 19 33.93
4 KPAS 57 76 19 33.33
5 TRUK 137 175 38 27.74
6 ESIP 143 178 35 24.48
7 ARGO 1,650 2,000 350 21.21
8 HOMI 790 955 165 20.89
9 SKBM 264 318 54 20.45
10 MTPS 308 370 62 20.13
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 100 93 -7 -7.00
2 BALI 1,000 930 -70 -7.00
3 PCAR 372 346 -26 -6.99
4 TIRA 264 246 -18 -6.82
5 SOHO 8,875 8,275 -600 -6.76
6 WOWS 89 83 -6 -6.74
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 DART 238 222 -16 -6.72
9 INTA 238 222 -16 -6.72
10 AIMS 149 139 -10 -6.71
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,560 2,750 190 7.42
2 TOWR 1,035 1,060 25 2.42
3 BBRI 3,040 3,160 120 3.95
4 KBAG 94 88 -6 -6.38
5 FIRE 282 312 30 10.64
6 DEAL 226 234 8 3.54
7 KAEF 2,890 3,180 290 10.03
8 BRPT 790 830 40 5.06
9 KLBF 1,550 1,610 60 3.87
10 BRIS 750 795 45 6.00