Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,82% pada level 23.311.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 2,59% pada level 2.272.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,11% pada level 23.087.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,72% pada level 3.223.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,99% pada level 2.456.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,77% pada level 5.853.
  • 16:11 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,23% terhadap Yuan pada level 6,82 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,51% terhadap Dollar AS pada level 14.890 IDR/USD.

New Normal, Ini 3 Trik Ampuh Agar Perusahaan Tetap Produktif

New Normal, Ini 3 Trik Ampuh Agar Perusahaan Tetap Produktif
WE Online, Jakarta -

Indonesia sedang dihadapi dengan tantangan dan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang terus bergejolak. Beradaptasi kepada gaya hidup digital menjadi salah satu upaya untuk menghadapi kenormalan baru yang dilakukan oleh masyarakat agar tetap dapat melanjutkan kesehariannya. Termasuk, di antaranya adalah bagaimana sebuah perusahaan mengelola cara kerja dan koordinasi secara digital.

Berdasarkan hasil penelitian Deloitte dalam laporanThe Digital Workplace, organisasi dengan jaringan sosial online yang kuat 7% lebih produktif daripada yang tidak, dengan 64.8% dari total populasi 264 juta penduduk Indonesia sudah terkoneksi internet (data: APJJI). Tren ini sejalan dengan peluang untuk melihat bahwa Covid-19 bukan hanya pandemi, melainkan akselerator modernisasi dan digitalisasi.

Baca Juga: TOP Corporate Award, Bukti Perusahaan Tumbuh Positif saat Pandemi

Seperti apa sebenarnya akselerator kerja pasca-Covid-19 dan bagaimana perusahaan dapat menyeimbangkan ketangkasan dan produktivitas selama situasi ini? Simak 3 upaya yang dapat dilakukan sebuah perusahaan untuk tetap menjaga efektivitas kerja dalam fase tatanan baru:

Mengimbangi Kapasitas Tenaga Kerja

Keamanan dan kesehatan karyawan menjadi prioritas utama dalam menghadapi pandemi Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pun sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2020 tentang pengaturan jam kerja pada masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di bulan Juni lalu.

Setelahnya, banyak perusahaan mulai menerapkan penyusunan dan penerapan pengaturan jam bekerja dengan membagi beberapa shift untuk mengimbangi kapasitas jumlah karyawan yang bekerja di kantor. Maka dari itu, memilih cara pengelolaan yang tepat penting untuk menjaga efektifikas perusahan dengan meminimalisasi kepentingan bertemu tatap muka.

Mengadaptasi penggunaan platform yang mampu menjadi pusat kontrol yang memungkinkan tahap kerja terotomasi seperti persetujuan, alur kerja, pengeluaran, dan data kehadiran dapat diintegrasikan dengan fitur Approval dan Attendance akan sangat membantu sistem kerja suatu perusahaan.

Terus Meningkatkan Pengetahuaan Tim

Dengan adaptasi gaya hidup digital dan bekerja secara remote, perusahaan harus tetap menjaga kesempatan karyawan dalam meningkatkan pengetahuaan dan ketrampilan sebuah tim. Webinar, virtual talkshow, dan virtual workshop menjadi salah satu yang sedang populer saat ini di kalangan masyarakat sebagai sarana untuk membagi edukasi dan konten informatif secara virtual.

Konferensi video adalah fitur pendukung yang penting untuk melakukannya. Fitur ini tidak hanya dapat mengganti peran meeting yang biasa dilakukan secara face-to-face, tetapi juga menyediakan inovasi baru bagi masyarakat untuk bangkit di tengah pandemi.

Lark, sebuah platform yang menyediakan berbagai fitur kolaborasi dalam sebuah platform yang saling terhubung, menghadirkan solusi mumpuni bagi masyarakat termasuk pengelolaan cara bekerja perusahaan dalam menghadapi fase new normal secara digital.

Fitur LarkVideo Calls, memungkinkan pengguna melakukan konferensi video secara gratis dan dapat menampung hingga 100 partisipan yang cocok dipergunakan untuk sesi webinar maupun workshop dalam sebuah perusahaan.

Fitur ini juga dilengkapi dengan magic share di mana pengguna dapat saling mengirim dokumen sekaligus mengeditnya secara bersamaan disaat melakukan video call sehingga kolaborasi dapat dijalani secara lebih interaktif dan efektif. Selain itu, Lark juga baru saja menghadirkan kemampuan untuk membuat video meeting livestream langsung pada Youtube dan Facebook.

Membangun Efisiensi Baru Melalui Teknologi

Komunikasi antarkaryawan adalah salah satu hal yang sering kali menjadi kendala, terutama bagi perusahaan dengan karyawan skala besar. PT Diamond Food Indonesia dengan lebih dari 7000 karyawan menjaga komunikasi dan kolaborasi bekerja di masa pandemi ini dengan membangun efisiensi baru melalui teknologi digital.

Melalui mitra Lark, Weefer, PT Diamond Food Indonesia mengimplementasikan Lark dalam manajemen pekerjaan dan mampu menyatukan komunikasi di seluruh organisasi dengan satu platform, menghindari kebutuhan akan platform komunikasi mandiri sehingga meningkatkan keamanan dalam berokomunikasi dan bertukar data.

Fitur komunikasi bisnis Lark juga memungkinkan manajer untuk berkomunikasi lebih baik dengan tim yang tersebar di seluruh daerah. Sementara, untuk pekerja di lapangan, aplikasi seluler Lark yang kuat memungkinkan karyawan untuk tetap terhubung dari mana saja.

"Lark telah menjadi game-changer bagi kami. Ini telah menjadi pusat komunikasi di seluruh perusahaan," ujar Joanito Iwan, Direktur IT, PT Diamond Food Indonesia.

Suryanto Lee, Senior Professional Service Consultant Lark, mengatakan, pada umumnya perusahaan harus bisa beradaptasi dengan cara bekerja digital, bukan semata karena situasi pandemi, melainkan juga mengikuti perkembangan teknologi dan kemajuan digital di era modern untuk dapat bekerja secara holistik.

"Jika kita selalu berdiam diri tanpa melakukan adaptasi terhadap perubahan, dapat dipastikan usaha yang kita kerjakan dapat dengan mudah digantikan oleh yang lain. Kemampuan adaptasi juga perlu didukung oleh komunikasi yang efektif. Untuk itu, Lark hadir dengan berbagai kemudahan untuk memastikan pekerjaan dapat dilaksanakan dengan efisien dan efektif," ungkapnya.

Lark merupakan inovasi cara kerja virtual yang mentransformasi cara berkolaborasi di tempat kerja dengan menggabungkan berbagai collaboration tools penting dalam satu platform yang saling terhubung.

Dengan menghadirkan fitur seperti grup chat yang bisa menjangkau hingga 5.000 orang, panggilan video tanpa batas hingga 100 peserta, dan penyimpanan cloud gratis hingga 200GB, memungkinkan para pengguna untuk berkolaborasi secara dinamis. Messenger, Konferensi Video, Docs & Sheets, Penyimpanan Cloud, Kalender, dan Mail yang terintergrasi menjadikan Lark pusat komunikasi yang efektif.

Selain itu, Lark juga tersedia 11 bahasa tampilan baru, selain bahasa Inggris, Jepang, dan China. Sederhana, kini pengguna dapat menikmati Lark dalam bahasa Indonesia, Portugis, Brasil, Prancis, Jerman, Hindi, Italia, Korea, Rusia, Spanyol, Thailand, dan Vietnam. Semua fitur tersebut terintegrasi dengan baik dalam sebuah aplikasi tunggal yang tersedia di Mac, PC, iOS, dan Android.

Baca Juga

Tag: Digital Economy, perusahaan indonesia, Bisnis, Lark

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,005.48 3,965.52
British Pound GBP 1.00 19,107.21 18,915.60
China Yuan CNY 1.00 2,203.70 2,181.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,023.75 14,874.26
Dolar Australia AUD 1.00 10,603.76 10,496.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.55 1,919.19
Dolar Singapura SGD 1.00 10,941.48 10,831.03
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,522.20 17,343.39
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,604.55 3,564.40
Yen Jepang JPY 100.00 14,249.98 14,106.85
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4842.756 -75.199 707
2 Agriculture 1114.498 -32.542 24
3 Mining 1309.152 -26.578 47
4 Basic Industry and Chemicals 692.079 -9.599 80
5 Miscellanous Industry 834.567 -6.410 53
6 Consumer Goods 1806.077 -30.409 60
7 Cons., Property & Real Estate 338.423 -1.783 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 798.938 -15.341 79
9 Finance 1040.721 -17.068 94
10 Trade & Service 618.909 -8.141 175
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 74 92 18 24.32
2 FIRE 162 200 38 23.46
3 LRNA 127 149 22 17.32
4 BOSS 81 92 11 13.58
5 DFAM 326 370 44 13.50
6 DEAL 141 160 19 13.48
7 DAYA 520 590 70 13.46
8 CENT 130 143 13 10.00
9 PLIN 2,500 2,740 240 9.60
10 GGRP 302 330 28 9.27
No Code Prev Close Change %
1 NFCX 1,945 1,810 -135 -6.94
2 AMIN 260 242 -18 -6.92
3 SKBM 318 296 -22 -6.92
4 SOHO 12,650 11,775 -875 -6.92
5 ENZO 87 81 -6 -6.90
6 DMMX 175 163 -12 -6.86
7 TINS 730 680 -50 -6.85
8 MTPS 438 408 -30 -6.85
9 AKSI 380 354 -26 -6.84
10 DOID 234 218 -16 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,080 3,030 -50 -1.62
2 FIRE 162 200 38 23.46
3 BBCA 27,525 27,225 -300 -1.09
4 DEAL 141 160 19 13.48
5 BBNI 4,420 4,330 -90 -2.04
6 PURA 136 138 2 1.47
7 BMRI 5,200 5,075 -125 -2.40
8 TLKM 2,800 2,730 -70 -2.50
9 PGAS 1,005 960 -45 -4.48
10 BRIS 750 725 -25 -3.33