Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,47% pada level 24.455.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,26% pada level 2.412.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,07% pada level 3.338.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,17% pada level 2.496.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,35% pada level 6.028.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,75 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,66% terhadap Dollar AS pada level 14.735 IDR/USD.

Pertamina, Ada Kabar Baik: Rekam Jejak Hyundai Engineering Co. Ltd (HEC) Bersih

Pertamina, Ada Kabar Baik: Rekam Jejak Hyundai Engineering Co. Ltd (HEC) Bersih
WE Online, Jakarta -

Rekam jejak Hyundai Engineering Co., Ltd (HEC) kembali diperbincangkan publik setelah perusahaan asal Korea Selatan tersebut dikabarkan akan mengikuti proses lelang (tender) proyek pembangunan komplek olefin dan polyolefin di Tuban milik PT Pertamina (Persero).

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan pihaknya masih perlu mengecek terlebih dahulu status hukum Hyundai Engineering Co., Ltd. Status hukum ini diperlukan karena Pertamina memiliki peraturan internal yang mewajibkan perseroan agar memiliki mitra kerja yang terbebas dari perkara hukum.

"Kami perlu mengecek terlebih dahulu," katanya ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga: Dongkrak Kinerja Keuangan, Pertamina Siapkan 9 Jurus

Meski demikian, berdasarkan informasi yang diterima Warta Ekonomi, Hyundai Engineering Co., Ltd memiliki rekam jejak bersih sehingga Pertamina tidak perlu ragu untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan multinasional tersebut.

Selama ini ada kekhawatiran di publik dan pihak Pertamina karena pernah ada kasus suap yang melibatkan Hyundai Engineering & Construction (HDEC). Padahal, Hyundai Engineering Co., Ltd dan HDEC merupakan dua entitas usaha yang berbeda.

Perlu diketahui, Hyundai Engineering & Construction (HDEC) pernah terjerat kasus dugaan suap proses perizinan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Cirebon. Dalam kasus tersebut, General Manager HDEC Herry Jung ditetapkan sebagai tersangka.

"HEJ, GM Hyundai Engineering & Construction diduga memberi hadiah atau janji kepada SUN selaku Bupati Cirebon Periode 2014-2019 terkait dengan perizinan," kata KPK dalam keterangan pers yang dirilis pada November 2019 di situs KPK.

KPK menjelaskan tersangka GM HDEC Herry Jung diduga memberi suap sebesar Rp6,04 miliar kepada SUN sebagai Bupati Cirebon periode 2014-2019 dari janji awal sebesar Rp10 miliar.

Pemberian dilakukan dengan cara membuat surat perintah kerja (SPK) fiktif dengan PT Milades Indah Mandiri (PT MIM) sehingga seolah-olah ada pekerjaan jasa konsultasi PLTU 2 Cirebon dengan kontrak sebesar Rp10 miliar.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) sedang menyiapkan pengembangan fasilitas Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur. Salah satu pengembangan yang akan dilakukan ialah dengan membangun pusat produksi olefin (olefin complex) di Tuban.

Pembangunan pusat produksi olefin merupakan bagian dari pengembangan jangka panjang dari TPPI. Oleh karena itu Pertamina sudah menyiapkan dana sekitar US$3,8 miliar untuk bangun pusat olefin tersebut.

Olefin center tersebut nantinya bisa memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) 700 ribu ton, Low Density Polyethylene (LDPE) 300 ribu ton per tahun, dan Polipropilena (PP) 600 ribu ton per tahun.

Koreksi:

Sebelumnya ada kekeliruan dalam artikel ini karena menganggap Hyundai Engineering Co., Ltd dan Hyundai Engineering & Construction (HDEC) sebagai satu entitas usaha yang sama. Dengan adanya koreksi ini maka fakta terdapat pada artikel terbaru.

Baca Juga

Tag: PT Pertamina (Persero), Hyundai Engineering & Construction Co (HDEC)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Pertamina

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59