Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Memanasnya LCS Bikin China Getol Dekati Negara ASEAN, Kenapa?

Memanasnya LCS Bikin China Getol Dekati Negara ASEAN, Kenapa?
WE Online, Jakarta -

Para diplomat top dari negara-negara kawasan Asia Tenggara mengadakan pembicaraan tahunan melalui konferensi video pada Rabu (9/9/2020).

Perundingan ini dimaksudkan untuk membahas krisis besar yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona dan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan serta persaingan antara Amerika Serikat dan China.

Baca Juga: Main-main di LCS, Prabowo Siap Bertemu Menhan China

Pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebelumnya tertunda selama sebulan dan kini diadakan secara online untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari AP News, pemimpin dari 10 negara ASEAN itu juga akan bertemu dengan mitra Asia dan Barat, termasuk AS dan China untuk pembicaraan yang ditutup oleh forum keamanan tahunan.

Vietnam menjadi tuan rumah dan pembicara dalam pertemuan ini. Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc menyerukan solidaritas regional di tengah hambatan dalam upacara pembukaan yang dihadiri oleh banyak diplomat di ibukota Hanoi.

"Nilai berharga dari kerja sama kita sedang diuji di lingkungan yang penuh dengan volatilitas dan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama pandemi Covid-19,” kata Phuc.

“Lanskap geopolitik dan geoekonomi regional termasuk Laut China Selatan menyaksikan volatilitas yang membahayakan perdamaian dan stabilitas,” tambahnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam Nguyen Quoc Dung mengatakan bahwa pembicaraan akan terus fokus pada tanggapan regional terhadap pandemi dan cara-cara untuk membantu negara-negara anggota pulih secara ekonomi.

Penularan virus corona telah menghancurkan industri manufaktur, ekspor, perjalanan, dan pariwisata di kawasan itu dan memicu resesi ekonomi terburuk dalam beberapa dekade di kawasan berpenduduk 650 juta orang.

Proyek utamanya adalah membentuk dana tanggapan Covid-19 untuk membantu negara-negara anggota ASEAN membeli persediaan medis dan pakaian pelindung.

Thailand telah berjanji untuk memberikan kontribusi 100.000 dolar AS atau Rp1,4 miliar. Selain itu mitra ASEAN seperti China, Jepang dan Korea Selatan, diharapkan untuk mengumumkan kontribusi mereka. Hal ini diinformasikan oleh seorang diplomat senior Asia Tenggara.

Persediaan persediaan medis regional juga telah disetujui, dan studi yang akan dibiayai oleh Jepang akan meneliti kemungkinan mendirikan pusat darurat kesehatan masyarakat ASEAN.

Namun, isu yang tak kalah penting dalam agenda adalah sengketa wilayah di Laut China Selatan yang melibatkan China, Taiwan, dan anggota ASEAN (Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam).

Pada Juli 2020 lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa pihaknya menganggap hampir semua klaim maritim China di wilayah lepas pantai yang disengketakan di luar perairan yang diakui secara internasional itu tidak sah.

Meskipun tetap netral dalam sengketa teritorial, pemerintah AS pada dasarnya berpihak pada empat negara penuntut ASEAN, bersama dengan Indonesia, yang semuanya menentang klaim China  atas hampir seluruh jalur air di Laut China Selatan.

China kemudian menuduh AS menyebarkan perselisihan di wilayah strategis dan bulan Agustus 2020 militernya dilaporkan melakukan uji tembak dua rudal di Laut China Selatan selama mengadakan latihan militer.

Partner Sindikasi Konten: Pikiran Rakyat

Baca Juga

Tag: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), China (Tiongkok), Laut China Selatan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: CSIS Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59