Portal Berita Ekonomi Senin, 28 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,04% pada level 23.476.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,29% pada level 2.308.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,32% pada level 23.511.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,06% pada level 3.217.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,48% pada level 2.484.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,29% pada level 5.918.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yuan pada level 6,81 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,18% terhadap Dollar AS pada level 14.900 IDR/USD.

Alert! Jangan Koleksi Saham Garuda, Mending Jual Sekarang

Alert! Jangan Koleksi Saham Garuda, Mending Jual Sekarang
WE Online, Jakarta -

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, tetap merekomendasikan para investor untuk melakukan penjualan terhadap saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) meskipun padda Juli 2020 jumlah penumpang yang diangkut perseroan mengalami peningkatan dibandingkan dengan Mei dan Juni 2020. Tercatat, jumlah penumpang yang diangkut Garuda Indonesia masih jauh di bawah rata-rata bulanan 2019 sebesar 2,7 juta, tetapi ini menunjukkan peningkatan dari 35 ribu pada Mei 2020 dan 218 ribu pada Jun 2020.

“Kami mempertahankan rekomendasi Jual kami di GIAA dengan target harga Rp146. Meski manajemen mengklaim bahwa perbaikan harus terus dilakukan hingga akhir tahun 2020, kami yakin jumlah penumpang yang diangkut bulanan tidak akan melebihi 50%, mengingat kasus baru COVID-19 terus mencatat rekor baru. Karena volume belum pulih ke tingkat sebelum COVID19, kami memperkirakan GIAA hanya dapat membukukan pendapatan US$ 1.631 juta pada tahun 2020. Selain itu, pendapatan haji yang hilang, yang berkontribusi sekitar 5% terhadap total pendapatan selama lima tahun terakhir, karena pembatasan perjalanan, kemungkinan akan menghapus harapan kejutan pendapatan,” kata Analis Mirae Sekuritas Lee Young Jun, di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga: Pendapatan Merosot 90%, Garuda Tertolong Penerbangan Domestik

Selain itu, ia juga menuturkan bila manajemen Garuda juga telah menyatakan bahwa kerugian bersih tidak dapat dihindari pada tahun 2020 dan mencoba meminimalkan kerugian bersih pada tahun 2021 atau memenuhi titik impas. “Secara keseluruhan, kami memperkirakan kerugian bersih masing-masing sebesar US $ 1,1 miliar dan US $ 161,5 juta untuk tahun 2020 dan 2021,” ucapnya.

Masalah lain, yakni maskapai penrbangan milik negara ini memperpanjang masa jatuh tempo selama 3 tahun dengan kupon dan hari libur perjanjian yang sama sampai operasi kembali ke tingkat yang mirip dengan situasi sebelum COVID19. Per semester I 2020, GIAA memiliki hutang (tidak termasuk sewa) sebesar US$2.422 juta.

“Sebagian besar utang jangka pendek yang jatuh tempo pada tahun 2020 dan 2021 merupakan pinjaman bergulir untuk modal kerja. Oleh karena itu, kami tidak memperdulikan risiko solvabilitas,” jelasnya.

Baca Juga: Masih Pandemi, Garuda Optimis Balik Pendapatan 40% Akhir 2020

Kemudian, pasca wabah COVID-19, akumulasi defisit GIAA mencapai US$ 1.449 juta pada semester I 2020, menghasilkan saldo negatif dalam ekuitas pemegang saham sebesar US$ 81 juta. Sampai saat ini GIAA masih belum mendapatkan modal dari pemerintah dan masih dalam pembahasan. Manajemen mengharapkan GIAA mendapatkan modal sekitar Rp8.1 triliun di kuarttal ke empat 2020 di bawah skema obligasi konversi wajib (MCB).

“Mereka juga menambahkan bahwa kuasi reorganisasi atau opsi lain tidak sedang dibahas terkait dengan akumulasi defisit,” tutupnya.

Baca Juga

Tag: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Saham, Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Galih Pradipta

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,008.27 3,968.17
British Pound GBP 1.00 19,195.16 19,002.67
China Yuan CNY 1.00 2,204.40 2,182.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,033.80 14,884.21
Dolar Australia AUD 1.00 10,612.36 10,505.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,939.82 1,920.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,929.70 10,819.37
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.83 17,314.80
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.56 3,569.35
Yen Jepang JPY 100.00 14,266.27 14,120.30
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4906.548 -39.243 707
2 Agriculture 1124.557 -13.051 24
3 Mining 1334.615 4.501 47
4 Basic Industry and Chemicals 704.826 -1.454 80
5 Miscellanous Industry 854.324 -17.188 53
6 Consumer Goods 1827.368 -13.653 60
7 Cons., Property & Real Estate 343.270 0.935 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.929 0.370 79
9 Finance 1055.272 -16.988 94
10 Trade & Service 622.757 -0.710 175
No Code Prev Close Change %
1 JAST 74 99 25 33.78
2 CSMI 246 298 52 21.14
3 ARTA 300 360 60 20.00
4 CITA 2,000 2,340 340 17.00
5 AMIN 240 278 38 15.83
6 KIJA 166 190 24 14.46
7 JAWA 51 58 7 13.73
8 ENZO 76 86 10 13.16
9 PDES 222 250 28 12.61
10 MREI 4,000 4,500 500 12.50
No Code Prev Close Change %
1 JMAS 187 174 -13 -6.95
2 INTD 187 174 -13 -6.95
3 MTPS 380 354 -26 -6.84
4 SOHO 10,975 10,225 -750 -6.83
5 SBAT 268 250 -18 -6.72
6 YPAS 390 364 -26 -6.67
7 FIRE 270 252 -18 -6.67
8 TRUS 330 308 -22 -6.67
9 SIPD 1,200 1,120 -80 -6.67
10 RELI 336 314 -22 -6.55
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,880 3,060 180 6.25
2 KBAG 96 106 10 10.42
3 DEAL 187 191 4 2.14
4 BBRI 3,160 3,090 -70 -2.22
5 BBCA 28,050 27,575 -475 -1.69
6 JAST 74 99 25 33.78
7 TOWR 1,020 1,035 15 1.47
8 TLKM 2,690 2,660 -30 -1.12
9 MDKA 1,555 1,615 60 3.86
10 BOSS 123 125 2 1.63