Portal Berita Ekonomi Jum'at, 02 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup tertahan pada level 23.185.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,10% pada level 2.493.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,50% pada level 5.895.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yuan pada level 6,7910 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,30% terhadap Dollar AS pada level 14.835 IDR/USD.

Riset: 86% Pekerja Independen Alami Kekurangan Penghasilan

Riset: 86% Pekerja Independen Alami Kekurangan Penghasilan
WE Online, Jakarta -

Flourish Ventures, sebuah perusahaan modal ventura global dengan investasi portofolio di Indonesia dan Asia, hari ini merilis laporan baru yang mengevaluasi bagaimana pekerja independen atau gig worker dalam ekonomi informal Indonesia, seperti para pengemudi berbagi tumpangan atau ridesharing, penjual online, penyedia jasa rumah tangga, dan kurir pengiriman, mengatasi pandemi Covid-19.

Sebagian besar dari mereka telah terkena dampak yang besar, 86% responden menyatakan bahwa penghasilan mereka berkurang.

Baca Juga: Banyak Pekerja Belum Terima Subsidi Gaji, Menaker Sebut karena...

"Dalam penurunan ekonomi akibat pandemi Covid-19, pekerja independen atau gig worker telah secara signifikan terkena dampaknya dan mereka tetap rentan mengalami kesulitan dalam hal finansial," kata Tilman Ehrbeck, Managing Partner di Flourish dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2020).

Laporan Indonesia Spotlight August 2020, yang mencakup respons survei dari 586 pekerja independen atau gig worker di Indonesia, merupakan edisi ketiga dari seri laporan Flourish yang dinamakan The Digital Hustle: Gig Worker Financial Lives Under Pressure.

Jumlah pekerja independen atau gig worker di Indonesia dengan penghasilan lebih dari Rp3 juta per bulan (US$200) mengalami penurunan yang tajam, dari 43% pada bulan Maret 2020 ke hanya 5% pada bulan Juni/Juli 2020.

Selain itu, terdapat lonjakan besar dalam jumlah pekerja independen atau gig worker dengan penghasilan kurang dari Rp1 juta (US$70), dari 8% pada bulan Maret 2020 ke 55% pada bulan Juni/Juli 2020.

Sebanyak 74% responden sangat khawatir tentang Covid-19. Pekerja independen atau gig worker lebih khawatir tentang dampaknya pada mata pencaharian mereka (52%) daripada pada kesehatan mereka (14%).

Pekerjaan yang memerlukan interaksi tatap muka lebih terkena dampaknya. Sebanyak 71% penyedia layanan kesehatan di rumah (seperti mereka yang menawarkan jasa pijat di rumah), 65% pengemudi berbagi tumpangan atau ridesharing, dan 55% pengemudi pengiriman telah kehilangan penghasilan. Penjual online dan pekerja rumah tangga lainnya, seperti asisten rumah tangga, tidak terlalu terkena dampaknya.

Tidak ada perbedaan penghasilan antara jenis kelamin. Laporan menunjukkan bahwa pria dan wanita sama terpengaruhnya oleh penurunan ekonomi akibat Covid-19 di Indonesia. Di negara-negara lain yang disurvei sebagai bagian dari seri The Digital Hustle, kaum wanita lebih terkena dampaknya.

Pekerja independen atau gig worker di kota-kota besar paling terkena dampaknya. Sebanyak 63% responden kehilangan penghasilan, dibandingkan dengan 49% di kota-kota yang lebih kecil.

Baca Juga

Tag: Ekonomi Indonesia, Flourish Ventures

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,985.92 3,946.15
British Pound GBP 1.00 19,342.80 19,147.38
China Yuan CNY 1.00 2,201.89 2,179.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,950.38 14,801.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,729.89 10,621.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.13 1,909.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,963.10 10,853.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,550.25 17,369.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,608.59 3,568.38
Yen Jepang JPY 100.00 14,170.98 14,028.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4970.094 100.055 707
2 Agriculture 1167.701 30.233 24
3 Mining 1351.537 19.514 47
4 Basic Industry and Chemicals 725.653 16.142 80
5 Miscellanous Industry 843.234 22.937 53
6 Consumer Goods 1841.415 12.461 60
7 Cons., Property & Real Estate 343.048 2.431 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.016 39.071 79
9 Finance 1067.435 27.672 94
10 Trade & Service 631.891 0.682 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 163 220 57 34.97
2 OKAS 109 147 38 34.86
3 DPUM 56 75 19 33.93
4 KPAS 57 76 19 33.33
5 TRUK 137 175 38 27.74
6 ESIP 143 178 35 24.48
7 ARGO 1,650 2,000 350 21.21
8 HOMI 790 955 165 20.89
9 SKBM 264 318 54 20.45
10 MTPS 308 370 62 20.13
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 100 93 -7 -7.00
2 BALI 1,000 930 -70 -7.00
3 PCAR 372 346 -26 -6.99
4 TIRA 264 246 -18 -6.82
5 SOHO 8,875 8,275 -600 -6.76
6 WOWS 89 83 -6 -6.74
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 DART 238 222 -16 -6.72
9 INTA 238 222 -16 -6.72
10 AIMS 149 139 -10 -6.71
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,560 2,750 190 7.42
2 TOWR 1,035 1,060 25 2.42
3 BBRI 3,040 3,160 120 3.95
4 KBAG 94 88 -6 -6.38
5 FIRE 282 312 30 10.64
6 DEAL 226 234 8 3.54
7 KAEF 2,890 3,180 290 10.03
8 BRPT 790 830 40 5.06
9 KLBF 1,550 1,610 60 3.87
10 BRIS 750 795 45 6.00