Portal Berita Ekonomi Selasa, 29 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,35 USD/barel.
  • 13:02 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,24 USD/barel.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,1671 USD/EUR.
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,21% terhadap Poundsterling pada level 1,2861 USD/GBP.
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yen pada level 105,58 JPY/USD.
  • 13:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.878 USD/troy ounce.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,40% pada penutupan sesi I.

Indef Minta Kementerian Luhut Dibubarkan: Dia Cuma Genit

Indef Minta Kementerian Luhut Dibubarkan: Dia Cuma Genit
WE Online, Jakarta -

Politisi Partai Demokrat yang juga Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menilai pernyataan Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira adalah karena ketidakpahaman dan genit atau menarik perhatian publik saja.

“Ekonom INDEF ini bagi saya jadi lucu karena apa yang dia sampaikan saya yakini dia tak pahami 100%. Cuma genit,” tulis Ferdinand di akun Twitternya, @FerdinandHaean3 pada Selasa (8/9/2020).

Beberapa waktu lalu Bhima meyampaikan bahwa Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) layak untuk dibubarkan. Menurut Ferdinand, Bhima tak memahami soal kenegaraan dan pembagian tupoksi.

“Jika tak paham soal kenegeraan dan pembagian tupoksi sebaiknya jgn terlalu banyak bicara karena hanya akan menunjukkan kualitas pemikiran dan penilaian,” tulisnya.

Baca Juga: Bung Pigai: Kirain Jokowi Bubarkan OJK, BPIP, dan...

Ferdinand juga mengutip sebuah artikel lainnya yang mengutip pernyatan Bhima yang sedang berandai-andai menjadi Presiden. Dalam artikel tersebut Bhima mengatakan jika ia menjadi Presiden, ia akan melakukan reshuffle sejumlah nama Menteri. Ia juga akan membubarkan Kemenko Marves yang dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

“Berita ini Mei 2020 tapi baru saya baca dan membuat saya tertawa. Ekonom yang gemar berhalusinasi ini lantas menunjukkan ketidakpahamannya soal negara secara vulgar. Konyol..!,” tulis Ferdinand.

Sebelumnya, dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk Menanti Perombakan Kabinet, Sabtu (4/7/2020), Bhima mengatakan, dari awal struktur Kemenko bidang Kemaritiman dan Investasi yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan itu sudah salah.

"Ketika Pak Jokowi bilang ada lembaga yang mau dibubarkan, waktu itu saya kepikiran bukan OJK, tapi lembaga yang dibubarkan lembaga pertama kali Kemenko Maritim dan Investasi," katanya.

Baca Juga: Kelompok 212 Ngerongrong Bubarkan BPIP, Jawaban MPR Berkelas

Menurutnya, di bawah Kemenko Marves ada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Bhima menganggap BKPM seharusnya berada di bawah Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

Sementara alasan kenapa BPIP layak dibubarkan, kata Bhima, adalah karena menghabiskan dana sangat besar, setahun Rp217 miliar.

“Anggaran untuk BPIP itu bisa digunakan untuk bantuan sosial (bansos), serta pengadaan masker dan alat pelindung diri (APD) untuk diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga

Tag: Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Luhut Binsar Pandjaitan

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.92 3,957.93
British Pound GBP 1.00 19,259.06 19,064.46
China Yuan CNY 1.00 2,197.20 2,175.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,994.60 14,845.40
Dolar Australia AUD 1.00 10,620.68 10,513.51
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.89 1,915.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,932.99 10,821.84
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,500.20 17,324.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,599.28 3,559.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,214.24 14,071.47
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4906.548 -39.243 707
2 Agriculture 1124.557 -13.051 24
3 Mining 1334.615 4.501 47
4 Basic Industry and Chemicals 704.826 -1.454 80
5 Miscellanous Industry 854.324 -17.188 53
6 Consumer Goods 1827.368 -13.653 60
7 Cons., Property & Real Estate 343.270 0.935 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.929 0.370 79
9 Finance 1055.272 -16.988 94
10 Trade & Service 622.757 -0.710 175
No Code Prev Close Change %
1 JAST 74 99 25 33.78
2 CSMI 246 298 52 21.14
3 ARTA 300 360 60 20.00
4 CITA 2,000 2,340 340 17.00
5 AMIN 240 278 38 15.83
6 KIJA 166 190 24 14.46
7 JAWA 51 58 7 13.73
8 ENZO 76 86 10 13.16
9 PDES 222 250 28 12.61
10 MREI 4,000 4,500 500 12.50
No Code Prev Close Change %
1 JMAS 187 174 -13 -6.95
2 INTD 187 174 -13 -6.95
3 MTPS 380 354 -26 -6.84
4 SOHO 10,975 10,225 -750 -6.83
5 SBAT 268 250 -18 -6.72
6 YPAS 390 364 -26 -6.67
7 FIRE 270 252 -18 -6.67
8 TRUS 330 308 -22 -6.67
9 SIPD 1,200 1,120 -80 -6.67
10 RELI 336 314 -22 -6.55
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,880 3,060 180 6.25
2 KBAG 96 106 10 10.42
3 DEAL 187 191 4 2.14
4 BBRI 3,160 3,090 -70 -2.22
5 BBCA 28,050 27,575 -475 -1.69
6 JAST 74 99 25 33.78
7 TOWR 1,020 1,035 15 1.47
8 TLKM 2,690 2,660 -30 -1.12
9 MDKA 1,555 1,615 60 3.86
10 BOSS 123 125 2 1.63