Portal Berita Ekonomi Minggu, 27 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Produk-produk Xinjiang Bakal Gak Bisa Masuk AS Karena...

Produk-produk Xinjiang Bakal Gak Bisa Masuk AS Karena...
WE Online, Washington -

Pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (AS) telah menyiapkan perintah untuk memblokir impor kapas dan tomat dari Xinjiang, China yang diduga sebagai hasil dari kerja paksa warga etnis Uighur yang berada di wilayah itu.

Meski demikian, pengumuman resmi dari pemerintah negara adidaya tersebut masih ditunda, setelah sebelumnya dijadwalkan pada Selasa (8/9/2020). 

Baca Juga: Gegara Ini, 1.000 Warga China di AS Harus Kehilangan Visanya

Dalam laporan terbaru, Pemerintah AS dilaporkan menunda pengumuman larangan impor kapas dan tomat dari Xinjiang hingga akhir pekan ini. Selain dua produk tersebut, ada lima lainnya yang rencananya juga diblokir, yang disebut berpotensi memicu ketegangan Negeri Paman Sam dengan China atau antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. 

Perintah penahanan pembebasan mengizinkan badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbayasan menahan pengiriman berdasarkan kecurigaan keterlibatan kerja paksa di bawah undang-undang AS yang sudah lama berlaku untuk memerangi perdagangan manusia, pekerja anak, dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

Pemerintah negara itu, yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump telah meningkatkan tekanan terhadap China atas perlakukan terhadap warga Uighur, yang merupakan etnis minoritas di Xinjiang. 

Sebelumnya, PBB melaporkan bahwa setidaknya satu juta warga Uigur ditahan di sejumlah kamp konsentrasi dan menjalani kerja paksa. Pemerintah China telah membantah laporen tersebut dan mengatakan kamp-kamp sebagai pusat  pelatihan kejuruan yang diperlukan untuk melawan ekstremisme.

Dalam pernyataan pada Rabu (9/9/2020), Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa langkah AS adalah upaya menargetkan perusahaan asal Negeri Tirai Bambu. Bahkan, AS juga disebut tidak peduli mengenai hak asasi manusia, yang dijadikan sebagai alasan larangan impor tersebut. 

“Mereka hanya menggunakan ini sebagai dalih untuk menindas perusahaan China, mengguncang Xinjiang dan memfitnah kebijakan di Xinjiang,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam pernyataan saat jumpa pers harian, Rabu (9/9/2020). 

Lijian juga mengatakan China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan negaranya. Sementara, pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, Brenda Smith mengatakan bahwa larangan impor yang efektif akan mencakup seluruh rantai pasokan untuk kapas, dari benang hingga tekstil dan pakaian jadi, serta tomat, pasta tomat, dan ekspor regional lainnya.

"Kami memiliki bukti yang masuk akal, tetapi tidak konklusif, bahwa ada risiko kerja paksa dalam rantai pasokan yang terkait dengan tekstil kapas dan tomat yang keluar dari Xinjiang. Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk itu,” jelas Smith. 

Undang-undang AS mengharuskan badan tersebut untuk menahan pengiriman dalam kasus tuduhan kerja paksa, seperti yang berasal dari badan nonpemerintah. Larangan itu bisa berdampak luas bagi pengecer dan produsen pakaian jadi AS, serta produsen makanan. 

China memproduksi sekitar seperlima dari kapas dunia, sebagian besar dari Xinjiang, di mana juga merupakan salah satu wilayah pengimpor serat terbesar di dunia.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68