Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,11% pada level 23.742.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,03% pada level 2.333.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,06% pada level 23.346.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,17% pada level 3.279.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,94% pada level 2.486.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,02% pada level 5.947.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yuan pada level 6,78 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,20% terhadap Dollar AS pada level 14.815 IDR/USD.

Pengamat: Migrasi LPG ke Kompor Listrik Bisa Hemat APBN

Pengamat: Migrasi LPG ke Kompor Listrik Bisa Hemat APBN
WE Online, Jakarta -

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) terus berkomitmen untuk mendorong penggunaan kompor induksi listrik di masyarakat. Di antaranya melalui peresmian Kampung Listrik PLN Hijau di Kampung Hijau Kemuning Tanggerang dan Kampung Hijau Batu Ampar Jakarta Timur. Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pesero, Zulkifli Zaini, bahkan menargetkan migrasi satu juta dari kompor liquefied petroleum gas (LPG) ke kompor listrik.

Mananggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menyebutkan jika migrasi tersebut mampu menghemat dana APBN dalam jumlah besar. Yang selama ini, jelasnya, banyak digunakan untuk membiayai impor dan subsidi LPG.

Baca Juga: Biayai Listrik Desa, PLN Dapat Tambahan Modal Rp5 Triliun

"Lebih dari 70% kebutuhan LPG di dalam negeri harus diimpor sehingga selain membebani APBN, juga ikut memperbesar defisit neraca perdagangan migas dalam beberapa tahun terakhir ini. Sementara, subsidi terhadap Gas Melon cenderung meningkat setiap tahunnya," tutur dia dalam keterangan yang diterima, Kamis (10/9/2020).

Pada 2019, Fahmy mencatat subsidi gas melon kembali naik hingga mencapai sebanyak 6,97 juta metric ton, atau senilai Rp75,22 triliun. "Subsidi itu lebih besar ketimbang subsidi listrik yang mencapai Rp62,2 triliun pada periode yang sama," kata dia.

Fahmy menjelaskan, migrasi dari kompor gas ke kompor listrik induksi ini akan berhasil digunakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelanggan listrik 450 VA jika kompor listrik yang digunakan berdaya listrik rendah, maksimal 150 watt. Dengan penggunaan daya listrik yang rendah, biaya kompor induksi jatuhnya bisa lebih murah ketimbang biaya penggunaan kompor LPG 3 Kg.

Lebih lanjut, Fahmy menguraikan bahwa biaya untuk memasak 10 liter air menggunakan kompor LPG sebesar Rp2.055, sedangkan biaya untuk kompor induksi hanya Rp1.426. Migrasi secara masif dinilai dapat mengatasi potensi kelebihan pasokan (over supply) listrik PLN pasca selesainya proyek listrik 35.000 MW. Selain itu, migrasi ke kompor listrik juga akan memicu berkembangnya industri kompor listrik induksi berdaya listrik rendah di Indonesia.

"Penggunaan kompor listrik secara luas memang lebih ramah lingkungan daripada kompor gas. Namun, PLN juga harus melakukan migrasi penggunaan energi primer dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan," ucap Fahmy.

Namun, lanjut Fahmy, tanpa peningkatan penggunaan EBT dalam pembangkit listrik PLN, penggunaan kompor listrik tidak akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan pencemaran udara.

Baca Juga

Tag: Energi Listrik, Liquefied Petroleum Gas (LPG), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: PT Pertamina (Persero)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,975.04 3,935.28
British Pound GBP 1.00 18,965.97 18,774.30
China Yuan CNY 1.00 2,193.95 2,171.80
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,909.18 14,760.83
Dolar Australia AUD 1.00 10,633.23 10,525.95
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,923.77 1,904.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.08 10,799.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,418.39 17,239.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,602.99 3,561.98
Yen Jepang JPY 100.00 14,184.36 14,039.21
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4917.955 -16.138 707
2 Agriculture 1147.040 -9.918 24
3 Mining 1335.730 -4.818 47
4 Basic Industry and Chemicals 701.678 -1.192 80
5 Miscellanous Industry 840.977 -8.156 53
6 Consumer Goods 1836.486 -9.725 60
7 Cons., Property & Real Estate 340.206 -1.933 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.279 1.092 79
9 Finance 1057.789 -3.880 94
10 Trade & Service 627.050 0.507 175
No Code Prev Close Change %
1 ROCK 1,300 1,625 325 25.00
2 TUGU 1,390 1,695 305 21.94
3 LMSH 228 276 48 21.05
4 SIPD 1,005 1,200 195 19.40
5 IFSH 312 370 58 18.59
6 ARGO 1,740 2,000 260 14.94
7 TRUK 127 144 17 13.39
8 FIRE 143 162 19 13.29
9 BMAS 264 296 32 12.12
10 JMAS 178 198 20 11.24
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 41 37 -4 -9.76
2 SOHO 13,600 12,650 -950 -6.99
3 PBSA 505 470 -35 -6.93
4 SPMA 290 270 -20 -6.90
5 DFAM 350 326 -24 -6.86
6 MTPS 470 438 -32 -6.81
7 KKGI 206 192 -14 -6.80
8 HELI 194 181 -13 -6.70
9 RELI 360 336 -24 -6.67
10 ASBI 334 312 -22 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,130 3,080 -50 -1.60
2 BRIS 770 750 -20 -2.60
3 BBCA 27,250 27,525 275 1.01
4 BBNI 4,540 4,420 -120 -2.64
5 PURA 144 136 -8 -5.56
6 BEST 168 175 7 4.17
7 TOWR 1,020 1,010 -10 -0.98
8 TLKM 2,780 2,800 20 0.72
9 PGAS 1,020 1,005 -15 -1.47
10 DEAL 144 141 -3 -2.08