Portal Berita Ekonomi Senin, 28 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ketika Tentara Myanmar Ngaku Kejam pada Muslim Rohingya

Ketika Tentara Myanmar Ngaku Kejam pada Muslim Rohingya
WE Online, Jakarta -

Dua tentara yang membelot dari militer Myanmar mengaku bahwa mereka diperintahkan untuk menembak Muslim Rohingya dan mengubur mayatnya di kuburan massal.

Duta Besar Kanada untuk PBB Bob Rae mengatakan pada Selasa bahwa pengakuan yang direkam dalam video itu akan memiliki "dampak besar" pada penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional atas tindakan barbar oleh tentara terhadap Rohingya yang tidak berdaya.

Baca Juga: Lagi, Pengungsi Rohingya Meninggal di Lhokseumawe

“Ini tentang apa yang diketahui kedua individu itu,” ujar Rae.

Kedua pembelot itu, prajurit Myo Win Tu dan Zaw Naing Tun, menjelaskan bukti yang memberatkan.

“Tembak semua yang kamu lihat dan semua yang kamu dengar … musnahkan semua Kalar,” kata mereka mengutip perintah komandan pusat operasi militer Myanmar ketika menyerang Rohingya.

Kalar adalah sebutan untuk meremehkan Rohingya.

Mereka dianggap sebagai tentara Myanmar pertama yang mengakui bahwa militer melakukan kekejaman. Myo Win Tun mengatakan dalam satu operasi, delapan wanita, tujuh anak serta 15 pria dan lansia dibunuh dan tubuh mereka dibuang ke dalam lubang dan dikubur.

Menurut kesaksian dalam video yang dirilis oleh Fortify Rights, sebuah organisasi hak asasi manusia, para wanita itu diperkosa sebelum mereka dibunuh.

Awal bulan ini, Kanada dan Belanda menyatakan niat mereka mendukung mosi Gambia untuk meminta pertanggungjawaban Myanmar di Mahkamah Internasional atas kekejaman terhadap Rohingya. 

Pada 2019, pengadilan setuju untuk mempertimbangkan sidang kasus yang mengklaim Myanmar melakukan genosida terhadap Rohingya.

Rae, yang ditunjuk oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sebagai utusan khusus untuk Rohingya, mengatakan dia telah mengunjungi daerah itu dan menyaksikan bukti kejahatan yang mengerikan.

PBB dan kelompok hak asasi manusia juga telah mendokumentasikan bukti bahwa penduduk desa Muslim diperkosa dan dibunuh dan desa dibakar hingga rata dengan tanah.

Pada 2017, ketika serangan dimulai, sekitar 700.000 warga Rohingya melarikan diri dari kekerasan ke Bangladesh. Mereka hidup di lingkungan yang memprihatinkan di tempat penampungan sementara dengan kondisi yang tidak sehat.

Human Rights Watch mengatakan jumlah pengungsi saat ini mencapai hampir 1 juta dan beberapa di antaranya dibunuh oleh pasukan keamanan Bangladesh, sementara 600.000 lainnya masih berada di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, di mana kekerasan terus berlanjut.

“Myanmar perlu menerima solusi internasional yang menyediakan pemulangan sukarela yang aman bagi pengungsi Rohingya,” kata Brad Adams, direktur Human Rights Watch Asia.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Myanmar, Militer Myanmar, Muslim Rohingya, Rohingya

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: (Foto/Reuters)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68