Portal Berita Ekonomi Senin, 21 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:11 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,08 USD/barel.
  • 16:11 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,19 USD/barel.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,35% terhadap Euro pada level 1,1798 USD/EUR.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,48% terhadap Poundsterling pada level 1,2855 USD/GBP.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 23.950.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,95% pada level 2.389.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,63% pada level 3.316.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,59% pada level 2.483.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 3,08% pada level 5.822.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 6,77 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.700 IDR/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,38% terhadap Yen pada level 104,17 JPY/USD.
  • 16:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.938 USD/troy ounce.

Analis: Saham Samsung Bakal Meroket Tahun Depan, Ini Sebabnya!

Analis: Saham Samsung Bakal Meroket Tahun Depan, Ini Sebabnya!
WE Online, Jakarta -

Saham Samsung bisa mengalami reli lebih dari 40% pada tahun depan, berkat melambungnya penjualan televisi dan ponsel pintar dalam waktu dekat. Belum lagi, adanya dorongan dari divisi chip.

Analis Daiwa Capital Markets, SK Kim yang mengutarakan hal itu. Ia pun menargetkan harga 12 bulan pada saham Samsung, dari 82 ribu won Korea menjadi 85 ribu won Korea.

Angka itu mewakili kenaikan sekitar 45% dari penutupan pada Rabu (9/9/2020). "Kami mengharapkan kenaikan pendapatan yang kuat untuk Samsung Electronics pada kuartal III 2020, berkat divisi ponsel pintar dan televisi," ujar Kim, dilansir dari CNBC Internasional, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: Pembatasan Ekspor Teknologi China Ancam Bisnis Apple dkk di China

Baca Juga: Jakarta Mau PSBB Total, Begini Kesiapan Operator Seluler

Pada pertengahan Januari, saham Samsung mencapai level tertinggi, menyentuh angka 62,8 ribu won. Karena hal itu, ada harapan kalau saham Samsung bakal menguat pada 2020. Namun, setelah pandemi corona menyebar, saham Samsung jatuh serendah 42,3 ribu won pada Maret. Sejak saat itu saham sudah membaik, tetapi masih jauh dari rekor pada Januari.

Kim menambahkan, "kami melihat banyak katalisator untuk Samsung pada 2021, berasal dari peluang 5G dan memori--yang harusnya mendorong melambungnya harga saham, menurut pandangan kami."

Sebagian dari tekanan pada saham juga terjadi karena melemahnya harga DRAM, sejenis semikonduktor yang merupakan pendorong utama bisnis Samsung.

Namun, secara keseluruhan, analis optimis terhadap prospek Samsung selama tahun depan; memperkirakan kalau saham perusahaan itu akan mencetak rekor tertinggi baru.

Asal tahu saja, rata-rata analis bertaruh, harga saham Samsung akan meningkat menjadi 71.376 won dalam 12 bulan--naik 20%. Itu menurut data Refinitiv.

Baca Juga

Tag: Samsung Electronics Co Ltd, Saham, Smartphone, Teknologi

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Unsplash/Kote Puerto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,944.92 3,905.57
British Pound GBP 1.00 19,170.50 18,978.28
China Yuan CNY 1.00 2,188.59 2,166.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,796.62 14,649.39
Dolar Australia AUD 1.00 10,825.21 10,716.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.27 1,890.20
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.77 10,800.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,553.23 17,374.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,600.15 3,560.00
Yen Jepang JPY 100.00 14,181.16 14,036.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15