Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,63 USD/barel.
  • 16:13 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,92 USD/barel.
  • 16:13 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,27% terhadap Euro pada level 1,1739 USD/EUR.
  • 16:12 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Poundsterling pada level 1,2808 USD/GBP.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,98% pada level 23.716.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 2,38% pada level 2.332.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,29% pada level 3.274.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,91% pada level 2.463.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,09% pada level 5.799.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,27% terhadap Yuan pada level 6,78 CNY/USD.
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,58% terhadap Dollar AS pada level 14.785 IDR/USD.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,11% terhadap Yen pada level 104,54 JPY/USD.
  • 16:07 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.904 USD/troy ounce.
  • 15:08 WIB. IHSG - IHSG melemah 1,31% pada penutupan sesi II.

Waspada! Mutasi Covid-19 'D614G' di Indonesia Sangat Berbahaya

Waspada! Mutasi Covid-19 'D614G' di Indonesia Sangat Berbahaya
WE Online, Jakarta -

Penelitian terbaru menemukan bahwa Covid-19 yang merajalela di seluruh dunia telah mengalami mutasi. Bahkan, ilmuwan dunia mengatakan bahwa mutasi corona paling mengerikan telah terjadi di Indonesia dan Malaysia.

Seperti dilansir dari Daily, mutasi bernama "D614G" itu akan membuat virus lebih mudah menyerang tubuh manusia, mengakibatkan infektivitas virus meningkat beberapa kali lipat.

Baca Juga: Tanda-Tanda Anda Mungkin Pernah Terjangkit Covid-19

Ahli terkait mengingatkan masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan karena epidemi telah berlangsung selama lebih dari setengah tahun. Corona virus gelombang kedua sama menakutkan dan "sangat, sangat mengerikan".

Hingga 7 Juli 2020, sekitar 11.748.985 orang di seluruh dunia terinfeksi, 540.860 orang meninggal dunia, dan jumlah infeksi baru terus mencatat rekor tertinggi setiap hari.

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal terkenal "Cell" pada 2 Juli, varian dari coronavirus yang saat ini beredar secara global lebih rentan menginfeksi sel manusia daripada virus dari daratan China. Ini juga salah satu sebab meningkatnya pandemi di Amerika Serikat, Amerika Selatan, bahkan Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia.

Bahkan, Amerika Serikat memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia sementara ini, kecuali kepentingan mendesak. Peringatan level 3 itu dikeluarkan Central Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di negara tersebut.

Para peneliti dari Los Alamos National Laboratory, New Mexico, AS, dan Duke University, North Carolina bekerja sama dengan tim peneliti dari University of Sheffield, Inggris untuk bersama-sama meneliti urutan genom dari coronavirus-COVID-19.

Penelitian tersebut menemukan bahwa 29% dari sampel virus corona menunjukkan mutasi D614G. Dilihat dari bentuknya, virus D614G memiliki jumlah mahkota yang menonjol empat hingga lima kali lebih banyak ketimbang Covid-19.

Mutasi pada protein S-spike yang mengikat virus ke tubuh manusia ini meningkatkan jumlah "tonjolan" pada coronavirus. Para peneliti berpendapat, banyaknya jumlah tonjolan inilah yang membuat virus lebih cepat menginfeksi sel manusia sehingga lebih mudah menginfeksi orang.

Sejak awal April lalu, para peneliti menemukan bahwa mutasi D614G di bawah kondisi laboratorium dapat menginfeksi lebih banyak sel berdasarkan perubahan enzim protease atau peptidase dan mutasi virus meningkatkan infektivitas 3 hingga 6 kali lipat.

Para peneliti kemudian menambahkan materi penelitian lainnya. Mereka menganalisis data 999 pasien Inggris yang dirawat di rumah sakit. Hasilnya menemukan bahwa pasien dengan mutasi virus D614G membawa lebih banyak strain, yaitu jumlah virus dalam tubuh lebih banyak, tetapi patogenisitasnya tidak meningkat.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan, mutasi pada virus corona tidak akan mengganggu upaya pengembangan vaksin yang saat ini tengah dilakukan.

Bambang juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik berlebih terhadap mutasi, seperti D614G. "Namun, harus tetap waspada penuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19," saran Bambang.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Virus Corona, Covid-19, indonesia, Malaysia

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.94 3,921.43
British Pound GBP 1.00 19,033.39 18,841.06
China Yuan CNY 1.00 2,187.72 2,165.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,855.91 14,708.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,721.51 10,607.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.99 1,897.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,906.62 10,794.14
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,475.01 17,299.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,593.59 3,555.26
Yen Jepang JPY 100.00 14,216.18 14,073.38
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15