Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,47% pada level 24.455.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,26% pada level 2.412.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,07% pada level 3.338.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,17% pada level 2.496.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,35% pada level 6.028.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,75 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,66% terhadap Dollar AS pada level 14.735 IDR/USD.

Panglima Militer Turki Gertak Prancis: Kalian Cuma Perlu Diam!

Panglima Militer Turki Gertak Prancis: Kalian Cuma Perlu Diam!
WE Online, Ankara -

Kecaman terhadap Yunani dan Prancis kembali muncul. Kali ini, giliran Menteri Pertahanan Turki, Jenderal Hulusi Akar, yang memberi pernyataan tegas kepada koalisi Yunani dan Prancis. Akar menganggap para pejabat Yunani dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terlalu banyak bicara.

Pengerahan kapal penelitian Turki, Oruc Reis, untuk melakukan eksplorasi minyak dan gas di wilayah tersebut, mendapat tentangan dari Yunani. 

Baca Juga: Perkuat Pijakan di Depan Turki, Yunani Borong Banyak Senjata Tempur

Yunani mengklaim bahwa tempat eksplorasi Turki adalah wilayahnya. Sementara, Turki juga merasa takkan melakukan riset di tempat yang tidak masuk dalam teritorialnya.

Respons keras yang dilontarkan Yunani, dibarengi dengan pengerahan armada perang Angkatan Bersenjata Hellenic untuk menjaga wilayah kedaulatannya. Turki tak mau kalah. Oruc Reis kembali berlayar dengan kawalan sejumlah kapal perang Angkatan Laut Turki (TDK).

Situasi di Laut Mediterania Timur semakin memanas, setelah Macron menyatakan dukungannya kepada Yunani. Tak main-main, pada awal September 2020, kapal induk bertenaga nuklir. Charles de Gaulle, dikirim ke Laut Mediterania untuk mendukung Yunani menghentikan aksi Turki yang dianggap agresi.

Lewat jalur politik, Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, dan Macron, tak henti menyerukan pernyataan anti-Turki kepada dunia. Tak hanya Prancis, Yunani juga mendapat dukungan dari sejumlah negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE).

Menyikapi langkah yang diambil Mitsotakis dan Macron, Akar pun akhirnya angkat bicara. Dalam kacamatanya, untuk menyelesaikan konflik antara Yunani dan Turki, kedua negara perlu berpikir tenang. Hal ini juga berlaku untuk sejumlah negara yang terlibat, termasuk Prancis yang dianggap Akar terlalu mengintervensi masalah ini.

"Untuk meredakan ketegangan, beberapa orang hanya perlu diam. Mereka tidak pelu melakukan apa-apa," ucap Akar dikutip VIVA Militer dari Orthodox Times.

"Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah berulang kali berbicara mendukung Yunani dan menentang tindakan ilegal Ankara di (Laut) Mediterania Timur. Mereka juga menyerukan UE untuk melakukan hal yang sama dengan suara bulat," katanya. 

Tak sampai di situ. Akar pun mengancam kepada negara-negara yang mencoba untuk melakukan konspirasi melawan Turki, akan mengalami kekalahan dan kehancuran. Oleh sebab itu, Akar mendesak Yunani untuk tidak banyak tingkah agar tidak dimanfaatkan oleh negara lain.

"Mereka yang terlibat dalam konspirasi melawan Turki, seperti yang terjadi di masa lalu. Mereka akan menderita kerusakan yang sama seperti yang mereka alami di masa lalu. (Yunani harus) bungkam, agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain," ujar Akar.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Turki, Yunani, Mediterania

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Foto/Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59