Portal Berita Ekonomi Kamis, 01 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup tertahan pada level 23.185.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,10% pada level 2.493.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,50% pada level 5.895.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yuan pada level 6,7910 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,30% terhadap Dollar AS pada level 14.835 IDR/USD.

Fakta di Balik Karyawan PT Inti Tak Gajian 7 Bulan

Fakta di Balik Karyawan PT Inti Tak Gajian 7 Bulan
WE Online, Jakarta -

Manajemen PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau Inti sedang diterpa isu tak sedap. Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dikabarkan tak sanggup membayar gaji karyawannya sejak Februari 2020 lalu. Penyebab utamanya karena perusahaan pelat merah itu sedang mengalami kerugian bisnis hingga membuat arus kas negatif.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum terkait isu karyawan PT Inti Tak Gajian sejak Februari 2020. Berikut rangkumannya:

Baca Juga: 7 Bulan Tak Digaji, Begini Nasib Karyawan PT Inti Kini

1. Penundaan Gaji Terjadi Sejak Mei 2019

Manajemen PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau Inti membenarkan bahwa pihaknya menunda pembayaran gaji para karyawannya. Penundaan pembayaran gaji terjadi sejak Mei 2019.

"Namun begitu, pihak manajemen tetap berusaha membayarkan gaji sesuai dengan kemampuan cash Perusahaan," kata Direktur Utama Inti Otong Lip, dalam keterangan tertulis.

2. Tiap Bulan Perusahaan Membayar Angsuran Utang Gaji ke Karyawan

Pada Agustus 2020, kata dia, karyawan telah menerima angsuran utang gaji untuk gaji bulan Februari 2020 senilai Rp1 juta per pegawai.

"Pembayaran utang gaji secara bulanan terus dilakukan dan tercatat selama kurun waktu tahun 2020, setiap bulan ada pembayaran angsuran utang gaji hingga Agustus 2020," kata Otong.

3. Perusahaan Mengalami Tekanan Keuangan yang Cukup Berat

Otong menjelaskan, latar belakang perseroan menunda pembayaran gaji adalah akibat Cash Flow Operation (CFO) dan ekuitas perusahaan yang berada di posisi negatif. Kondisi tekanan keuangan yang cukup berat ini, menurutnya, sudah terjadi sejak lima tahun terakhir, terhitung sejak 2014 hingga 2019, di mana laba ditahan pada neraca perusahaan sudah negatif.

"Salah satu penyebabnya karena proyek-proyek masa lalu yang dikerjakan oleh perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini terus berlanjut hingga perusahaan memiliki utang non produktif mencapai 90%," ujar Otong.

4. Uang PT Inti Tertahan di 2 Bank BUMN

Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menyebutkan sejatinya perseroan memiliki simpanan uang di dua bank BUMN. Namun, bank tersebut menahan uang akibat PT Inti memiliki tagihan yang belum bisa dipenuhi. Namun, Arya Sinulingga tidak menyebutkan nama kedua bank tersebut.

Kementerian BUMN, kata Arya, telah meminta kedua bank untuk memberikan dana simpanan kepada PT Inti. Uang tersebut akan digunakan perseroan untuk membayar hak karyawan. Arya memperkirakan dana simpanan itu bisa cukup untuk membayar gaji sejumlah karyawan yang tertunda.

5. Ini Langkah Kementerian BUMN Menyelamatkan PT Inti

Langkah penyelamatan yang dilakukan Kementerian BUMN, dengan meminta kepada manajemen PT Telkom (Persero) untuk memberikan pembayaran terlebih dahulu kepada PT Inti dalam beberapa proyek kerja sama. Meski proyek tersebut belum mencapai target.

"Apa solusinya? Pertama adalah mereka (Inti) punya project di Telkom, ini pun sebenarnya belum mencapai target. Tapi kita minta supaya Telkom merilisnya lebih dulu, supaya kawan-kawan di Inti bisa terbantu secara finansial," ujar Arya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (Inti), Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,985.92 3,946.15
British Pound GBP 1.00 19,342.80 19,147.38
China Yuan CNY 1.00 2,201.89 2,179.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,950.38 14,801.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,729.89 10,621.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.13 1,909.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,963.10 10,853.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,550.25 17,369.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,608.59 3,568.38
Yen Jepang JPY 100.00 14,170.98 14,028.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4970.094 100.055 707
2 Agriculture 1167.701 30.233 24
3 Mining 1351.537 19.514 47
4 Basic Industry and Chemicals 725.653 16.142 80
5 Miscellanous Industry 843.234 22.937 53
6 Consumer Goods 1841.415 12.461 60
7 Cons., Property & Real Estate 343.048 2.431 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.016 39.071 79
9 Finance 1067.435 27.672 94
10 Trade & Service 631.891 0.682 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 163 220 57 34.97
2 OKAS 109 147 38 34.86
3 DPUM 56 75 19 33.93
4 KPAS 57 76 19 33.33
5 TRUK 137 175 38 27.74
6 ESIP 143 178 35 24.48
7 ARGO 1,650 2,000 350 21.21
8 HOMI 790 955 165 20.89
9 SKBM 264 318 54 20.45
10 MTPS 308 370 62 20.13
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 100 93 -7 -7.00
2 BALI 1,000 930 -70 -7.00
3 PCAR 372 346 -26 -6.99
4 TIRA 264 246 -18 -6.82
5 SOHO 8,875 8,275 -600 -6.76
6 WOWS 89 83 -6 -6.74
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 DART 238 222 -16 -6.72
9 INTA 238 222 -16 -6.72
10 AIMS 149 139 -10 -6.71
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,560 2,750 190 7.42
2 TOWR 1,035 1,060 25 2.42
3 BBRI 3,040 3,160 120 3.95
4 KBAG 94 88 -6 -6.38
5 FIRE 282 312 30 10.64
6 DEAL 226 234 8 3.54
7 KAEF 2,890 3,180 290 10.03
8 BRPT 790 830 40 5.06
9 KLBF 1,550 1,610 60 3.87
10 BRIS 750 795 45 6.00