Portal Berita Ekonomi Jum'at, 02 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup tertahan pada level 23.185.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,10% pada level 2.493.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,50% pada level 5.895.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yuan pada level 6,7910 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,30% terhadap Dollar AS pada level 14.835 IDR/USD.

Cara Jitu Cerdas Finansial saat Resesi

Cara Jitu Cerdas Finansial saat Resesi
WE Online, Jakarta -

Penyebaran pandemi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus menarik rem darurat untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar jillid II atau populer disebut PSBB Total.

Dalam peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 tahun 2020 disebutkan jika terdapat 11 sektor usaha yang diperboleh beroperasi yakni sektor kesehatan, bahan pangan dan minuman, energi, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keuangan, perbankan dan sistem pembayaran pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, serta pelayanan dasar utilitas publik dan industri objek vital nasional.

Akan tetapi, aturan kapasitas kantor pada 11 sektor usaha tersebut lebih diperketat. Jika pada PSBB Jilid I karyawan perusahaan di sebelas sektor tersebut boleh masuk kantor. Pada PSBB Jilid II hanya 50 persen karyawan yang boleh masuk kantor dalam waktu bersamaan.

Baca Juga: Cara Mudah Berinvestasi Reksa Dana di Masa PSBB Covid-19

Untuk kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan kementerian, jumlah karyawan yang diperbolehkan masuk hanya 25 persen dari total karyawan. Sementara, perkantoran swasta nonesensial juga diperbolehkan beroperasi, namun dengan pembatasan maksimum 25 persen pegawai di tempat kerja pada waktu yang bersamaan.

Nah, pembatasan ini dinilai banyak pihak akan membuat Indonesia jatuh ke jurang resesi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahkan sudah menyatakan Indonesia akan bergabung dengan 215 negara lain yang mengalami resesi.

Saat resesi di depan mata, Warta Ekonomi melalui progam WE Talk berinisiatif untuk mengundang Adrian Irwandika seorang financepreneur sekaligus investor untuk membahas bagaimana Cerdas Finansial saat Resesi bersama jurnalis Warta Ekonomi, Annisa Nurfitriyani sebagai host.

Berikut ini kutipan wawancara progam WE Talk bertajuk Cerdas Finansial saat Resesi tersebut.

Sebelum masuk ke saran dan tips, sebenarnya apa itu resesi?

Resesi terjadi ketika adanya penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dan berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dalam suatu negara. Kemungkinan terjadinya resesi akan selalu ada.

Karenanya, resesi dianggap sebagai bagian tak terhindarkan dari siklus bisnis yang terjadi dalam perekonomian suatu negara. Resesi ini sering dihubung-hubungkan dengan turunnya harga-harga, atau justru kebalikannya, meningkatnya harga-harga secara tajam. Melemahnya roda ekonomi akibat kenaikan atau penurunan harga yang drastis ini lah yang menimbulkan dampak negatif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Oke, lalu apa dampak signifikan resesi terhadap kondisi finansial seseorang?

Berbicara mengenai dampak, ada tiga hal utama yang dapat terjadi atas adanya resesi. Hal pertama yang juga merupakan kecemasan utama bagi banyak orang adalah maraknya PHK dan rendahnya penciptaan lapangan kerja. Ini bisa terjadi karena minimnya produktivitas yang dilakukan perusahaan yang diiringi dengan sedikitnya uang yang dihasilkan perusahaan sehingga tidak lagi mampu membayarkan gaji pegawai.

Kemudian dampak selanjutnya adalah kemungkinan terjadinya rem konsumsi yang dilakukan masyarakat. PHK yang telah disebutkan sebelumnya tentunya akan mempengaruhi penghasilan seseorang, baik secara pribadi ataupun per keluarga. Hal ini menyebabkan berkurangnya daya beli masyarakat, khususnya kalangan bawah, hingga ke titik hampir atau bahkan tidak memiliki daya beli sama sekali.

Sedangkan di sisi lainnya, masyarakat kalangan atas yang masih mempunyai uang pastinya akan sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Akhirnya, perputaran roda ekonomi terhambat.

Dampak terakhir yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya angka kemiskinan sebagai efek domino dari banyaknya PHK dan daya beli rendah yang telah dibahas sebelumnya.

Baca Juga

Tag: Perencanaan Keuangan, Financial Planner, Keuangan, Adrian Irwandika

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Warta Ekonomi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,985.92 3,946.15
British Pound GBP 1.00 19,342.80 19,147.38
China Yuan CNY 1.00 2,201.89 2,179.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,950.38 14,801.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,729.89 10,621.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.13 1,909.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,963.10 10,853.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,550.25 17,369.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,608.59 3,568.38
Yen Jepang JPY 100.00 14,170.98 14,028.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4970.094 100.055 707
2 Agriculture 1167.701 30.233 24
3 Mining 1351.537 19.514 47
4 Basic Industry and Chemicals 725.653 16.142 80
5 Miscellanous Industry 843.234 22.937 53
6 Consumer Goods 1841.415 12.461 60
7 Cons., Property & Real Estate 343.048 2.431 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.016 39.071 79
9 Finance 1067.435 27.672 94
10 Trade & Service 631.891 0.682 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 163 220 57 34.97
2 OKAS 109 147 38 34.86
3 DPUM 56 75 19 33.93
4 KPAS 57 76 19 33.33
5 TRUK 137 175 38 27.74
6 ESIP 143 178 35 24.48
7 ARGO 1,650 2,000 350 21.21
8 HOMI 790 955 165 20.89
9 SKBM 264 318 54 20.45
10 MTPS 308 370 62 20.13
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 100 93 -7 -7.00
2 BALI 1,000 930 -70 -7.00
3 PCAR 372 346 -26 -6.99
4 TIRA 264 246 -18 -6.82
5 SOHO 8,875 8,275 -600 -6.76
6 WOWS 89 83 -6 -6.74
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 DART 238 222 -16 -6.72
9 INTA 238 222 -16 -6.72
10 AIMS 149 139 -10 -6.71
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,560 2,750 190 7.42
2 TOWR 1,035 1,060 25 2.42
3 BBRI 3,040 3,160 120 3.95
4 KBAG 94 88 -6 -6.38
5 FIRE 282 312 30 10.64
6 DEAL 226 234 8 3.54
7 KAEF 2,890 3,180 290 10.03
8 BRPT 790 830 40 5.06
9 KLBF 1,550 1,610 60 3.87
10 BRIS 750 795 45 6.00