Portal Berita Ekonomi Minggu, 27 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

AS Pernah Tembakkan Rudal yang Bisa Tepat Hantam Kim Jong-un

AS Pernah Tembakkan Rudal yang Bisa Tepat Hantam Kim Jong-un
WE Online, Seoul -

Militer Amerika Serikat (AS) ternyata pernah menembakkan rudal presisi pada tahun 2017 untuk menunjukkan kepada Korea Utara (Korut) tentang kemampuannya untuk secara tepat menyerang target apa pun, baik itu lokasi peluncuran di Korut atau pemimpinnya yang menyaksikan peluncuran uji coba senjata Pyongyang.

Manuver Amerika itu diungkap jurnalis Washington Post, Bob Woodward, dalam bukunya "Rage" yang akan dirilis Selasa (15/9/2020). 

Baca Juga: Pusing Covid-19, Korut Gak Punya Senjata Baru Buat Dipamerkan

Menurut buku Woodward, tindakan Amerika itu dilakukan sebagai tanggapan atas uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara yang mampu mencapai Amerika Serikat.

Mengutip berbagai pejabat AS, termasuk mantan Menteri Pertahanan James Mattis, Woodward mengatakan Pasukan AS Korea (USFK) kemudian bereaksi dengan rudal taktis yang menempuh jarak 186 mil sebelum jatuh ke Laut Timur.

"Itu adalah jarak yang tepat antara titik peluncuran rudal AS dan lokasi uji coba rudal Korea Utara, serta tenda tempat foto satelit menunjukkan Kim Jong-un sedang menyaksikan peluncuran rudal," tulis Woodward, yang kutipannya dipublikasikan Yonhap, Senin (14/9/2020).

"Artinya dimaksudkan untuk menjadi jelas; Kim Jong-un perlu mengkhawatirkan keselamatan pribadinya," kata Woodward, yang menambahkan bahwa tidak pernah dikonfirmasi apakah Korea Utara telah menerima pesan tersebut atau tidak.

Korea Utara, entah tidak sadar atau acuh tak acuh, terus meningkatkan provokasinya, dengan meluncurkan ICBM yang lebih kuat hanya tiga minggu kemudian pada 28 Juli.

"Yang bisa menempuh 6.200 mil dan menghantam sebagian besar benua Amerika Serikat," tulis Woodward. 

Pada 29 Agustus tahun yang sama, Korea Utara meluncurkan rudal lain, yakni rudal jarak menengah yang terbang langsung di atas Jepang, yang digambarkan Woodward sebagai eskalasi yang jelas dalam provokasi yang mengubah karakter ancaman.

"Mattis dapat melihat tekanan militer maksimum tidak dirasakan atau dilihat oleh (Korea) Utara. Dia mulai mencari opsi tanggapan yang lebih agresif dan bertanya-tanya apakah mereka harus mengambil tindakan pemboman yang sebenarnya di pelabuhan Korea Utara untuk mengirim pesan tersebut," tulis Woodward.

Bagian awal buku ini juga membahas tentang penderitaan Mattis tentang apakah dia harus membuat keputusan untuk menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan AS dari Korea Utara.

"(Mattis) tidak berpikir bahwa Presiden (Donald) Trump akan melancarkan serangan pendahuluan di Korea Utara, meskipun rencana untuk perang seperti itu ada di rak," kata Woodward dalam bukunya.

Reporter "Watergate" itu mengklaim bahwa Komando Strategis AS di Omaha, Nebraska, telah dengan cermat meninjau dan mempelajari Rencana Operasi 5027 (OPLAN 5027) yang katanya ditujukan untuk perubahan rezim di Korea Utara, yang mencakup penggunaan 80 senjata nuklir. 

"Ini sangat membebani saya setiap hari. Saya harus mempertimbangkan setiap hari ini bisa terjadi. Ini bukan masalah teoritis," kata Mattis yang dikutip Woodward.

"Saya benar-benar fokus pada bagaimana mencegah ini atau menghentikannya secepat mungkin. Menyadari bahwa situasi yang paling buruk mungkin akan mendikte penggunaan senjata nuklir, dengan segala arti dalam istilah, bukan hanya perang itu, tetapi cara itu akan mengubah dunia. Sekarang senjata nuklir bisa digunakan lagi," ujar mantan bos Pentagon tersebut kepada Woodward.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), Kim Jong Un, Korea Utara (Korut)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 1st Class Ronald Gutridge

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68