Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,94 USD/barel.
  • 16:09 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,36 USD/barel.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Euro pada level 1,1856 USD/EUR.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,2979 USD/GBP.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,47% pada level 24.455.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,26% pada level 2.412.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,07% pada level 3.338.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,17% pada level 2.496.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,35% pada level 6.028.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,75 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,66% terhadap Dollar AS pada level 14.735 IDR/USD.
  • 16:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,27% terhadap Yen pada level 104,46 JPY/USD.
  • 16:01 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.955 USD/troy ounce.
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG menguta 0,41% pada penutupan sesi II.

Laba HM Sampoerna hingga Gudang Garam Terbakar, Siapa Emiten Rokok Paling Ambyar?

Laba HM Sampoerna hingga Gudang Garam Terbakar, Siapa Emiten Rokok Paling Ambyar?
WE Online, Jakarta -

Industri rokok tak luput dari tekanan sepanjang semester pertama tahun 2020. Mulai dari kebijakan cukai hingga adanya pandemi Covid-19, itulah yang menekan kinerja keuangan mayoritas emiten rokok hingga mengalami penurunan tajam. Bahkan, kinerja sekelas HM Sampoerna dan Gudang Garam pun turut ambyar pada paruh pertama tahun ini.

Meski begitu, ada pula emiten rokok yang selamat dan justru membukukan kinerja positif pada periode tersebut. Siapakah itu dan bagaimana kinerja keuangan dari masing-masing emiten rokok yang terdaftar di bursa? Simak ulasan berikut ini. 

Baca Juga: Kisah Kelam Skandal Gagal Bayar Kresna Life: Nasabah Gigit Jari, Haknya Tak Dipenuhi

1. Bentoel International (-56,53%)

PT Bentoel International Tbk (RMBA) harus menelan pil pahit sepanjang semester pertama tahun 2020. Pasalnya, sampai dengan Juni 2020, RMBA mengantongi rugi bersih sebesar Rp165,44 miliar. Meski begitu, angka tersebut 56,53% lebih rendah daripada kerugian RMBA pada Juni 2019 lalu yang mencapai Rp380,59 miliar. 

Ada sejumlah faktor yang membuat RMBA belum bisa bebas dari jeratan kerugian, salah satunya adalah penjualan yang terkontraksi pada enam bulan pertama tahun ini. Dilansir dari laporan keuangan perusahaan, RMBA membukukan penjualan sebesar Rp7,59 triliun pada semester I 2020. Angka tersebut turun sedalam 25,73% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,22 triliun.

Pada saat yang bersamaan, RMBA mampu menekan beban pokok penjualan sebesar 25,31% dari Rp8,69 triliun pada Juni 2019 menjadi Rp6,49 triliun pada Juni 2020. Selain itu, Jika dibedah, perbaikan pada beban pokok penjualan terjadi seiring dengan jumlah biaya produksi yang berhasil ditekan pada periode semester I 2020 ini. 

Baca Juga: Bea Cukai Bongkar Modus dan Merek Rokok Ilegal yang Sering Digunakan Pelaku

Misalnya saja, biaya pita cukai dan PPN turun dari sebelumnya Rp6,28 triliun menjadi Rp4,35 triliun. Kemudian, biaya bahan baku juga turun dari Rp2,09 triliun menjadi Rp1,54 triliun, sedangkan biaya atau beban pabrikasi angkanya turun dari Rp402,83 miliar menjadi Rp397,31 miliar. Namun, untuk biaya tenaga kerja langsung mengalami peningkatan tipis dari Rp35,57 miliar menjadi Rp48,11 miliar. 

Manajemen RMBA mengatakan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh perusahaan pada tahun 2020 ini. Bukan hanya soal kebijakan cukai rokok, bisnis industri tembakau juga tertekan oleh dampak ekonomi yang muncul akibat pandemi Covid-19. 

"Di tengah tantangan akibat kebijakan tarif cukai tersebut, dunia juga menghadapi tantangan lain akibat munculnya pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 yang mengakibatkan menurunnya volume penjualan dan daya beli konsumen," ungkap manajemen RMBA sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya juga mengklaim bahwa tantangan tersebut berdampak signifikan terhadap penjualan rokok perusahaan. Menurut manajemen RMBA, butuh waktu bagi industri tembakau untuk dapat pulih dari tekanan tersebut, khususnya berkaitan dengan penurunan penjualan produk.

"Kami juga berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan keberlangsungan industri tembakau, khususnya di tengah-tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini," sambungnya lagi.

Baca Juga

Tag: PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HM Sampoerna), PT Gudang Garam Tbk, PT Wismilak Inti Makmur Tbk, PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA), bentoel international, Rokok, industri rokok, cukai rokok, Covid-19, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Unsplash/Rae Tian

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5038.401 -20.081 707
2 Agriculture 1193.796 7.348 24
3 Mining 1358.032 -9.569 47
4 Basic Industry and Chemicals 714.022 -11.568 80
5 Miscellanous Industry 874.367 10.004 53
6 Consumer Goods 1879.697 -11.533 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.036 8.558 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 823.247 -0.233 79
9 Finance 1099.977 -8.669 94
10 Trade & Service 623.893 -0.430 175
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 290 362 72 24.83
2 YPAS 310 384 74 23.87
3 AISA 199 244 45 22.61
4 KICI 212 258 46 21.70
5 SOHO 7,900 9,475 1,575 19.94
6 SSTM 408 468 60 14.71
7 SIPD 1,040 1,190 150 14.42
8 KIJA 145 165 20 13.79
9 PORT 460 520 60 13.04
10 BEST 173 194 21 12.14
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 39 36 -3 -7.69
2 ARGO 1,730 1,610 -120 -6.94
3 TRJA 202 188 -14 -6.93
4 OASA 376 350 -26 -6.91
5 INTD 175 163 -12 -6.86
6 SAPX 2,190 2,040 -150 -6.85
7 ROCK 1,685 1,570 -115 -6.82
8 TUGU 1,400 1,305 -95 -6.79
9 PTIS 179 167 -12 -6.70
10 INPS 1,425 1,330 -95 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 AISA 199 244 45 22.61
2 BBRI 3,260 3,200 -60 -1.84
3 BBCA 28,750 28,775 25 0.09
4 BEST 173 194 21 12.14
5 BBNI 4,870 4,720 -150 -3.08
6 MDKA 1,530 1,575 45 2.94
7 ZINC 137 136 -1 -0.73
8 TLKM 2,790 2,820 30 1.08
9 SSIA 430 432 2 0.47
10 PGAS 1,085 1,050 -35 -3.23