Portal Berita Ekonomi Senin, 21 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Di Balik Normalisasi Hubungan, Israel Mungkin Kuasai Masjid Al-Aqsa

Di Balik Normalisasi Hubungan, Israel Mungkin Kuasai Masjid Al-Aqsa
WE Online, Tel Aviv -

Salah satu poin kesepakatan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel, yang ditengahi Amerika Serikat (AS), dikhawatirkan bisa jadi bom waktu. Soalnya, poin itu mengarah kepada pembagian kompleks Masjid Al-Aqsa juga untuk kaum Yahudi. Bahkan, bisa dikuasai Israel.

Hal ini diungkap oleh LSM Israel sendiri, Terrestrial Jerusalem (TJ). Poin itu, ujar laporan TJ, bisa dinilai melanggar kesepakatan untuk tidak mengganggu gugat kompleks Masjid Al-Aqsa (status quo).

Baca Juga: Meski Apresiasi Israel, China Tetap Dukung Upaya Kemerdekaan Palestina

Sementara Khaled Zabarqa, seorang pengacara Palestina yang ahli dalam masalah Al-Aqsa dan Yerusalem, mengatakan kepada kantor berita Qatar, Al Jazeera, pernyataan itu dengan sangat jelas mengatakan, Masjid Al-Aqsa tidak berada di bawah kedaulatan umat Muslim lagi.

"Ketika UEA menerima klausul seperti itu, mereka setuju dan memberi lampu hijau bagi kedaulatan Israel atas Masjid Al-Aqsa. Ini pelanggaran yang jelas dan besar-besaran untuk status quo internasional dan status Masjid Al-Aqsa setelah pendudukan Yerusalem pada 1967 (oleh Israel), yang mengatakan, segala sesuatu di kompleks Al-Aqsha, berada di bawah pengawasan Yordania," katanya.

Padahal selama ini, inilah yang menjadi kekhawatiran warga Palestina. Laporan TJ menilai, pernyataan tersebut memang akan menjadi sebuah perubahan besar, sehingga memiliki konsekuensi yang luas dan berpotensi meledak.

Karena mengacu pada status quo yang ditegaskan pada 1967, hanya umat Muslim yang boleh beribadah di dalam al-Haram al-Sharif, yang juga dikenal sebagai kompleks Masjid Al-Aqsa seluas 14 hektar.

Sementara non Muslim, dapat mengunjungi, tetapi tidak dapat beribadah di situs tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan status quo ini dalam deklarasi resmi pada 2015.

Namun, klausul yang termasuk dalam kesepakatan baru-baru ini antara Israel dan negara-negara Teluk Arab menunjukkan, ini mungkin tidak lagi menjadi masalah.

Menurut pernyataan bersama antara AS, Israel, dan UEA yang dirilis pada 13 Agustus oleh Presiden AS Donald Trump, dia menyatakan, seperti yang tertuang dalam Visi Damai, semua Muslim yang datang dengan damai dapat mengunjungi dan berdoa di Masjid Al-Aqsa. Dan tempat suci Yerusalem lainnya harus tetap terbuka bagi semua agama.

Tapi, Israel mendefinisikan Al-Aqsa sebagai struktur satu masjid, seperti halnya pernyataan itu, laporan TJ menjelaskan.

"Menurut Israel [dan tampaknya Amerika Serikat], apapun yang ada di Gunung (kompleks Al-Aqsha) yang bukan struktur masjid didefinisikan sebagai salah satu tempat suci Yerusalem lainnya, dan terbuka untuk ibadah semua agama --termasuk orang Yahudi," kata laporan itu lagi.

"Pilihan terminologi ini sepertinya disengaja, meskipun secara diam-diam, untuk membiarkan pintu terbuka lebar bagi umat Yahudi agar bisa beribadah di Temple Mount (kompleks Al-Aqsha), yang dengan demikian, berarti banyak mengubah status quo," bunyi laporan tersebut. 

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Israel, Palestina, Gejolak masjid Al-Aqsa Yerusalem

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Ammar Awad

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59