Portal Berita Ekonomi Jum'at, 25 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:12 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,40 USD/barel.
  • 13:12 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,07 USD/barel.
  • 13:11 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1671 USD/EUR.
  • 13:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2755 USD/GBP.
  • 13:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yen pada level 105,32 JPY/USD.
  • 13:09 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.868 USD/troy ounce.
  • 11:35 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,44% pada penutupan sesi I.

Terlalu Kompleks, KPK Nilai Ada Celah buat Pengusaha Rokok Mainkan Tarif Cukai

Terlalu Kompleks, KPK Nilai Ada Celah buat Pengusaha Rokok Mainkan Tarif Cukai
WE Online, Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Fungsional Utama Kedeputian Pencegahan Niken Ariati menyoroti kompleksnya struktur tarif cukai tembakau yang berlaku di Indonesia sehingga membuka celah bagi pengusaha untuk menghindari cukai tinggi.

"Jadi sebenarnya, KPK sudah melakukan kajian terkait dengan masalah cukai tembakau ini sudah lama, sejak 2010 kita soroti masalah regulasi penetapan tarif cukai yang memang selalu kompleks," ujar Niken kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga: Rp17,5 T Bisa Hilang Gegara Kebijakan Cukai Rokok Banyak Celah

Niken mengatakan bahwa dalam kajian KPK, sistem struktur tarif cukai tembakau terlalu kompleks dengan banyaknya layer, golongan, jenis rokok, dan jumlah produksi. "Memang kita sudah melihat bahwa banyak pengusaha yang mencari celah dari regulasi tersebut, misalnya perusahaan berupaya agar jumlah produksinya tidak melebihi plafon sehingga tarifnya lebih rendah," ujarnya.

Menurutnya, dengan struktur tarif cukai yang kompleks tersebut, ada risiko perusahaan rokok membalikkan tarif cukai. Itulah sebabnya pihaknya mendorong agar pemerintah menerapkan sistem penarifan cukai yang lebih sederhana dan transparan, misalnya berdasarkan jumlah produksi gabungan rokok mesin suatu perusahaan.

"Kemudian pemilik perusahaannya juga ditelusuri. Kalau kita ingin melindungi UKM kan jadinya juga enggak berguna, kalau ternyata yang punya UKM juga perusahaan besar," katanya. KPK menyoroti kecenderungan perusahaan yang berupaya untuk menghindari tarif cukai yang tinggi dengan cara membuat perusahaan baru, tetapi sebenarnya memiliki afiliasi yang sama.

"Kita merekomendasikan ke Bea Cukai supaya penarifannya itu dibuat berdasarkan volume atau jumlah produksi rokok di satu perusahaan tersebut, intinya di-review kembali dan disederhanakan," katanya.

Rekomendasi KPK ini sudah disampaikan kepada Bea Cukai dan direspons dengan rencana untuk memperbaiki struktur tarif cukai dan klasifikasinya melalui roadmap.

Dalam penetapan kebijakan struktur tarif cukai, KPK mendorong agar sistem corruption impact assessment diterapkan sehingga akan transparan dan terimplementasi regulasinya. "Jangan rumit-rumit, tetapi tidak bisa diawasi dan tidak bisa diimplementasikan," tegasnya.

Niken mengatakan, pihaknya memaklumi bahwa penetapan struktur tarif cukai melibatkan banyak pemangku kepentingan sehingga banyak pertimbangan untuk mengeluarkan sebuah regulasi penyederhanaan. Pemerintah dinilai memlliki landasan objektif dan teoritis dalam menetapkan tarif cukai.

"Kami meminta pemerintah untuk melakukan mitigasi risiko dari regulasi yang ditetapkan. Jadi kalau misalnya ada satu regulasi yang keluar, harus dimitigasi kebocorannya. Regulasi yang ditetapkan sebaiknya menjamin penerimaan negara, menjamin kebocoran rendah, dan menjamin kepatuhan," katanya.

Niken mengatakan bahwa KPK khususnya dari Divisi Pencegahan terus mendorong agar semua regulasi dalam penarifan cukai tembakau sebaiknya melibatkan banyak stakeholder, lebih transparan, lebih terbuka kajian akademisnya, dan tidak menimbulkan dugaan-dugaan tertentu.

Baca Juga

Tag: Pajak, cukai rokok, Bea Cukai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4842.756 -75.199 707
2 Agriculture 1114.498 -32.542 24
3 Mining 1309.152 -26.578 47
4 Basic Industry and Chemicals 692.079 -9.599 80
5 Miscellanous Industry 834.567 -6.410 53
6 Consumer Goods 1806.077 -30.409 60
7 Cons., Property & Real Estate 338.423 -1.783 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 798.938 -15.341 79
9 Finance 1040.721 -17.068 94
10 Trade & Service 618.909 -8.141 175
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 74 92 18 24.32
2 FIRE 162 200 38 23.46
3 LRNA 127 149 22 17.32
4 BOSS 81 92 11 13.58
5 DFAM 326 370 44 13.50
6 DEAL 141 160 19 13.48
7 DAYA 520 590 70 13.46
8 CENT 130 143 13 10.00
9 PLIN 2,500 2,740 240 9.60
10 GGRP 302 330 28 9.27
No Code Prev Close Change %
1 NFCX 1,945 1,810 -135 -6.94
2 AMIN 260 242 -18 -6.92
3 SKBM 318 296 -22 -6.92
4 SOHO 12,650 11,775 -875 -6.92
5 ENZO 87 81 -6 -6.90
6 DMMX 175 163 -12 -6.86
7 TINS 730 680 -50 -6.85
8 MTPS 438 408 -30 -6.85
9 AKSI 380 354 -26 -6.84
10 DOID 234 218 -16 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,080 3,030 -50 -1.62
2 FIRE 162 200 38 23.46
3 BBCA 27,525 27,225 -300 -1.09
4 DEAL 141 160 19 13.48
5 BBNI 4,420 4,330 -90 -2.04
6 PURA 136 138 2 1.47
7 BMRI 5,200 5,075 -125 -2.40
8 TLKM 2,800 2,730 -70 -2.50
9 PGAS 1,005 960 -45 -4.48
10 BRIS 750 725 -25 -3.33