Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,47% pada level 24.455.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,26% pada level 2.412.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,07% pada level 3.338.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,17% pada level 2.496.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,35% pada level 6.028.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,75 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,66% terhadap Dollar AS pada level 14.735 IDR/USD.

Biodiesel Sawit: Hemat Devisa dan Serap CPO Domestik

Biodiesel Sawit: Hemat Devisa dan Serap CPO Domestik
WE Online, Jakarta -

Program biodiesel yang telah dilaksanakan dan terus dikembangkan merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk menghemat devisa impor bahan bakar fosil dan meningkatkan serapan minyak sawit domestik. Sepanjang tahun 2020, penyerapan minyak sawit untuk biodiesel diperkirakan lebih dari 8 juta ton dengan target B30 yang disalurkan sebanyak 8,38 juta kiloliter.

Sementara itu, pada tahun 2024 diperkirakan kebutuhan minyak biodiesel 100 persen (B100) bertambah 10 persen menjadi 15,07 juta kiloliter. Artinya, terdapat sekitar 17,3 juta ton CPO yang dibutuhkan. Jika menggunakan asumsi yang sama dengan yang sebelumnya, "laba bersih" yang dibayarkan kepada perusahaan kelapa sawit akan bertambah menjadi Rp166,116 triliun.

Baca Juga: Riau’s Story: Begini Kabar Program Replanting Sawit

Mengutip catatan Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran yang sekaligus juga menjabat sebagai Ketua Aliansi Profesional Indonesia Bangkit, Dr. Memet Hakim, manfaat biodiesel sebagai penghemat devisa dan penyerap CPO dalam negeri benar adanya.

"Jika dilihat dari sektor ekonomi, impor minyak solar berkurang. Akan tetapi, jika dilihat dari sektor perkebunan, ada peluang ekspor yang hilang. Artinya, penghematan devisa secara nasional tidak terjadi," tulisnya.

Namun demikian, fungsi yang paling utama dengan adanya biodiesel terkait membantu penyerapan CPO nasional dan menjaga kestabilan harga telah tercapai. Alokasi ekspor CPO ke Uni Eropa sudah dapat ditutupi dengan pembelian domestik untuk biodiesel. Dampaknya, negara luar sulit untuk mendikte Indonesia dalam masalah ini. Saat ini, CPO telah menjadi komoditas strategis yang dapat diandalkan.

Lebih lanjut, Dr Memet Hakim menjelaskan, perusahaan perkebunan menggantungkan hidupnya dari jumlah produksi yang dihasilkan sehingga produktivitas menjadi kunci keberhasilan roda kehidupan perusahaan. Metode Production Force Management yang terdiri dari manajemen akar dan kanopi menjadi salah satu metode yang memungkinkan untuk mendongkrak produktivitas minyak sawit antara 30–100 persen dengan biaya yang relatif sama. Dengan ini, keuntungan yang akan diperoleh oleh petani dan perusahaan akan bertambah besar.

Dr. Memet Hakim berharap, ke depan, Kementerian Pertahanan harus menjadi koordinator dalam program strategis seperti ini sehingga komoditas strategis dapat juga dijadikan "senjata" dalam negosiasi dan percaturan politik dengan luar negeri. Permasalahan kelapa sawit bukan hanya masalah perdagangan biasa karena menyangkut nasib jutaan orang yang terlibat dalam industri ini. Tidak hanya itu, jutaan hektare lahan yang digunakan beserta seluruh multiplier effect yang dihasilkannya serta martabat bangsa juga turut bergantung pada kelapa sawit.

Baca Juga

Tag: Agribisnis, Sawit, Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO)

Penulis: Ellisa Agri Elfadina

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Kementan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59