Portal Berita Ekonomi Jum'at, 02 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup tertahan pada level 23.185.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,10% pada level 2.493.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,50% pada level 5.895.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yuan pada level 6,7910 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,30% terhadap Dollar AS pada level 14.835 IDR/USD.

Tahan Banting Lawan Covid-19, Siapa Jawara Farmasi di Indonesia? Bukan Kimia Farma!

Tahan Banting Lawan Covid-19, Siapa Jawara Farmasi di Indonesia? Bukan Kimia Farma!
WE Online, Jakarta -

Farmasi menjadi sektor yang paling tahan banting selama masa pandemi Covid-19, begitu yang diyakini oleh banyak orang. Ketika sektor lain babak belur, sektor farmasi justru mendulang berkah di tengah krisis kesehatan yang tak hanya melanda Indonesia, tetapi juga dunia. 

Baca Juga: BUMN Gandeng Perusahaan Asing Buat Lawan Covid-19, Siapa Saja Ya?

Ditambah dengan adanya sentimen vaksin corona, emiten farmasi ramai-ramai mencetak kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun 2020. Mulai dari Kimia Farma, Kalbe Farma, Phapros, hingga Sindo Muncul. Namun, ada pula yang terpaksa menelan pil pahit melawan Covid-19.

Lantas, siapakah jawara emiten farmasi di Indonesia berdasarkan kinerja keuangan semester I-2020? Simak ulasan berikut ini.

1. Merck (424,78%)

Menyandang sebagai perusahaan publik di bidang healthcare, PT Merck Tbk (MERK) mampu mencetak kinerja cemerlang pada semester I-2020. Pasalnya, lonjakan laba bersih Merck secara tahunan mencapai 424,78% dari Rp6,12 miliar pada Juni 2019 menjadi Rp32,12 miliar pada Juni 2020. 

Padahal, jika dilihat dalam laporan keuangan perusahaan, penjualan Merck pada periode tersebut turun 10,72% dari Rp316,79 miliar pada tahun lalu menjadi hanya Rp282,84 pada tahun ini. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh penjualan dari pihak ketiga yang menurun dari Rp300,85 miliar menjadi Rp245,69 miliar pada periode tersebut. Sementara itu, penjualan pihak berelasi melonjak dari Rp8,99 miliar menjadi Rp12,76 miliar.

Baca Juga: Menelisik Skandal Subkontraktor Fiktif Waskita Karya: Dari Tersangka hingga Kerugian Negara

Meskipun begitu, keberhasilan Merck dalam menekan beban pokok penjualan menjadi faktor yang mendongkrak laba bersih perusahaan. Per Juni 2020, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp210,64 miliar, turun 24,84% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp158,31 miliar. Begitu pun dengan beban penjualan yang turun 22,74% menjadi Rp47,52 miliar.

Direktur Utama Merck, Evie Yulin, mengungkapkan bahwa bisnis biofarma dan bahan baku farmasi menjadi alasan lain di balik lonjakan keuntungan perusahaan. Per Juni 2020, Merck membukukan penjualan produk biofarma kepada PT Anugrah Argon Medica sebesar 71,67% dari total penjualan, sedangkan produk kesehatan konsumen kepada PT Anugerah Pharmindo Lestari porsinya mencapai 8,62%. Hal ini mencerminkan bahwa Merck mampu bersaing dengan kompetitor lainnya di tengah pandemi yang menantang ini.

"Selain itu, (Merck) juga mampu tetap bersaing dalam industri yang terus bergerak maju," katanya secara virtual pada 29 Juli 2020 lalu.

Baca Juga

Tag: Farmasi, BUMN Farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Indofarma (Persero) Tbk, PT Phapros Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Merck Tbk (MERK), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Pyridam Farma Tbk, Covid-19, Tolak Angin

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Unsplash/Kendal James

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,985.92 3,946.15
British Pound GBP 1.00 19,342.80 19,147.38
China Yuan CNY 1.00 2,201.89 2,179.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,950.38 14,801.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,729.89 10,621.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.13 1,909.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,963.10 10,853.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,550.25 17,369.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,608.59 3,568.38
Yen Jepang JPY 100.00 14,170.98 14,028.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4970.094 100.055 707
2 Agriculture 1167.701 30.233 24
3 Mining 1351.537 19.514 47
4 Basic Industry and Chemicals 725.653 16.142 80
5 Miscellanous Industry 843.234 22.937 53
6 Consumer Goods 1841.415 12.461 60
7 Cons., Property & Real Estate 343.048 2.431 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.016 39.071 79
9 Finance 1067.435 27.672 94
10 Trade & Service 631.891 0.682 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 163 220 57 34.97
2 OKAS 109 147 38 34.86
3 DPUM 56 75 19 33.93
4 KPAS 57 76 19 33.33
5 TRUK 137 175 38 27.74
6 ESIP 143 178 35 24.48
7 ARGO 1,650 2,000 350 21.21
8 HOMI 790 955 165 20.89
9 SKBM 264 318 54 20.45
10 MTPS 308 370 62 20.13
No Code Prev Close Change %
1 PAMG 100 93 -7 -7.00
2 BALI 1,000 930 -70 -7.00
3 PCAR 372 346 -26 -6.99
4 TIRA 264 246 -18 -6.82
5 SOHO 8,875 8,275 -600 -6.76
6 WOWS 89 83 -6 -6.74
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 DART 238 222 -16 -6.72
9 INTA 238 222 -16 -6.72
10 AIMS 149 139 -10 -6.71
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 2,560 2,750 190 7.42
2 TOWR 1,035 1,060 25 2.42
3 BBRI 3,040 3,160 120 3.95
4 KBAG 94 88 -6 -6.38
5 FIRE 282 312 30 10.64
6 DEAL 226 234 8 3.54
7 KAEF 2,890 3,180 290 10.03
8 BRPT 790 830 40 5.06
9 KLBF 1,550 1,610 60 3.87
10 BRIS 750 795 45 6.00