Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Warning! Ketika Dunia Berlomba-Lomba Temukan Vaksin, WHO Tegas: Jangan Harap Bisa...

Warning! Ketika Dunia Berlomba-Lomba Temukan Vaksin, WHO Tegas: Jangan Harap Bisa...
WE Online, Jakarta -

Seluruh dunia saling berlomba untuk bisa menemukan vaksin dan bebas dari krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19. Saling klaim vaksin pun mulai bermunculan. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa vaksin bukan segalanya.

Kepala ilmuan WHO, Swaminathan, menegaskan bahwa jangan harap dapat hidup normal walau vaksin Covid-19 sudah ditemukan. Paling tidak sampai dengan tahun 2022 mendatang. Dalam perhitungannya, penyediaan akses vaksin yang merata ke negara-negara di dunia hanya akan mampu mencapai ratusan juta dosis, jumlah yang terlalu kecil menurut pandangannya.

Baca Juga: Tahan Banting Lawan Covid-19, Siapa Jawara Farmasi di Indonesia? Bukan Kimia Farma!

Dengan dosis yang terbatas, ia mengingatkan bahwa dunia masih membutuhkan kebiasaan jaga jarak dan pemakaian masker hingga produksi vaksin dapat ditingkatkan mencapai 2 miliar dosis pada akhir tahun 2021 mendatang.

"Cara orang membayangkannya adalah bahwa di bulan Januari Anda memiliki vaksin untuk seluruh dunia dan semuanya akan mulai kembali normal, ini bukan cara kerjanya. Penilaian terbaik kami (untuk peluncuran vaksin) adalah pertengahan 2021 karena di awal 2021 adalah saat Anda akan mulai melihat dari beberapa uji coba ini," pungkasnya seperti dilansir dari South China Morning Post, Rabu, 16 September 2020.

Baca Juga: Bukan Ciptaan Barat, Ternyata Ini Vaksin Prioritas Filipina

China, bagaimanapun, menampilkan garis waktu yang lebih agresif. Pada hari Selasa, Wu Guizhen dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China mengatakan orang-orang di China akan memiliki akses ke vaksin yang dikembangkan secara lokal pada awal November atau Desember.

Presiden AS, Donald Trump, juga telah berjanji akan ada vaksin segera kekhawatiran bahwa regulator AS mungkin tunduk pada tekanan politik dan menerbitkan lisensi penggunaan darurat sebelum waktunya. Sementara itu, Swaminathan mengatakan bahwa WHO berencana mengeluarkan pedoman tentang penggunaan darurat vaksin minggu depan.

"Semua uji coba yang sedang berlangsung memiliki tindak lanjut selama setidaknya 12 bulan jika tidak lebih lama. Itu adalah waktu yang biasa Anda lihat untuk memastikan Anda tidak mengalami efek buruk jangka panjang setelah beberapa minggu pertama. Karena ini pandemi, ada kemungkinan banyak regulator yang ingin melakukan listing darurat, yang bisa dimaklumi, tapi perlu ada beberapa kriteria di sekitarnya," tegasnya lagi.

Sebagai informasi, China telah menggunakan tiga vaksin pada warga sipil di bawahnya otorisasi penggunaan darurat sejak Juli, dan a vaksin untuk militersejak Juni. Seorang pejabat senior dari raksasa farmasi milik negara mengatakan dalam sebuah wawancara bulan ini bahwa ratusan ribu orang China telah divaksinasi.

Ketika ditanya tentang situasi China dan AS, Swaminathan berkata bahwa regulator nasional memiliki kewenangan untuk melakukannya di wilayah mereka sendiri. Namun, dia menambahkan bahwa mereka harus memberlakukan tenggat waktu bagi perusahaan untuk memberikan data, dan izin penggunaan darurat dapat dicabut jika uji coba tahap terakhir tidak memenuhi persyaratan.

Baca Juga

Tag: Vaksin Corona, Vaksin, World Health Organization (WHO), Covid-19, China (Tiongkok), Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Masker

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Foto/Istimewa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59