Portal Berita Ekonomi Minggu, 27 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

AS Sebar Berita Kerja Paksa di Xinjiang, China: Itu Dibuat-buat

AS Sebar Berita Kerja Paksa di Xinjiang, China: Itu Dibuat-buat
WE Online, Beijing -

Pemerintah China membantah adanya kerja paksa di Provinsi Xinjiang. Hal itu merespons keputusan Amerika Serikat (AS) membatasi impor produk kapas dari Xinjiang karena menganggap terdapat praktik demikian di sana.

"Apa yang disebut masalah 'kerja paksa' (di Xinjiang) benar-benar dibuat-buat oleh beberapa organisasi dan individu Barat, yang sepenuhnya bertentangan dengan fakta," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Cina Wang Wenbin pada Selasa (15/9/2020), dikutip laman resmi Kemlu Cina.

Baca Juga: Produk-produk Xinjiang Kini Terlarang di AS karena...

Wang mengatakan hak dan kepentingan pekerja dari kelompok etnis minoritas di Xinjiang dilindungi hukum. Menurutnya tidak ada batasan apapun atas kebebasan pribadi mereka.

"Adat istiadat, kepercayaan, agama, dan bahasa lisan serta tulisan mereka semuanya dilindungi oleh hukum. Bagaimana orang bisa menyebut ini 'kerja paksa'?" ucapnya.

Dia mengkritik dan memprotes kebijakan AS yang menerapkan pembatasan impor kapas dari Xinjiang dengan alasanya adanya kerja paksa.

"Ini adalah tindakan perisakan yang mencolok. China dengan tegas menentang hal ini," ujar Wang.

Wang mengungkapkan beberapa orang di AS mengaku peduli dengan etnis minoritas di Xinjiang. Namun pada saat bersamaan Washington mengambil segala macam tindakan untuk menekan perusahaan-perusahaan Xinjiang.

Menurutnya ketidakkonsistenan itu memperlihatkan kemunafikan dan niat jahat AS untuk menahan perkembangan Xinjiang serta menabur perselisihan antara berbagai kelompok etnis di China.

"Kami mendesak pihak AS untuk menghormati fakta, mengatasi bias, menghentikan manipulasi politik, dan berhenti menggunakan masalah Xinjiang untuk mengganggu kerja sama perdagangan dan ekonomi normal antara perusahaan China dan AS. Pihak China akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan Cina," kata Wang.

China telah dituding melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) secara terstruktur, sistematis, dan masif di wilayah Xinjiang.

Beijing dilaporkan menahan lebih dari satu juta Muslim Uighur di kamp-kamp interniran. Aktivitas indoktrinasi bertujuan agar mereka memuja pemerintah dan PKC, termasuk Presiden Xi Jinping.

China telah membantah semua tudingan dan laporan tersebut. Mereka tak menyangkal keberadaan kamp-kamp di Xinjiang. Namun Beijing mengklaim tempat itu bukan kamp penahanan, tapi pusat pendidikan vokasi.

Pusat itu sengaja didirikan untuk memberi pelatihan keterampilan dan keahlian kepada warga Uighur dan etnis minoritas lainnya. Dengan demikian, mereka dapat bekerja dan angka pengangguran di Xinjiang dapat berkurang.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,006.12 3,966.15
British Pound GBP 1.00 19,168.36 18,971.68
China Yuan CNY 1.00 2,205.71 2,183.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,025.76 14,876.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.68 10,498.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,938.76 1,919.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,934.19 10,821.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,536.56 17,356.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,607.63 3,568.30
Yen Jepang JPY 100.00 14,243.78 14,100.71
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4945.791 103.035 707
2 Agriculture 1137.608 23.110 24
3 Mining 1330.114 20.962 47
4 Basic Industry and Chemicals 706.280 14.201 80
5 Miscellanous Industry 871.512 36.945 53
6 Consumer Goods 1841.021 34.944 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.335 3.912 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 803.559 4.621 79
9 Finance 1072.260 31.539 94
10 Trade & Service 623.467 4.558 175
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 200 270 70 35.00
2 BOSS 92 123 31 33.70
3 INAF 2,330 2,910 580 24.89
4 PYFA 765 955 190 24.84
5 PEHA 1,170 1,460 290 24.79
6 KBAG 77 96 19 24.68
7 KAEF 2,310 2,880 570 24.68
8 NIKL 590 735 145 24.58
9 INTD 153 187 34 22.22
10 GMFI 68 83 15 22.06
No Code Prev Close Change %
1 ALKA 230 214 -16 -6.96
2 SBAT 288 268 -20 -6.94
3 PLIN 2,740 2,550 -190 -6.93
4 ROCK 1,515 1,410 -105 -6.93
5 WICO 505 470 -35 -6.93
6 TUGU 1,595 1,485 -110 -6.90
7 AIMS 145 135 -10 -6.90
8 MTPS 408 380 -28 -6.86
9 DPUM 73 68 -5 -6.85
10 EMTK 7,325 6,825 -500 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 725 770 45 6.21
2 BBRI 3,030 3,160 130 4.29
3 TLKM 2,730 2,690 -40 -1.47
4 DEAL 160 187 27 16.88
5 BBCA 27,225 28,050 825 3.03
6 TOWR 1,005 1,020 15 1.49
7 FIRE 200 270 70 35.00
8 SMBR 410 500 90 21.95
9 PURA 138 131 -7 -5.07
10 KAEF 2,310 2,880 570 24.68