Portal Berita Ekonomi Selasa, 29 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,85% pada level 23.275.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,86% pada level 2.327.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,12% pada level 23.539.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,21% pada level 3.224.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,38% pada level 2.473.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,77% pada level 5.882.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yuan pada level 6,81 CNY/USD.
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,03% terhadap Dollar AS pada level 14.895 IDR/USD.

Kekuatan Turki Siap Lawan Dominasi Barat atas Dunia Islam?

Kekuatan Turki Siap Lawan Dominasi Barat atas Dunia Islam?
WE Online, Ankara -

Lembaga think tank Proyek tentang Demokrasi Timur Tengah (POMED) menilai, kebijakan luar negeri Turki kini fokus melawan hegemoni negara-negara Barat.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disebut mempunyai keinginan besar untuk menjadikan negaranya memimpin gelombang Islam populis non-sektarian melawan Barat. 

Baca Juga: Atas Komando Erdogan, Turki Mau Bikin Senjata Nuklir buat Hadapi Israel

Untuk mewujudkan misi itu, Turki pun melanjutkan dasar-dasar kebijakan luar negeri tradisionalnya terkait negara-negara Muslim. 

Howard Eissenstat, anggota senior POMED, mengatakan, Turki kini mendukung negara-negara yang memiliki kesamaan akar budaya ataupun etnis dengannya.

Misalnya, Siprus Utara, Balkan, dan Kaukasus, serta populasi Turkmenistan di Suriah dan Irak. Namun, Turki menentang munculnya kekuatan politik Kurdi dan negara Kurdi.

Kebijakan Tukri di negara-negara Muslim itu juga tampak di Asia dan Afrika. Militer Turki diterjunkan di Sudan, Libya, dan Somalia. Tindakan itu, kata Eissenstat, "mewakili ambisi lama Turki sebelum berakhirnya Perang Dingin."  

Eissenstat menuturkan, ekspansi militer di luar negeri seperti Siprus Utara, Irak utara, Qatar, dan Suriah, merupakan perubahan radikal dalam kebijakan luar negeri Turki.

"(Hal itu) membawa kita ke ranah ketiga kebijakan luar negerinya, yaitu upaya untuk memainkan peran utama di Timur Tengah dan dunia Muslim,” katanya sebagaimana dilansir Ahval, Selasa (15/9/2020).  

Menurut Eissenstat, saat ini Erdogan juga menganggap partainya, AKP, adalah wakil dari gelombang baru di dunia Muslim. Partainya menampilkan wajah negara Turki yang sepenuhnya modern, populis, sekaligus taat. Tak seperti negara-negara Barat.

Erdogan, lanjut dia, membayangkan Turki bakal memimpin gelombang Islam populis non-sektarian melawan "kekuatan lama Barat". Gelombang itu akan melawan Amerika dan Barat. Hal ini adalah tujuan akhir dari kebijakan luar negeri Turki di bawah pemerintahan AP selama dua dekade.

Misi akhirnya melawan Barat, ujar Eissenstat, tampak sudah mulai dirintis dengan mendukung Venezuela dan berupaya memperluas Dewan Keamanan PBB untuk memasukkan entitas non-Barat. Sebab, Erdogan berpandangan bahwa Barat "pada dasarnya munafik dan mengalami penurunan kekuasaan."

Dia melanjutkan, sikap agresif Turki terhadap Barat juga karena sekutu Baratnya tak memperhatikan kepentingannya. Contohnya saja dalam persoalan Siprus dan Yunani.

“Pemerintah Turki percaya bahwa dinamika kekuatan regional dan global bergeser secara fundamental dan Turki tidak punya pilihan selain mengambil sikap yang lebih agresif untuk mendapatkan tempat yang selayaknya dalam tatanan dunia yang berkembang.” kata professor sejarah Timur Tengah di St Lawrence University, Amerika Serikat itu.

Kendati demikian, menurut Eissenstat, Turki tidak menolak Barat sepenuhnya. Turki hanya menginginkan hubungan yang lebih adil. Turki disebut juga tak sedang berupaya untuk menjadi kekaisaran baru. Tapi, Turki sedang berupaya "untuk memperluas pengaruhnya dan menciptakan pasar untuk industrinya".

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Turki, Recep Tayyip Erdogan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Bernadett Szabo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.92 3,957.93
British Pound GBP 1.00 19,259.06 19,064.46
China Yuan CNY 1.00 2,197.20 2,175.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,994.60 14,845.40
Dolar Australia AUD 1.00 10,620.68 10,513.51
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.89 1,915.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,932.99 10,821.84
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,500.20 17,324.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,599.28 3,559.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,214.24 14,071.47
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4879.098 -27.450 707
2 Agriculture 1122.417 -2.140 24
3 Mining 1339.963 5.348 47
4 Basic Industry and Chemicals 696.579 -8.247 80
5 Miscellanous Industry 834.449 -19.875 53
6 Consumer Goods 1822.130 -5.238 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.108 -1.162 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 796.189 -7.740 79
9 Finance 1049.447 -5.825 94
10 Trade & Service 623.036 0.279 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 90 121 31 34.44
2 WICO 470 575 105 22.34
3 AIMS 132 160 28 21.21
4 PURE 302 364 62 20.53
5 YULE 200 240 40 20.00
6 ENVY 50 60 10 20.00
7 TFCO 450 535 85 18.89
8 JAST 99 116 17 17.17
9 BOLT 540 610 70 12.96
10 WAPO 64 72 8 12.50
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 40 36 -4 -10.00
2 ENZO 86 80 -6 -6.98
3 HEXA 3,600 3,350 -250 -6.94
4 PYFA 940 875 -65 -6.91
5 INTD 174 162 -12 -6.90
6 JMAS 174 162 -12 -6.90
7 JAWA 58 54 -4 -6.90
8 SOHO 10,225 9,525 -700 -6.85
9 ARGO 1,900 1,770 -130 -6.84
10 TUGU 1,390 1,295 -95 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 JAST 99 116 17 17.17
2 BBRI 3,090 3,040 -50 -1.62
3 BBCA 27,575 27,525 -50 -0.18
4 TLKM 2,660 2,630 -30 -1.13
5 TOWR 1,035 1,035 0 0.00
6 PURE 302 364 62 20.53
7 ENVY 50 60 10 20.00
8 PURA 127 131 4 3.15
9 MDKA 1,615 1,615 0 0.00
10 BEST 183 174 -9 -4.92