Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,22 USD/barel.
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,39 USD/barel.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,14% terhadap Euro pada level 1,1754 USD/EUR.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Poundsterling pada level 1,2797 USD/GBP.
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,10% terhadap Yen pada level 104,55 JPY/USD.
  • 13:01 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.910 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,87% pada penutupan sesi I.

Haruskah Ahok Dipecat?

Haruskah Ahok Dipecat?
WE Online, Jakarta -

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menanggapi kritikan keras yang dilontarkan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait buruknya sistem gaji hingga persoalan bisnis di perusahaan minyak dan gas milik negara tersebut.

Fahmy menilai, kritikan tersebut membuat beberapa kalangan mendesak Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk memecat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina.

Baca Juga: Kementerian BUMN Tanggapi Kritik Ahok Soal Pertamina

Alasannya, Ahok menimbulkan kegaduhan dengan mengungkap aib Pertamina di depan publik. Tanpa dibuka oleh Ahok, publik sesungguhnya sudah mengetahui kebobrokan Pertamina yang semester I/2020 menderita kerugian sebesar Rp11,13 triliun.

"Ahok barangkali tidak bermaksud membeberkan aib Pertamina, tetapi lebih untuk membuka tata kelola Pertamina agar lebih transparan," ujar Fahmy dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2020).

Fahmy mengatakan, keberadaan Ahok di tubuh Pertamina sebagai Komisaris Utama adalah untuk membasmi mafia migas di Pertamina. "Dengan tata kelola yang lebih transparan diyakini dapat memagari mafia migas dalam berburu rente di Pertamina," ujar Fahmy.

Dalam video yang viral di jagat media sosial, Ahok juga mengusulkan agar Kementerian BUMN, yang mengangkat Ahok sebagai Komut Pertamina, sebaiknya dibubarkan saja. Kementerian BUMN memang seharusnya dibubarkan.

Hal tersebut diamini oleh Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada. Fahmy menilai, fungsi Kementerian BUMN hanya sebatas koordinasi terhadap seluruh BUMN, sedangkan fungsi supervisi dilakukan oleh kementerian teknis terkait. Adanya dua kementerian yang menaungi BUMN seringkali membingungkan bagi BUMN dalam pengambilan keputusan strategis.

"Selama ini, peran Kementerian BUMN cenderung sebagai kepanjangan tangan kelompok kepentingan dan endorser dalam menempatkan Komisaris dan Direksi BUMN. Bahkan, endorser itu lebih powerful ketimbang penilaian kinerja dalam pengangkatan Komisaris dan Direksi BUMN," kata Fahmy.

Sebagai ganti Kementerian BUMN yang dibubarkan, perlu dibentuk Super Holding yang membawahi berbagai holding BUMN dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Fahmy mengutarakan, jikalau alasan pemecatan Ahok semata karena bikin gaduh dengan mengungkap aib Pertamina, alasan itu terlalu naif dan tidak mendasarkan pada kaidah manajemen profesional. Pemecatan Ahok sebagai Komisaria Utama Pertamina seharusnya didasarkan atas pencapaian Key Performance Indicator (KPI) bukan karena bikin gaduh.

"KPI itu di antaranya, pemberantasan Mafia Migas, pembangunan Kilang, penurunan impor Migas. Kalau KPI ditetapkan itu tidak dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu, Ahok memang seharusnya dipecat sebagai Komut Pertamina," ujar Fahmy.

Baca Juga

Tag: PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.94 3,921.43
British Pound GBP 1.00 19,033.39 18,841.06
China Yuan CNY 1.00 2,187.72 2,165.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,855.91 14,708.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,721.51 10,607.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.99 1,897.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,906.62 10,794.14
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,475.01 17,299.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,593.59 3,555.26
Yen Jepang JPY 100.00 14,216.18 14,073.38
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15