Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,20% pada penutupan sesi I.
  • 10:15 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,26% pada level 24.851.
  • 10:15 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,49% pada level 2.366.
  • 10:14 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 0,21% pada level 23.523.
  • 10:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka melemah 0,06% pada level 3.310.
  • 10:13 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka menguat 0,15% pada level 2.532.
  • 10:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yuan pada level 6,6833 CNY/USD.
  • 10:12 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.695 IDR/USD.
  • 08:20 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup menguat 0,19% pada level 11.506.
  • 08:19 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,59 USD/barel.
  • 08:18 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,45 USD/barel.
  • 08:18 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 0,54% pada level 28.363.
  • 08:17 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Euro pada level 1,1800 USD/EUR.
  • 08:16 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Poundsterling pada level 1,3068 USD/GBP.
  • 08:14 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,52% pada level 3.453.

Mengupas Strategi Kalajengking India, Bisa Bikin China Kejang-Kejang!

Mengupas Strategi Kalajengking India, Bisa Bikin China Kejang-Kejang!
WE Online, New Delhi -

Kementerian Pertahanan India dikabarkan tengah membangun infrastruktur militer di Ladakah, wilayah perbatasan dengan China. Langkah ini diambil untuk menyiapkan skenario terburuk perang, menyusul eskalasi ketegangan dengan China.

Menurut laporan yang dikutip dari Modern Diplomacy, sejak insiden bentrokan berdarah di Lembah Galwan, India meningkatkan pencegahan di sektor ekonimi dan militer. Lewat ekonomi, tercatat ada 224 aplikasi China yang dilarang aktif oleh pemerintah India. 

Baca Juga: Keren, Negara Bagian di India Adopsi Sistem Blockchain dalam Layanan Pemerintahan

Sementara di sektor militer, India disebut sedang membangun infrastruktur militer di Ladakh. Infrastruktur ini sepertinya adalah sebuah pangkalan yang dibuat untuk Angkatan Bersenjata China (BSS), yang memungkinkan untuk memobilisasi dua jenis kendaraan tempur canggih buatan Rusia, jet tempur Sukhoi Su-30MKI, dan tank T-90.

India juga telah meluncurkan operasi khusus militer dan serangan udara di wilayah Pakistan. Langkah ini juga dilakukan sebagai respons militer India, atas aksi terorisme yang diklaim dilakukan oleh pasukan Pakistan.

Di sisi lain, Pakistan yang telah lama bersengketa dengan India atas wilayah Kashmir, didukung penuh oleh China.

Sementara itu, China yang juga tengah terlibat ketegangan tinggi dengan Amerika Serikat (AS) dinilai harus didekati India. AS melihat ancaman besar dari China di wilayah Laut China Selatan. C

hina dituduh AS telah melanggar kedaulatan sejumlah negara Asia Tenggara, dengan klaim atas wilayah kepulauan di perairan tersebut.

India dan AS dinilai perlu meningkatkan kerjasama, terutama di sektor militer. Muncul ide dari sejumlah pihak agar India dan AS membuat pakta pertahanan seperti halnya Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di wilayah Asia. 

Ide ini tersirat agar seperti halnya dalam Pasal 5 NATO, jika ada negara yang meyerang negara anggota pakta secara ekonomi atau militer, itu berarti serangan ke seluruh anggota pakta. Dan, setiap anggota aliansi bisa membalas serangan ke negara agresor.

Andai aliansi ini terbentuk, pasukan militer India dan AS bisa melakukan latihan tempur di wilayah Ladakh, dan sejumlah daerah sepanjang Garis Kontrol Aktial (LAC). Ada pihak yang menyebutnya sebagai "strategi kalajengking" dengan penjelesan, pasukan India bisa menekan tentara China dari sisi Barat. Sementara, pasukan AS datang dari sisi Timur.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: India, China (Tiongkok), Konflik Perbatasan Negara, Militer

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Getty Images/AFP

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.47 3,909.96
British Pound GBP 1.00 19,360.36 19,166.25
China Yuan CNY 1.00 2,215.33 2,193.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,811.69 14,664.31
Dolar Australia AUD 1.00 10,554.81 10,442.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.19 1,892.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.61 10,800.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,485.20 17,305.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.25 3,534.42
Yen Jepang JPY 100.00 14,145.44 14,000.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5091.816 -4.630 707
2 Agriculture 1152.242 -11.747 24
3 Mining 1430.320 -14.629 47
4 Basic Industry and Chemicals 767.212 7.323 80
5 Miscellanous Industry 929.030 -1.828 53
6 Consumer Goods 1810.335 -12.359 60
7 Cons., Property & Real Estate 312.318 -0.726 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 822.473 1.623 79
9 Finance 1125.263 1.313 94
10 Trade & Service 637.048 -2.667 175
No Code Prev Close Change %
1 JAWA 61 82 21 34.43
2 ITIC 715 890 175 24.48
3 ASRI 123 151 28 22.76
4 NZIA 202 244 42 20.79
5 ATIC 550 625 75 13.64
6 PGLI 155 175 20 12.90
7 ROCK 1,065 1,195 130 12.21
8 MIDI 1,250 1,400 150 12.00
9 DPNS 216 240 24 11.11
10 APLN 103 114 11 10.68
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 320 298 -22 -6.88
2 MTPS 320 298 -22 -6.88
3 JSKY 175 163 -12 -6.86
4 PURE 234 218 -16 -6.84
5 GSMF 88 82 -6 -6.82
6 AGRS 176 164 -12 -6.82
7 BRIS 1,395 1,300 -95 -6.81
8 SIPD 1,260 1,175 -85 -6.75
9 MPRO 890 830 -60 -6.74
10 DFAM 330 308 -22 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ASRI 123 151 28 22.76
2 ANTM 1,100 1,085 -15 -1.36
3 SAME 150 164 14 9.33
4 WSKT 770 765 -5 -0.65
5 BBRI 3,240 3,300 60 1.85
6 APLN 103 114 11 10.68
7 BRPT 885 945 60 6.78
8 TOWR 1,000 1,000 0 0.00
9 TLKM 2,680 2,700 20 0.75
10 BBKP 244 254 10 4.10