Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,11% pada level 24.569.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,50% pada level 2.358.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,44% pada level 23.567.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,47% pada level 3.328.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,54% pada level 2.529.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,26% pada level 5.900.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yuan pada level 6,6791 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,34% terhadap Dollar AS pada level 14.658 IDR/USD.

Erick Thohir Ingin Bangun Pabrik Paracetamol, Begini Respons Kimia Farma

Erick Thohir Ingin Bangun Pabrik Paracetamol, Begini Respons Kimia Farma
WE Online, Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan transformasi bisnis pada industri farmasi. Upaya itu dilakukan dengan membangun pabrik obat paracetamol di Indonesia.

Tentu, Kementerian BUMN tidak bergerak sendiri. Langkah transformasi itu dilakukan melalui kerja sama dengan perseroan farmasi pelat merah yakni, PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Baca Juga: Jurus Jitu Kementerian Erick Thohir Bangkitkan UMKM dari Hantaman Covid-19

Merespons keinginan Erick Thohir tersebut, Corporate Secretary Kimia Farma Ganti Winarno mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian dan analisa. Kajian itu berkaitan dengan dampak positif bagi kinerja BUMN farmasi, serta ketersediaan bahan baku obat (BBO) paracetamol.

"Terkait dengan pembangunan pabrik paracetamol, kami sudah melakukan kajian dan analisa. Itu sudah siap," ujar Ganti Winarno saat dihubungi di Jakarta, Senin (21/9/2020).

Tujuan pembangunan pabrik paracetamol tersebut untuk mengurangi ketergantungan impor BBO, khususnya Paracetamol. Langkah itu, kata Ganti, sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian BBO secara nasional.

Untuk melakukan percepatan pembangunan pabrik, pihak KAEF sudah mengonsolidasikan dengan sejumlah perseroan yang berada di klaster kesehatan atau farmasi. Perseroan tersebut di antaranya, PT Bio Farma dan PT Indofarma. Meski demikian, Ganti tidak menyebut kapan pembangunan akan mulai direalisasikan.

"Kami konsolidasikan klaster kesehatan, yakni menggabungkan Bio Farma dan fokuskan Kimia Farma dan Indofarma pada kimia," tambah Ganti.

Langkah konsolidasi itu sesuai dengan penetapan Bio Farma sebagai induk holding BUMN farmasi dengan anggota holdingnya Kimia Farma dan Indofarma. Tujuan holding BUMN farmasi ini untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, juga untuk meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi dalam penyediaan produk farmasi untuk mendukung ekosistem farmasi efektif.

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan tengah menyusun rencana pembangunan pabrik obat paracetamol di Indonesia. Rencana itu dilakukan dengan menggabungkan industri farmasi negara, yakni Bio Farma dan Kimia Farma.

"Menekankan kebutuhan impor obat-obatan, kita bangun pabrik paracetamol yang selama ini impor," ujar Erick dalam diskusi virtual, Rabu kemarin.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Erick Thohir, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kimia Farma (Persero) Tbk

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Adam Bariq

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,946.95 3,907.47
British Pound GBP 1.00 19,159.07 18,965.50
China Yuan CNY 1.00 2,213.75 2,191.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,802.65 14,655.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,428.47 10,323.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,910.02 1,890.99
Dolar Singapura SGD 1.00 10,903.54 10,794.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,422.72 17,243.50
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,572.07 3,533.11
Yen Jepang JPY 100.00 14,025.63 13,884.76
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5099.840 -26.490 707
2 Agriculture 1162.419 -3.964 24
3 Mining 1433.873 -8.455 47
4 Basic Industry and Chemicals 754.991 2.058 80
5 Miscellanous Industry 919.403 21.509 53
6 Consumer Goods 1826.188 -23.821 60
7 Cons., Property & Real Estate 315.165 -6.133 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.003 -8.204 79
9 Finance 1131.784 -5.721 94
10 Trade & Service 635.783 -0.682 175
No Code Prev Close Change %
1 TIRA 220 270 50 22.73
2 HITS 440 500 60 13.64
3 SIPD 1,200 1,350 150 12.50
4 BNLI 2,310 2,590 280 12.12
5 HRUM 1,730 1,905 175 10.12
6 KPAS 66 71 5 7.58
7 KIOS 160 172 12 7.50
8 BRIS 1,400 1,500 100 7.14
9 BOSS 113 121 8 7.08
10 MBTO 80 85 5 6.25
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 338 306 -32 -9.47
2 CTBN 3,150 2,930 -220 -6.98
3 MTPS 344 320 -24 -6.98
4 JSKY 202 188 -14 -6.93
5 OPMS 188 175 -13 -6.91
6 NFCX 1,880 1,750 -130 -6.91
7 NZIA 232 216 -16 -6.90
8 BBHI 174 162 -12 -6.90
9 POLL 5,250 4,890 -360 -6.86
10 BBYB 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,400 1,500 100 7.14
2 ANTM 1,055 1,035 -20 -1.90
3 HMSP 1,500 1,415 -85 -5.67
4 TLKM 2,710 2,670 -40 -1.48
5 BBRI 3,280 3,250 -30 -0.91
6 AGRO 426 424 -2 -0.47
7 GGRM 43,075 40,550 -2,525 -5.86
8 BNLI 2,310 2,590 280 12.12
9 TOWR 1,005 1,005 0 0.00
10 IRRA 875 880 5 0.57