Portal Berita Ekonomi Sabtu, 28 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Media Inggris Ramalkan Arab Saudi Siap Bergandeng Tangan dengan Israel

Media Inggris Ramalkan Arab Saudi Siap Bergandeng Tangan dengan Israel
WE Online, Riyadh -

Media Inggris the Guardian melaporkan Arab Saudi diam-diam menjadi pihak yang mendorong Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel. Jika Arab Saudi mengikuti langkah dua sekutunya di kawasan, maka akan menciptakan guncangan geopolitik besar di Timur Tengah. Pasalnya Arab Saudi salah satu kekuatan yang paling berpengaruh di kawasan.

Pada Kamis (24/9/2020), the Guardian melaporkan beberapa bulan sebelum UEA dan Bahrain menandatangani normalisasi hubungan dengan Israel, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman menguraikan alasannya untuk membuat pakta yang mengubah kebijakan Timur Tengah terhadap musuh lama mereka.

Baca Juga: Jangan Heran, Ini Kabar Terbaru Habib Rizieq yang Tinggal di Arab Saudi

Ada banyak alasan mengapa keputusan ini diambil. Seperti kesepakatan pembelian pesawat jet, dukungan politik dari Washington, dan akses yang lebih besar terhadap Amerika yang dikuasai Presiden Donald Trump yang sepenuhnya transaksional.

Selain itu ada alasan lain yakni apabila sekutu-sekutu Arab Saudi yang lebih dulu memperbaiki hubungan dengan Israel, maka lebih mudah bagi kerajaan itu untuk mengikuti. Langkah tersebut akan memicu perubahan besar geopolitik Timur Tengah yang melampaui perjanjian Israel dengan Mesir tahun 1978 dan dengan Yordania 17 tahun kemudian.

The Guardian melaporkan kesepakatan antara Arab Saudi dan Israel memang semakin memungkinkan. Namun tampaknya Pangeran Mohammad bin Salman tidak ingin memberikan hadiah itu pada Trump begitu saja sebab kesepakatan tersebut akan menjadi prestasi kebijakan luar negeri terbesar Trump. 

The Guardian mengutip tiga sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan Mohammad bin Salman tampaknya ingin menunggu hasil pemilihan presiden AS pada November mendatang.  

Sementara itu Arab Saudi akan terus melanjutkan perannya dengan mengatakan sekutu-sekutunya di kawasan telah melampaui batasan. Sudan dan Oman menjadi dua pihak yang paling diunggulkan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebelum akhir tahun ini.

Namun penjaga gawang lama Timur Tengah yakni Riyadh dan Kuwait masih menunggu momen yang tepat. Kedua negara itu dipimpin oleh dua raja yang sudah berusia 80-an. Mereka masih mempertahankan formula lama perdamaian Arab-Israel, formula yang tidak diminati oleh penguasa-penguasa muda seperti Pangeran Mohammad bin Salman.  

Dalam pidatonya di Pertemuan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB Rabu (23/9/2020) kemarin, Raja Arab Saudi Salman masih mengungkapkan hal yang sama sejak 2002. Ia mendorong inisiatif Perdamaian Arab yang disponsori Arab Saudi.

"Inisiatif ini memberikan dasar solusi komprehensif dan satu-satunya solusi konflik Arab-Israel yang memastikan saudara-saudara rakyat Palestina mendapatkan hak sah mereka. Hal yang Terpenting adalah mendirikan negara merdeka di Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata Raja Salman.

The Guardian menulis pewaris takhta kerajaan Arab Saudi memandang kawasan dengan cara yang berbeda dengan Raja Salman. Mereka menilai ekspansi Iran jauh lebih mengancam stabilitas dibandingkan mempertahankan kegagalan selama tujuh dekade untuk membuat perjanjian damai antara Israel dan Palestina.

Mengutip dua orang sumber yang mengetahui jalan pikiran Pangeran Mohammad bin Salman, The Guardian melaporkan cara pandang pangeran sangat dipengaruhi oleh penasihat senior dan menantu Trump, Jared Kushner. Sejak 2017 keduanya sering bertemu.

"Kushner sama transaksionalnya dengan mertuanya. Ia tentang apa yang penggunanya bayar. Jika Anda mendukung suatu tujuan atau orang, mereka harus mendukung Anda kembali. Itu bahasa yang dipahami MbS dan ia menghabiskan waktu menerapkannya pada posisi Arab Saudi yang baru terhadap Palestina dan Lebanon, keduanya telah menjadi beban yang tak berkesudahan," kata salah satu sumber tersebut.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Arab Saudi, Israel, Timur Tengah

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Huseyin Aldemir

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47