Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,13% pada level 24.786.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,67% pada level 2.355.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,70% pada level 23.474.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,38% pada level 3.312.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,04% pada level 2.526.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,37% pada level 5.754.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,32% terhadap Yuan pada level 6,6725 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,19% terhadap Dollar AS pada level 14.660 IDR/USD.

Ya Allah, Dokter & Perawat Menjerit Ketakutan Gara-Gara Pilkada! Gak Kuat....

Ya Allah, Dokter & Perawat Menjerit Ketakutan Gara-Gara Pilkada! Gak Kuat....
WE Online, Jakarta -

Mantan Wapres sudah bersuara: minta Pilkada ditunda. Ketum NU dan Ketum Muhammadiyah sudah ngomong: sebaiknya jangan paksakan Pilkada di saat Corona, bahaya. Sekarang, giliran tenaga kesehatan yang berteriak. Para dokter dan perawat khawatir kasus Corona akan melonjak kalau Pilkada tetap digelar.

Padahal, saat ini kasus Corona nambahnya sehari sudah 4 ribuan. Kalau sampai kasus Corona nambah terus dan lebih tinggi, para dokter dan perawat takut rumah sakit nggak bisa nampung lagi. Dokter dan perawat tak bisa merawat pasien karena kewalahan. Kalau sampai hal ini terjadi, jangan salahkan dokter dan perawat jika mereka angkat tangan, karena tak bisa menangani pasien.

Baca Juga: Gak Main-Main, Mulai dari Komika, Hingga Pemusik Minta Tunda Pilkada: Kaji Lagi Pak Jokowi

Kekhawatiran para tenaga kesehatan itu memang beralasan. Kasus Corona di Indonesia terus bertambah. Penambahannya pun kian mengkhawatirkan. Dalam sepekan terakhir, empat kali memecahkan rekor di angka 4.000-an lebih.

Kemarin, kasus baru Corona kembali menembus rekor tertinggi. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 ada penambahan 4.634 kasus. Dengan penambahan itu, total kasus Corona mencapai 262.022 orang. 191.853 pasien dinyatakan sembuh dan 10.105 pasien meninggal dunia. Jumlah pasien yang meninggal pun makin mengkhawatirkan. dalam dua pekan terakhir, rata-rata 117 pasien meninggal per hari.

Baca Juga: Setelah Bocorkan Dosa Besar China, Twitter Tutup Akun Dokter Limeng

Ketua Umum Pengurus Besar Ikayan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih, benar-benar khawatir melihat perkembangan kasus Corona yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kekhawatirannya kian bertambah lantaran pemerintah memutuskan untuk tetap menggelar Pilkada, Desember nanti.

Kekhawatiran dia bukan tanpa alasan. Kata dia, Pilkada serentak nanti akan memicu ledakan kasus Corona. Soalnya digelar dalam kondisi pandemi yang angka penularan dan kematiannya masih tinggi. Kalau terjadi lonjakan, dokter dan nakes yang akan menanggung bebannya.

Sementara dalam hitung-hitungannya, kalau terjadi lonjakan yang hebat akibat pilkada, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan tak akan tercukupi untuk menanggulangi itu.

“Itu yang jadi kekhawatiran kita,” kata Daeng dalam diskusi bertajuk “Dilema Pilkada 2020 di Tengah Covid-19” yang digelar virtual, kemarin.

Saat ini saja, kapasitas pelayanan masih perlu ditambah seiring terus bertambahnya kasus Corona. “Kalau tidak ditambah, banyak saudara kita yang tidak mendapatkan tempat tidur,” katanya.

Karena itu, Faqih meminta, pemerintah dan penyelenggara pemilu memastikan agar tidak ada lonjakan kasus akibat Pilkada. Ia minta KPU membuat skenario dan simulasi yang terukur agar tahapan pilkada ke depannya bisa berjalan sesuai protokol kesehatan yang ketat.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyampaikan kekhawatiran serupa. Ketua umum PPNI, Harif Fadillah mengatakan, Kerumunan selama kampanye dan pemilihan akan menjadi salah satu sarana penyebaran Corona.

“Ledakan kasus itu dapat menambah beban para tenaga kesehatan yang sudah berjuang hampir tujuh bulan,” kata Harif, kemarin.

Selama lebih dari setengah tahun melawan pandemi, Harif mengatakan, sudah 85 perawat yang meninggal karena Corona. Sementara jumlah yang terpapar lebih banyak lagi. dari empat provinsi yang sudah melapor, tercatat ada 3.019 perawat yang positif Corona. Paling banyak Jakarta, disusul Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Bali. Jumlah tersebut belum termasuk dari provinsi lain.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengakui, penambahan kasus positif Corona masih cukup tinggi. Salah satunya disebabkan karena rangkaian Pilkada 2020.

Wiku kecewa masih ada calon kepala daerah yang menggelar acara yang mendatangkan kerumunan. Akibatnya kasus penularan bertambah. “Sudah sepatutnya calon pemimpin yang dipilih oleh rakyat dapat melindungi rakyatnya,” kata Wiku dalam konferensi pers dari Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Epidemiolog Universitas Indonesia, dr. Syahrizal Syarif mengatakan, kekhawatiran para dokter ini memang beralasan. Dia memprediksi, jika kasus harian di angka 3 ribu per hari, jumlah kasus positif pada Desember nanti akan bertambah 300 ribu kasus.

“Artinya Desember nanti kasus kita sudah 500 ribu,” kata Syahrizal, kemarin.

Kondisi ini masih ditambah dengan krisis kapasitas tempat tidur rumah sakit. Apalagi kapasitas ICU dan isolasi saat ini semakin sulit, sedangkan pasien-pasien di IGD juga sudah antre. 

Dia menjelaskan, kapasitas tempat tidur di rumah sakit secara nasional berjumlah 40.500. Itu pun harus berbagi dengan pasien non Corona. Nah, saat kasus Corona mencapai 500 ribu, maka dibutuhkan setidaknya 48 ribu tempat tidur untuk para pasien.

“Saya enggak tahu, itu nanti pasien mau ditaruh di mana, jangan salahkan dokter dan perawat jika nanti banyak pasien yang tak tertangani,” pungkasnya. 

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Virus Corona, Covid-19

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Foto: Reuters.

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.38 3,898.98
British Pound GBP 1.00 19,395.13 19,194.83
China Yuan CNY 1.00 2,215.93 2,193.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,479.66 10,373.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,895.91 10,781.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,495.65 17,315.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,562.59 3,521.19
Yen Jepang JPY 100.00 14,108.79 13,964.40
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5091.816 -4.630 707
2 Agriculture 1152.242 -11.747 24
3 Mining 1430.320 -14.629 47
4 Basic Industry and Chemicals 767.212 7.323 80
5 Miscellanous Industry 929.030 -1.828 53
6 Consumer Goods 1810.335 -12.359 60
7 Cons., Property & Real Estate 312.318 -0.726 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 822.473 1.623 79
9 Finance 1125.263 1.313 94
10 Trade & Service 637.048 -2.667 175
No Code Prev Close Change %
1 JAWA 61 82 21 34.43
2 ITIC 715 890 175 24.48
3 ASRI 123 151 28 22.76
4 NZIA 202 244 42 20.79
5 ATIC 550 625 75 13.64
6 PGLI 155 175 20 12.90
7 ROCK 1,065 1,195 130 12.21
8 MIDI 1,250 1,400 150 12.00
9 DPNS 216 240 24 11.11
10 APLN 103 114 11 10.68
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 320 298 -22 -6.88
2 MTPS 320 298 -22 -6.88
3 JSKY 175 163 -12 -6.86
4 PURE 234 218 -16 -6.84
5 GSMF 88 82 -6 -6.82
6 AGRS 176 164 -12 -6.82
7 BRIS 1,395 1,300 -95 -6.81
8 SIPD 1,260 1,175 -85 -6.75
9 MPRO 890 830 -60 -6.74
10 DFAM 330 308 -22 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ASRI 123 151 28 22.76
2 ANTM 1,100 1,085 -15 -1.36
3 SAME 150 164 14 9.33
4 WSKT 770 765 -5 -0.65
5 BBRI 3,240 3,300 60 1.85
6 APLN 103 114 11 10.68
7 BRPT 885 945 60 6.78
8 TOWR 1,000 1,000 0 0.00
9 TLKM 2,680 2,700 20 0.75
10 BBKP 244 254 10 4.10