Portal Berita Ekonomi Jum'at, 30 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:17 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 36,12 USD/barel.
  • 18:16 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 37,87 USD/barel.
  • 18:14 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,26% terhadap Euro pada level 1,1715 USD/EUR.
  • 18:13 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Poundsterling pada level 1,2963 USD/GBP.
  • 18:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,49% pada level 24.586.
  • 18:10 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,79% pada level 2.326.
  • 18:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,37% pada level 23.331.
  • 18:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,11% pada level 3.272.
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,32% pada level 2.450.
  • 18:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,31% pada level 5.600.
  • 18:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,29% terhadap Yuan pada level 6,7095 CNY/USD.
  • 18:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,23% terhadap Yen pada level 104,08 JPY/USD.
  • 18:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.878 USD/troy ounce.

Amien Rais Bicara Blak-Blakan Ihwal Komunisme: Rakyat Sedang Ditipu Oknum Rezim Jokowi

Amien Rais Bicara Blak-Blakan Ihwal Komunisme: Rakyat Sedang Ditipu Oknum Rezim Jokowi
WE Online, Jakarta -

"Memberi Angin Kebangkitan Komunisme" adalah bab 2 di buku berjudul Risalah Kebangsaan, Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur atau Terus karya mantan Ketua MPR RI, Amien Rais.

"Memang saya melihat itu komunisme diberi angin yang sangat kencang dalam kepemimpinan Pak Jokowi ini. Jadi ini ada kaitannya juga dengan Lebensraum yang dilakukan oleh China itu karena ada kaitan luar biasa," ujar Amien Rais dalam peluncuran bukunya.

Dalam bukunya itu, Amien Rais membeberkan jumlah orang yang terbunuh oleh kaum komunis di berbagai negara. Di Kamboja, 2.035.000 orang pada periode 1975-1979. Kemudian, 77.277.000 orang pada periode 1949-1987 di Republik Rakyat China (RRC).

Baca Juga: Gembar-Gemborkan Isu PKI, Gatot Nurmantyo Ditantang: Kalau Berani Ayo Bertarung

Lalu, 1.585.000 orang pada periode 1945-1948 di Polandia. Selanjutnya, 1.563.000 orang di Korea Utara pada periode 1948-1987, 1.670.000 orang di Vietnam pada periode 1945-1987, 1.072.000 orang di Yugoslavia pada periode 1944-1987 dan 61.911.000 orang di Uni Soviet pada periode 1917-1987.

"Ada fenomena yang memprihatinkan bagi banyak orang yang berpikir kritis dan mengikuti perkembangan komunisme internasional mutakhir. Mengapa? Mereka prihatin karena banyak tokoh pendukung rezim yang berusaha meyakinkan masyarakat bahwa sudah mati dikubur, dan komunisme sudah tidak laku lagi. PKI sudah jadi hantu. Juga tidak ada lagi negara yang masih menerapkan komunisme, marxisme, dan leninisme," tutur pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Baca Juga: Pengamat: Parpol Baru Amien Rais Sangat Transaksional dan Pragmatis

Dalam bukunya itu, dia menuliskan para komunis malam yang berupaya meyakinkan masyarakat bahwa komunisme sudah jadi bagian sejarah masa lalu lupa bahwa di zaman internet sekarang ini seluruh informasi global di bidang apa saja sudah sangat mudah diakses oleh setiap orang.

"Mereka buta bahwa RRC yang menjadi junjungan beberapa oknum dalam rezim Jokowi pada hakikatnya merupakan kekuatan komunisme internasional yang paling dahsyat," tuturnya.

Dia melanjutkan, bila dulu Mao Zedong (MaoTse Tung) mempropagandakan dan memaksakan Maoisme sebagai ideologi tunggal RRC, maka Xi Jinping, penguasa puncak dan penguasa tunggal RRC, yang jadi presiden dan sekaligus sekjen PKC, sekarang ini telah mengeluarkan Xi Jinpingisme.

Kata Amien Rais, di antara 14 butir ideologi XiJinping disebutkan bahwa PKC memegang kekuasaan mutlak atas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan mengukuhkan jabatan Xi sebagai penguasa tunggal China seumur hidup. Dia menambahkan, keputusan Kongres PKC itu diambil pada 2017 dan sekaligus menekankan bahwa China harus melaksanakan nilai-nilai asasi dari marxisme, komunisme, dan sosialisme walaupun ada embel-embel sesuai ciri-ciri China.

"Perhatikan, marxisme, komunisme, dan sosialisme masih jadi rujukan baku China. Oknum-oknum rezim Jokowi sedang menipu rakyat Indonesia ketika mereka menyatakan bahwa sudah tidak ada lagi komunisme di muka bumi dan juga tidak perlu khawatir PKI akan muncul kembali. Kata mereka tidak ada lagi negara yang menganut marxisme, leninisme, komunisme," tuturnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Muhammad Amien Rais, Joko Widodo (Jokowi), Partai Amanat Nasional (PAN)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Aprillio Akbar

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10