Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.

Siap, Luhut Minta Bio Farma Percepat Produksi Obat Covid-19

Siap, Luhut Minta Bio Farma Percepat Produksi Obat Covid-19

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan, meminta produsen farmasi nasional percepat produksi obat Covid-19 untuk meningkatkan angka kesembuhan. Salah satunya yang dimaksud Luhut adalah obat Remdesivir.

Demikian disampaikan Luhut dalam rapat koordinasi atau rakor penyediaan obat Covid-19 di Jakarta pada Sabtu, 26 September 2020. Hadir dalam rakor secara virtual itu ada perwakilan dari Bio Farma dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan," kata Luhut kepada perwakilan dari Bio Farma seperti disampaikan dalam keterengan resmi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi yang dikutip pada Minggu, 27 September 2020.

Baca Juga: Powerful..! Orangnya Terawan Keluhkan BPJS, Luhut Pandjaitan Pasang Badan!

Luhut menambahkan agar Bio Farma segera mengambil langkah cepat dan tepat demi kepentingan nasional. Selain itu, agar bahan baku untuk produksi nasional bisa segera dilakukan. 

"Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. Kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan," ujar Luhut.

Pun, Menteri Kesehatan, Terawan mengatakan ia setuju mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi Remdesivir dalam negeri. Menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"Saya back-up untuk kebutuhan obat apapun pasti akan kami dukung karena kami tinggal ajukan dan adakan bersama dengan BUMN," jelas Terawan.

Kemudian, menjawab permintaan Luhut, perwakilan Bio Farma menyampaikan pihaknya sudah mengurus izin untuk memproduksi Remdesivir. Menurut Bio Farma, ada dua cara yang dilakukan seperti salah satunya kerja sama dengan India. Sebab, India sudah mendapatkan lisensi dari Gilead yaitu perusahaan farmasi pemegang izin FDA untuk memproduksi obat antivirus Covid-19.

Cara kedua yaitu selain izin impor, Bio Farma juga sedang riset untuk produksi dalam negeri. Namun, terkendala dalam memperoleh bahan baku. Tapi, dalam perkembangannya akhirnya Bio Farma memakai bahan dari China.

"Kami telah melakukan uji klinis skala pilot untuk produksi Remdesivir dalam negeri, namun saat ini kami kesulitan untuk memperoleh bahan baku," demikian penjelasan perwakilan Bio Farma tersebut.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Luhut Binsar Pandjaitan, PT Bio Farma (Persero)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Viva

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19