Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 38,77 USD/barel.
  • 16:09 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 40,71 USD/barel.
  • 16:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,40% terhadap Euro pada level 1,1812 USD/EUR.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,3023 USD/GBP.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,19% terhadap Yen pada level 104,91 JPY/USD.
  • 16:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.898 USD/troy ounce.

Kisah Perusahaan Raksasa: Cardinal Health, Dari Bisnis Makanan Jadi Taipan Produk Kesehatan Dunia

Kisah Perusahaan Raksasa: Cardinal Health, Dari Bisnis Makanan Jadi Taipan Produk Kesehatan Dunia
WE Online, Jakarta -

Pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini mengganggu ekosistem bisnis, sistem pasokan, industri dan konsumen. Jangkauan dan dampak pandemi ini bagi berbagai industri dan entitas sangat bervariasi. Saat dunia dikatakan pulih dari pandemi, akan ada "normal baru" yang membutuhkan mekanisme inovatif untuk beradaptasi sambil mengurangi risiko. 

Pandemi Covid-19 akan berdampak pada ekonomi global sehingga pada gilirannya berimplikasi ke semua segmen industri, terutama kesehatan. Penyebabbnya, pandemi memiliki sejumlah arus tak terlihat yang dapat menghapus keuntungan yang signifikan, sehingga menyeret sistem kesehatan global ke dalam krisis yang berkepanjangan. 

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Chevron, Ratusan Tahun Menggali Tanah dan Menumpuk Cuan

10_cardinalhealth_portfolio_supporting_hero_defaultalt2x.jpg

Posisi industri farmasi dan kedokteran semakin tertekan. Selain itu, prosedur reguler di sektor perawatan kesehatan pun sedikit berubah. Misalnya yang terjadi pada kasus operasi elektif. Operasi ini merupakan prosedur yang direncanakan dengan baik, dan bukan dalam kondisi darurat. Dengan begitu, ada kemungkinan banyak rumah sakit menghentikan operasi elektif di tengah melonjaknya kasus Covid-19 dunia. 

Ada dua alasan utama mengapa pandemi Covid-19 memperburuk industri kesehatan di berbagai negara. Pertama, Covid-19 mengubah lanskap sistem pasokan instrumen perawatan kesehatan. Hal ini ditandai dengan turunnya permintaan produk yang berkaitan dengan ortopedi, peralatan bedah umum, dan lainnya. Permintaan yang anjlok itu sejalan dengan beban produsen dan pemasok peralatan medis untuk memproduksi lebih banyak kebutuhan kesehatan yang membantu meringankan pandemi. 

Dengan alasan itu, perusahaan harus sangat paham dan siap menghadapi fluktuasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai tanggapan, Komisi Eropa telah mengidentifikasi kebutuhan untuk alat kesehatan tertentu selama pandemi Covid-19. 

Kedua, ada pertimbangan perawatan pasien jarak jauh dan solusi teknologi yang tepat. Pasien non-Covid-19 membutuhkan perawatan atau konsultasi tanpa mengunjungi rumah sakit. Sebab itulah, perusahaan teknologi mengalami perubahan kebutuhan pasar. 

Oleh sebab itulah, semua sektor industri saat ini berada di ambang gangguan masif. Dilema pun terjadi. Jika mengubah seluruh pola bisnis yang ada mungkin bakal muncul dampak yang jauh lebih besar daripada yang ditimbulkan Covid-19. 

Banyak perusahaan raksasa yang bergerak dalam industri kesehatan yang goyah diterpa Covid-19. Salah satu di antaranya adalah Cardinal Health Inc. 

maxresdefault.jpg

Cardinal Health adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang berperan sebagai produsen dan pemasok produk farmasi, kesehatan, dan medis multinasional. Cabang-cabang Cardinal Health --selanjutnya Cardinal-- sudah tersebar di seluruh dunia. 

Dalam sebuah laporan disebutkan bahwa Cardinal memainkan peran sangat penting selama pandemi Covid-19. Perusahaan ini melakukan pengiriman perlengkapan alat pelindung diri (APD) dan kebutuhan medis antara lain obat-obatan dan perangkat kesehatan ke seluruh dunia. TCS, sebagai mitra strategis Cardinal memainkan peran penting dalam memastikan kegiatan ini.

Pada Maret dan April 2020, Cardinal mencatatkan arus pesanan masuk tertinggi untuk distribusi produk perawatan kesehatan. Produk tersebut meliputi peralatan medis, obat-obatan dan kebutuhan farmasi. 

Cardinal naik satu peringkat ke posisi 37 dalam Global 500 versi Fortune tahun 2020, setelah berhasil mengalami kenaikan pendapatan sebesar 6,4 persen sebesar 145,53 miliar dolar AS. Itu terjadi karena pertumbuhan dalam bisnis distribusi obat dan farmasi khusus.  Sementara laba perusahaan mengalami lonjakan sangat fantastis sebesar 432,4 persen dengan memperoleh 1,36 juta dolar AS. 

Bagaimana kisah perusahaan raksasa Cardinal Health untuk bersaing di tengah sesaknya industri kesehatan dunia? Kesempatan kali ini, Senin (28/9/2020), Warta Ekonomi siap menjelaskan perjalanan raksasa tersebut dari awal hingga mampu menduduki tangga 500 perusahaan besar dunia.

Dikutip dan diolah dari berbagai sumber, kami sajikan ulasan tersebut menjadi artikel sebagai berikut. 

WaltersWeb.jpg

Perjalanan Cardinal tidak bisa dilepaskan dari seorang lulusan Harvard bernama Robert Walter. Ia yang lulus dari progam MBA kampus tersebut kala itu baru berusia 26 tahun. 

Langkah bisnis Walter sudah muncul ketika ia memperoleh Monarch Foods pada 1971. Walter kemudian berharap bisa membangun perusahaan distribusi bahan makanan kecil di pusat kota Ohio, Amerika Serikat. Cita-citanya itu membuahkan nama baru bagi perusahaannya, yakni Cardinal Foods.

Baca Juga

Tag: Perusahaan Raksasa, Cardinal Health Inc.

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: AP Photo/Kris Triplaar

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19