Portal Berita Ekonomi Sabtu, 28 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,28% pada level 26.894.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,29% pada level 2.633.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,40% pada level 26.644.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,14% pada level 3.408.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,15% pada level 2.861.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,45% pada level 6.334.
  • 16:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yuan pada level 6,5778 CNY/USD.
  • 16:30 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.090 IDR/USD.

Habis Kena Omel Pemerintah Thailand, Facebook Kini Diprotes Presiden Filipina, Kenapa Tuh?

Habis Kena Omel Pemerintah Thailand, Facebook Kini Diprotes Presiden Filipina, Kenapa Tuh?
WE Online, Jakarta -

Setelah kena 'omel' pemerintah Thailand, kini Facebook jadi sasaran kemarahan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Mengapa itu bisa terjadi?

Melansir Reuters, Selasa (29/9/2020), Duterte mempertanyakan tujuan Facebook beroperasi di negaranya--ini berkaitan dengan pembongkaran akun palsu dari China dan Filipina pada Selasa (22/9/2020), termasuk yang mengkritik Partai Komunis Filipina dan sayap bersenjatanya, New People's Army (NPA).

"Facebook, dengarkan saya. Kami mengizinkan Anda beroperasi di Filipina dengan harapan Anda dapat membantu kami. Kini, jika pemerintah tak dapat melakukan sesuatu demi kebaikan rakyat, lalu apa tujuan Anda di negara saya?" ujarnya dalam pidato di televisi.

Baca Juga: Gegara Mau Blokir TikTok dan WeChat, Jajaran Donald Trump Jadi Terlibat 2 Kasus Hukum

Baca Juga: Musk Ungkap Bocoran Soal IPO Unit Bisnis SpaceX

Asal tahu saja, Facebook mengkaitkan beberapa akun palsu di Filipina dengan militer dan kepolisian. Dua pihak itu pun membantah klaim itu, mengatakan kalau mereka bukanlah pemegang akun palsu. Namun, militer membela laman yang membagikan kesadaran tentang perekrutan komunis--menurutnya, itu bagian dari advokasi. 

Anggota Bersenjata Filipina pun menanyakan kesediaan Facebook untuk memulihkan laman bernama Hands off Out Children itu. "Sebab, advokasimerupakan sesuatu yang dibagikan dan dimajuka oleh militer," ujar juru bicara lembaga itu.

Sekadar informasi, konflik antara pemerintah Filipina dan NPA telah berkecamuk sejak 1968 dan menewaskan puluhan ribu orang.

"Apa gunanya membiarkan Anda beroperasi di Filipina jika tak dapat membantu pemerintah? Kami tidak menganjurkan pemusnahan massal, kami tak mendukung pembantaian. Ini pertarungan ide," imbuh Duterte lagi.

Ia melanjutkan, jika Facebook setuju dengan bibit pemberontakan, maka ia perlu bicara dengan pihak perusahaan AS itu.

Di sisi lain, Facebook mengaku menghapus laman dan akun itu karena penggunanya terlibat dalam perilaku tidak otentik yang terkoordinasi.

Baca Juga

Tag: Filipina, Facebook, Media Sosial (Medsos), internet

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Unsplash/Kon Karampelas

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47