Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:00 WIB. KOSPI - 2.346 (19/10), 2.358 (20/10), 2.370 (21/10), 2.355 (22/10), 2.360 (23/10).
  • 11:59 WIB. Hang Seng - 24.542 (19/10), 24.569 (20/10), 24.754 (21/10), 24.786 (22/10), 24.918 (23/10).
  • 11:45 WIB. Shanghai Composite - 3.312 (19/10), 3.328 (20/10), 3.325 (21/10), 3.312 (22/10), 3.278 (23/10).
  • 11:43 WIB. Nikkei - 23.671 (19/10), 23.567 (20/10), 23.639 (21/10), 23.474 (22/10), 23.516 (23/10).
  • 11:41 WIB. FTSE 100 - 5.884 (19/10), 5.889 (20/10), 5.776 (21/10), 5.785 (22/10), 5.860 (23/10).
  • 11:40 WIB. Nasdaq - 11.478 (19/10), 11.516 (20/10), 11.484 (21/10), 11.506 (22/10), 11.548 (23/10).
  • 11:37 WIB. S&P 500 - 3.426 (19/10), 3.443 (20/10), 3.435 (21/10), 3.453 (22/10), 3.465 (23/10).
  • 11:36 WIB. Dow Jones - 28.195 (19/10), 28.308 (20/10), 28.210 (21/10), 28.363 (22/10), 28.335 (23/10).

Kisah Perusahaan Raksasa: Honda, Manufaktur Otomotif Terbesar Kelima Dunia

Kisah Perusahaan Raksasa: Honda, Manufaktur Otomotif Terbesar Kelima Dunia
WE Online, Jakarta -

Perusahaan otomotif di seluruh dunia terpukul oleh adanya virus corona atau Covid-19. Penyebabnya adalah permintaan kendaraan menurun, penguncian wilayah atau lockdown, dan pemutusan hubungan kerja para karyawan. 

Raksasa otomotif Amerika Serikat, Ford dan General Motors terpaksa menutup pabriknya. Raksasa Jepang, Toyota sampai-sampai menarik karyawan di luar negeri akibat Covid-19 ini. Tindakan ini kemudian menyebabkan penjualan mobil global 2020 setidaknya turun 22 persen, menurut laporan IHS Markit. 

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: JPMorgan Chase, Gudang Uang Terbesar Amerika Serikat

hq-honda-dealership.jpg

Di AS, penurunan penjualan malah lebih buruk. Hantaman pandemi menyebabkan turunnya penjualan hingga 26,6 persen dan hanya menghasilkan 12,5 juta penjualan kendaraan, dari sebelumnya sebanyak 17 juta unit terjual.

Di tahun yang penuh tantangan ini, raksasa Jepang lain, Honda, mengalami penurunan pendapatan lebih dari 4 persen. Laba bersih juga merosot hampir seperempatnya. Selain akibat merebaknya virus corona, sejumlah kerusakan terkait kantung udara, dan nilai tukar yang merugikan perusahaan jadi penyebab berikutnya. 

Imbasnya, Honda harus duduk di peringkat 39 dalam Global 500 milik Fortune. Catatan ini didukung oleh revenue total sebesar 137,33 miliar dolar AS, dengan laba bersih 4,19 juta dolar AS. Jika dilihat dari dua sisi, Honda kali ini unggul dari pesaing dekatnya yaitu Mitsubishi dengan selsish 3 peringkat. Namun di sisi  lainnya, Honda harus rela turun 5 peringkat dari posisi 34 ke 39 di tahun 2019.

Tumbuh dan kembangnya perusahaan raksasa ini akan diulas Warta Ekonomi pada Rabu (30/9/2020) kali ini. Dengan mengutip berbagai sumber, kami sajikan uraian tersebut menjadi artikel sebagai berikut.

0*-Jf3YMIeyVq6Rpta.jpg

Honda Motor Company dengan Soichiro Honda adalah dua entitas yang saling terikat. Semua narasi tentang perjalanan dan kesuksesan Honda saling terkait satu sama lain. 

Soichiro Honda, pemuda Jepang yang menyandang gelar insinyur mesin dikatakan memiliki tingkat yang setara dengan Henry Ford, bapak pendiri Ford Motor Company. Ia sudah terpesona oleh mesin dan mobil sejak kecil. Saat usianya baru 15 tahun, ia magang di Art Shokai, sebuah bengkel mobil di Tokyo.  

Enam tahun kemudian saat umur Honda tepat 21 tahun, ia membuka cabang Art Shokai miliknya sendiri. Di saat yang sama, ia juga terlibat dalam pembuatan dan pengemudian mobil balap. 

Dirasa kurang, Honda kemudian mengganti Art Shokai miliknya dengan mendirikan Tokai Seiki Heavy Industry pada 1936. Di bengkel mesinnya itu, Hondai mulai meneliti cara membuat cincin piston. 

Berbekal percobaan di bengkel mesin bentukkannya, pada 1938 Honda mulai memusatkan upaya awalnya untuk membuat piston yang sempurna. Kegagalan kerap menghampirinya. Berbekal ketekunan, dia kemudian berhasil membuat piston yang memenuhi standar.

Honda lantas bergegas menjual piston ciptaannya ke Toyota Corporation. Sayang, Toyota menolak piston perdana milik Honda. 

564047924535b2037150298fc2b4d22c.jpg

Nasib baik menghampiri Honda dua tahun kemudian. Tepat pada 1941 itu, Toyota rupanya memiliki ketertarikan atas piston buatan Honda berikutnya. Perusahaan itu akhirnya memesan komponen itu dalam jumlah besar. Namun sayang, Honda menghadapi kendala besar yang diakibatkan oleh melonjaknya pesanan dan kurangnya bahan baku, yakni semen.

Tahun-tahun itu bertepatan dengan masa Perang Dunia II. Sebab itulah, Honda tak dapat memperoleh semen akibat kelangkaan pasokan. Itu artinya, pria Jepang ini gagal memproduksi piston secara massal. 

Baru pada 1945, Honda mendirikan Honda Technical Research Institute. Perkembangannya memang tidak lepas dari kepercayaan Toyota pada cincin piston buatannya tersebut. Namun, seorang investor bernama Takeo Fujisawa, yang sudah dikenalnya sejak awal 1940-an memberikan modal keuangan dan pemasaran untuk perusahaannya. 

Tak ayal, pada 1948, Honda Motor Company secara resmi didirikan. Honda yang menggunakan pengalaman yang diperolehnya di Tokai Seiki, dengan cepat memproduksi sepeda motor ringan. Unit itu didukung oleh mesin kecil namun sangat efisien pada masanya. 

Takeo Fujisawa berperan mengawasi keuangan dan pemasaran perusahaan Honda. Sementara di sisi lain, Honda berkonsentrasi pada pengembangan teknologi. Fujisawa mengembangkan perusahaan ini semata-mata untuk komersial. Tetapi tidak dengan Honda. Ia berupaya mengejar ambisi untuk membuat kendaraan balap, baik mobil maupun sepeda motor.

Pada 1950, setelah sepeda motor pertamanya diperkenalkan di Jepang, Honda mengejutkan dunia teknik dengan menggandakan tenaga kuda dari mesin empat tak konvensional. Dengan inovasi teknologi ini, perusahaan siap untuk sukses. 

img_02.jpg

Pada 1951, permintaan tinggi, namun produksi lambat. Terutama karena keunggulan desain, Honda menjadi salah satu dari empat atau lima pemimpin industri. Pada 1954 Honda telah menguasai 15 persen pangsa pasar sepeda motor.

Meski begitu, kedua pemilik perusahaan itu memiliki prioritas yang berbeda. Bagi Fujisawa, inovasi mesin berarti peningkatan penjualan dan akses lebih mudah ke pembiayaan. Bagi Honda, mesin tenaga kuda yang lebih tinggi membuka kemungkinan lebih sukses mengejar ambisi balap motornya. 

Baca Juga

Tag: Honda Motor Co, Perusahaan Raksasa

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Brendan McDermid

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.47 3,909.96
British Pound GBP 1.00 19,360.36 19,166.25
China Yuan CNY 1.00 2,215.33 2,193.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,811.69 14,664.31
Dolar Australia AUD 1.00 10,554.81 10,442.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.19 1,892.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.61 10,800.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,485.20 17,305.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.25 3,534.42
Yen Jepang JPY 100.00 14,145.44 14,000.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5112.188 20.372 706
2 Agriculture 1162.155 9.913 24
3 Mining 1435.499 5.179 47
4 Basic Industry and Chemicals 765.630 -1.582 80
5 Miscellanous Industry 951.694 22.664 53
6 Consumer Goods 1825.836 15.501 60
7 Cons., Property & Real Estate 323.756 11.438 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 812.761 -9.712 79
9 Finance 1127.096 1.833 93
10 Trade & Service 636.513 -0.535 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 376 470 94 25.00
2 BOLT 505 630 125 24.75
3 POLL 4,330 5,400 1,070 24.71
4 JSPT 920 1,135 215 23.37
5 PDES 202 244 42 20.79
6 JAWA 82 99 17 20.73
7 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
8 SMSM 1,260 1,400 140 11.11
9 PALM 280 310 30 10.71
10 GEMA 308 338 30 9.74
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 100 93 -7 -7.00
2 AIMS 129 120 -9 -6.98
3 BAJA 101 94 -7 -6.93
4 PBSA 650 605 -45 -6.92
5 TIRA 260 242 -18 -6.92
6 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
7 DMMX 188 175 -13 -6.91
8 YPAS 290 270 -20 -6.90
9 ESIP 117 109 -8 -6.84
10 OKAS 103 96 -7 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
2 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
3 TLKM 2,700 2,630 -70 -2.59
4 ANTM 1,085 1,085 0 0.00
5 ASRI 151 149 -2 -1.32
6 AGRO 370 350 -20 -5.41
7 BRPT 945 925 -20 -2.12
8 BBRI 3,300 3,290 -10 -0.30
9 BEST 179 182 3 1.68
10 PWON 404 416 12 2.97