VMware-NVIDIA Kolaborasi, Mau Mudahkan Hadirnya AI untuk Tiap Bisnis!

VMware-NVIDIA Kolaborasi, Mau Mudahkan Hadirnya AI untuk Tiap Bisnis! Kredit Foto: VMware

VMWare dan Nvidia menjalin kemitraan demi menghadirkan platform kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan arsitekur baru untuk pusat data, cloud, dan edge dengan unit pemrosesan data Nvidia guna mendukung aplikasi milik para perusahaan.

Melalui kerja sama itu, serangkaian perangkat lunak AI  tersedia di Nvidia NGC yang akan bergabung dalam VMWare vSphere, VMWare Cloud Foundation, dan VMWare Tanzu.

CEO VMWare, Pat Gelsinger berujar, "kami bermitra dengan Nvidia untuk menghadirkan AI ke tiap perusahaan. Bersama-sama, kami ada di posisi untuk membantu tiap perusahaan mempercepat penggunaan aplikasi terobosan guna mendorong bisnis mereka."

Baca Juga: Hari Terakhir Pembagian Kuota Internet Tahap II September, Kok Masih Ada yang Belum Dapat?

Baca Juga: Dewan Direksi Apple Suka Kinerja Miliarder Tim Cook, Sampai Diberi 1 Juta Saham Hibah!

Dengan kerja sama itu, perusahaan bisa mempercepat adopsi AI, memperluas infrastruktur yang ada untuk AI, mengelola semua aplikasi dengan serangkaian operasi, dan menerapkan infrastruktur yang siap menampung AI berisi data.

"(Tujuan kerja sama) mendukung VMWare Cloud Foundation, mendukung berbagai jenis aplikasi pelanggan, (juga) mempermudah organisasi untuk lebih cepat agile," jelas Country Manager Indonesia, VMWare, Cin Cin Go, Rabu (30/9/2020) melalui konferensi virtual.

Selain itu, perusahaan juga akan bekerja sama menghadirkan arsitektur cloud hybrid berbasis teknologi SmartNIC, mencakup Nvidia BlueField®-2. Kombinasi antara BlueField®-2 dan VMWare Cloud Foundation kabarnya akan melahirkan infrastruktur khusus untuk kebutuhan AI, pembelajaran mesin, throughput tinggi, dan aplikasi berbasis data.

Menurut SE Manager Indonesia, VMWare, William Buyung, teknologi SmartNIC itu akan menjadi wadah workload yang barasal dari pusat data fisik. "(Teknologi itu) masih dalam tinjauan teknis. (itu) bisa memudahkan kita mengelola baik pusat data virtual maupun fisik," imbuhnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini