Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kompetisi Sudah Penuh, PHD Gunakan Teknologi Programmatic

Kompetisi Sudah Penuh, PHD Gunakan Teknologi Programmatic Kredit Foto: Instagram/pizzahut.indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pizza Hut Delivery bekerja sama dengan media agensi global MediaCom dan Xaxis, Outcome Media Company sekaligus divisi programmatic milik GroupM, untuk menjembatani data konsumen offline dengan data konsumen online. Dengan menggunakan Beyond dari Xaxis untuk menghubungkan data online dan offline, MediaCom memungkinkan Pizza Hut Delivery untuk dapat memanfaatkan teknologi programmatic untuk aktivitas digital mereka di masa mendatang.

Untuk mengatasi kompetisi antara restoran cepat saji atau quick service restaurant (QSR) yang sudah penuh sesak, PHD–Pizza Hut Delivery ingin memastikan setiap strategi marketing mereka hanya menjangkau audiens dengan creative yang paling relevan agar dapat menghasilkan outcome berupa transaksi. Oleh karena itu, PHD menjalankan strategi programmatic.

Baca Juga: Dahsyatnya Pandemi: Pemilik Pizza Hut, KFC, dan Starbucks Terpaksa Gigit Jari

Namun, masalahnya data konsumen offline dan online mereka terpisah. Sulit untuk menghubungkan keduanya sebab kesamaan ataupun perbedaan dari dua set data pengunjung toko fisik dan digital mereka tidak dapat dilihat.

"Berbeda dari riset pasar berdasarkan panel pada umumnya, Beyond dapat memberikan analisis audiens yang semuanya berasal dari perilaku konsumen kami yang sebenarnya, baik konsumen dari website maupun toko fisik. Insight dan segmentasi yang kami dapatkan ini akan sangat membantu campaign digital kami bersama Xaxis ke depannya," kata Alfitrahmat Saputro, Brand Digital Manager Pizza Hut Delivery dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10/2020).

Strategi ini memanfaatkan campaign display PHD yang sedang berjalan sehingga Beyond dapat mengukur atribusi footfall dari sebelas gerai Pizza Hut Delivery di seluruh Indonesia.

Dengan teknologi yang ada sekarang, memang PHD dapat mendapatkan data footfall offline dari gerai yang mereka miliki dan data online yang didapatkan dari platform insight audiens GroupM, yaitu [m]Insights. Namun, dengan menggunakan teknologi tersebut sekalipun, kedua set data tersebut masih terpisah. PHD memanfaatkan tim analisis data Xaxis dan GroupM Services untuk menggabungkan, memetakan, dan menganalisis data yang diperoleh.

Contohnya, dengan memiliki banyak segmen data, seperti lokasi yang sering dikunjungi, tingkah laku konsumen dalam browser, serta segmen interest yang diambil dari data pergerakan konsumen, brand sekarang mampu mengembangkan strategi targeting audiens mereka sehingga dapat lebih tepat sasaran dan memberikan hasil berupa transakasi.

Dengan memiliki insight akan pengunjung toko dan website, PHD dapat menyasar ulang kembali konsumen lewat campaign retargeting. Analisis kompetitor yang ada juga mampu membantu PHD untuk mengalahkan para kompetitor dengan cara menyasar para konsumen yang lebih sering mengunjungi kompetitor dan mengarahkan mereka ke Pizza Hut Delivery.

Dengan adanya data persona konsumen yang diperoleh dari toko fisik dan online, PHD dapat menyasar ulang konsumen mereka dengan dynamic creative dengan menggunakan creative atau pesan yang dirancang khusus untuk masing-masing persona dan mengarahkan para konsumen ke channel yang relevan bagi mereka.

Saputro mengatakan, "Hasil dari Beyond terbukti penting dan kami yakin banyak brand di Asia Pasifik berpendapat juga akan menganggap campaign ini sebagai contoh dari pentingnya pemahaman akan teknologi untuk menjembatani data konsumen yang terpisah dan memaksimalkan kemampuan targeting audiens yang data tersebut dapat berikan."

Xaxis Beyond akan tersedia di berbagai negara di Asia Pasifik, termasuk Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan, dan Thailand.

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan